Dalam buku Menjual Tanpa Hambatan (Harefa: 1999) telah saya sebutkan bahwa
karier di bidang penjualan merupakan karier favorit yang selalu muncul di
halaman iklan media cetak. Wiraniaga dan pemasar adalah oknum yang selalu
“dicari” oleh berbagai perusahaan. Pencarian wiraniaga dan pemasar itu
sangat konsisten dan gigih dilakukan. Mengapa?

Keunggulan karier wiraniaga dapat dilihat dari, antara lain: Pertama,
jargon “wiraniaga adalah ujung tombak perusahaan” menunjukkan peran
strategis seorang wiraniaga. Dan sebagai ujung tombak, bila ia cukup
“tajam” dalam menjual (selalu melampaui target), maka ia akan menjadi orang
terakhir yang kena PHK dalam situasi sulit. Sebaliknya, bila ia tidak cukup
“tajam”, maka ia akan menjadi orang pertama yang dirumahkan saat perusahaan
gonjang-ganjing akibat salah urus. Ada juga yang mengibaratkannya sebagai
“lokomotif” yang menarik gerbong-gerbong “kereta” bisnis. Hanya bila
“lokomotif” itu sering rusak (tidak mencapai target penjualan), ia akan
kehilangan posisinya. Sebab tanpa penjualan, usaha apa pun akan sampai ke
titik nadirnya sendiri.

Kedua, wiraniaga adalah karyawan yang paling banyak menikmati fasilitas
pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan sikap, pengetahuan dan
keterampilannya dalam menjual. Karenanya ia menjadi manusia pembelajar
(Peter Senge) atau knowledge worker (Peter F. Drucker) yang bernilai tinggi
bagi perusahaannya. Pendidikan dan pelatihan itu, baik yang bersifat teknis
maupun non-teknis, memungkinkan wiraniaga mengembangkan karakter dan
kepribadiannya secara mantap, sehingga ia tidak mudah menyerah pada
kesulitan hidup.

Ketiga, wiraniaga dan pemasar umumnya mendapatkan imbal jasa yang lebih
besar dibandingkan karyawan lainnya (gaji memang kecil, tapi komisi,
insentif, dan bonus bertaburan). Di beberapa perusahaan penghasilan seorang
wiraniaga senior dapat melampaui penghasilan sales supervisor atau bahkan
branch manager-nya. Ia memiliki posisi tawar (bargaining position) yang
tinggi. Puluhan sampai ratusan juta rupiah per tahun, atau bahkan per
bulan, bukanlah angka yang terlalu muluk untuk seorang wiraniaga andal.

Keempat, posisi wiraniaga membuat mereka terlatih untuk membina jaringan
kontak (networking) secara luas. Setiap hari mereka bertemu dengan berbagai
macam orang dari bidang usaha yang beraneka ragam. Hal ini memberikan
berbagai “peluang ekstra” untuk dapat “menyelam sambil minum air”. Sebab ia
tidak saja dapat memasok kebutuhan pelanggan yang disediakan oleh
perusahaannya, tetapi juga dapat melayani kebutuhan-kebutuhan lain yang
diminta oleh pelanggan (sepanjang hubungan mereka cukup baik untuk itu).
Tidak jarang wiraniaga yang andal justru direkrut oleh pelanggannya dengan
imbalan lebih besar dan fasilitas yang lebih mensejahterakan keluarganya.

Kelima, wiraniaga juga relatif memiliki waktu kerja yang fleksibel karena
tidak terikat pada jam kantor secara formal (meski tidak semuanya begitu).
Sepanjang target-target penjualan dilampaui dengan baik, manajemen
perusahaan umumnya “memaafkan” ketidakdisiplinan wiraniaga dalam soal waktu
kerja.

Keenam, wiraniaga umumnya terlatih untuk mandiri dalam melaksanakan
pekerjaannya. Dengan demikian ia biasa membuat keputusan dan mengambil
risiko bisnis berdasarkan keyakinannya sendiri. Kemandirian ini menumbuhkan
jiwa kewirausahaan dalam dirinya secara berkesinambungan. Itulah sebabnya
seorang wiraniaga andal relatif paling siap untuk dipecat. Ia mungkin
kehilangan jabatan (job), tetapi ia tidak pernah kekurangan pekerjaan
(work) untuk dilakukan guna mendapatkan nafkah kehidupan.

Ketujuh, wiraniaga andal dimungkinkan untuk menapak tangga karier menjadi
eksekutif puncak di perusahaannya. Banyak contoh direktur-direktur yang
berhasil yang semula adalah orang-orang yang sukses meniti karier lewat
jalur penjualan. Sebagian di antara mereka bahkan tidak dibekali oleh
ijasah formal pendidikan tinggi.

Kedelapan, wiraniaga adalah orang-orang yang belajar di “universitas
kehidupan atau kewirausahaan”. Mereka belajar atas biaya perusahaan, namun
hasilnya tetap mereka bawa saat keluar atau pindah ke perusahaan lain.

Karena keunggulan-keunggulan tersebut, bila Anda atau kerabat Anda masih
ragu dan ingin belajar mempersiapkan diri menjadi wirausaha masa depan saya
anjurkan untuk memilih karier wiraniaga sebagai pilihan pertama. Tapi jika
Anda bermental priyayi dan bercita-cita menjadi pegawai kantoran, yang
pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan, maka jauhilah dunia
penjualan.

*Info Pelatihan terkait: SALES SUCCESS - Upaya Melipatgandakan Penjualan
tanggal 12-13 November 2015. Info & Pendaftaran 021-2210 3478; 08111 00
8766*

-- 
Info program lengkap dan jadwal training Proaktif terdekat silahkan hubungi 
kami di: 

Tel. 021 22103478
Email: [email protected]
Website: www.mitrapembelajar.com

Untuk keluar dari grup ini, kirimkan email ke:
[email protected]
[email protected]
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "Proaktif Network" dari 
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke