Itu baru pekerja IT ya Yip.
Gimana coba kalau pekerja Rodi yak...

-----Original Message-----
From: Achmad Yahya Sjarifuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 01 Agustus 2007 15:26
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected]
Subject: -=+OPJA-5748+=- Dipikir-pikir lagi deh, cari profesi lain :)

Rabu , 01/08/2007 13:10 WIB
Pekerja TI Paling Rentan Perceraian
Amelia Ayu Kinanti - detikInet

India, Pekerja TI (teknologi informasi) yang mapan dalam pekerjaan dan
punya gaji tinggi ternyata tak menjamin kelanggengan hubungan
pernikahan. Menurut survey terbaru tingkat perceraian pada pekerja di
sektor ini makin meningkat.

Selain menggiurkan dengan gaji besar, bidang pekerjaan yang sedang naik
daun ini ternyata juga punya risiko sendiri. Menurut T.K.R. Sudha, salah
satu pengacara di pengadilan tinggi Madras, India, 40 persen dari kasus
perceraian yang ditanganinya merupakan pasangan pekerja IT professional
dan pasangan yang bekerja di bidang BPO (Bussines Process Outsourcing).
Demikian dikutip detikINET dari Indiatimes, Rabu (1/8/20007).

Di Kota Chennai, India setahun terakhir ini tercatat ada 3000 kasus
perceraian yang didaftarkan di pengadilan tinggi. Pengadilan Keluarga
yang biasanya sepi, tiba-tiba menjadi sibuk karena banyaknya kasus
perceraian yang didaftarkan, sampai-sampai para pengacara merasa
kesulitan menangani seluruh pekerjaan mereka. Kota Chennai dan daerah
sekitarnya merupakan tempat tinggal (kurang lebih) dua ratus ribu
pekerja IT dan BPO.

Dr. S Nambi, mantan President of Indian Psychiatrists Association,
merasa profesi ini (programmer perangkat lunak) harus membayar mahal
atas tawaran dan gaya hidup yang ditawarkan oleh pekerjaannya itu.
Karena pekerjaan IT ini memeras otak dan merupakan pekerjaan yang sarat
kompetisi, emosi tinggi sering melanda mereka, dan hal tersebut membawa
dampak pada kehidupan keluarganya.

Karena permasalahan mental ini, banyak yang mengalami masalah dalam
hubungan seksual yang berakibat pada keretakan rumah tangga, ungkapnya.
Sekitar umur 28, mereka menjadi hyper sensitive. Pada usia 35 mereka
akan merasa lelah (secara mental) dan capek, kata Nambi, yang kliniknya
dipenuhi oleh sejumlah pasangan untuk konseling. (fta/wsh) 

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/01
/time/131042/idnews/811935/idkanal/398

-----------------------| Milis Opja |--------------------------
Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa 
lampau --Khalil Gibran.

Foto-foto Ekslusif FGO 2004 ada di: http://www.opja.or.id/gallery
Arsip Milis Opja di: http://www.opja.or.id/

-----------------------| Milis Opja |--------------------------
Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa
lampau --Khalil Gibran.

Foto-foto Ekslusif FGO 2004 ada di: http://www.opja.or.id/gallery
Arsip Milis Opja di: http://www.opja.or.id/

Kirim email ke