kalo di perusahaan A membangun divisi pembuatan B sebesar perusahaan C. nggak diragukan lagi deh, tinggal konsumen yang menilai.
menurut saya sih pastinya si A kalo mau produknya laku (hidup matinya), pasti dia akan serius seserius perusahaan C membuat produk B. kalo produk B nya dibuat asal, pastinya produk A nya akan ditinggalkan. kadang konsumen "awam" nggak mau perduli itu perusahaan bener2 mati2an nggak membela produknya (produksi sampai marketing). yang konsumen mau keiinginannya tercapai (kepuasan nggak cukup). itu yang dipercaya. On 18/01/2011 22:31, Pandu Poluan wrote:
Gimmick itu istilah untuk 'embel2' dalam menjual produk lain. Beli A, dapat gratis B, nah itulah (antara lain) gimmick. Nah, misalkan kita ada 2 produk, sebut saja B dan C. - B gratis, tapi harus beli produk lain A biar bisa dapat. Dan pembuat B sebetulnya keahliannya adalah membuat produk A. - C berbayar. Pembuatnya memang keahliannya membuat produk C. Untuk B, kan barang dagangannya sebetulnya A. Dan orang2 beli produk A sasarannya bukan karena ingin dapat B, tapi karena memang produk A lah yang dicari. Apakah kira2 si pembuat akan berusaha memastikan produk B memiliki kualitas terbaik? Untuk C, karena pembuatnya tidak membuat produk lain, maka jelas hidup-mati pembuatnya sangat tergantung pada reputasi dari produk C tersebut. Apakah kira2 si pembuat akan berusaha memastikan produk C memiliki kualitas terbaik? Silakan direnungkan. Rgds,
To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] Get Free 5 GB mailbox Check this http://www.mugi.or.id
