Wah asyik ini Om Pandu memang Zuper Sekali, Trust Audit Profiling Improvement 
Innovation (TAPII). Boleh saya contek jadi singkatan yahh... Dapet masukkan 
baru lagi.

 

Iya, saya sependapat juga sama Om Pandu, masalah tersebut memang sengaja nggak 
saya bahas. Sempat kepikiran, tapi nggak nemu mau pake istilah apa. Sebab 
dikalangan open source sendiri juga memanfaatkan hal tersebut. Hanya saja tidak 
semua pengguna  yang mengetahuinya, contoh konkritnya yang memakai aturan dalam 
pengembangan (dalam bentuk tim, soalnya saya belum pernah ketemu sama yg 
individual) ialah seperti disini dan ini masih HOT: 
http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/8/TimPengembang

 

Semuanya ada aturan dan EULA, pemahaman ini yang kadang juga disalah artikan 
oleh para fans diberbagai kubu.

 

Terima kasih tambahannya yang begitu detail. Salam Super !!

 

-          Ditya

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Pandu 
Poluan
Sent: 16 September 2011 7:24
To: [email protected]
Subject: Re: [Mugi] MENYIKAPI PERBEDAAN PILIHAN

 

Mmmm... koreksi dikit boleh ya?

Open Source tidak identik dengan gratis. Hanya kita di Indonesia yang 
'menyalahartikan' demikian.

Prinsip Open Source adalah 'kebebasan', dalam hal ini, bebas mendapatkan Source 
Code dari suatu aplikasi.

Tujuannya?

1. Trust. Kita bisa memastikan tidak ada hal2 yang tidak diinginkan seperti 
spyware dll.

2. Audit. Kita bisa melihat kualitas dari program tersebut, apakah didalamnya 
terdapat hal2 yang potensial menimbulkan ancaman terhadap keamanan data/sistem.

3. Profiling. Dengan memiliki source code, saya bisa melakukan penyelidikan 
bila aplikasi tertentu ada masalah di sistem saya.

4. Improvement. Karena ada akses ke source code, maka bila saya ada ide untuk 
penambahan fitur, perbaikan algoritma, dll, tinggal dicodingkan saja, lalu 
di-submit kembali pada upstream. Dan kalau upstream tidak setuju, saya bebas 
untuk melakukan 'forking'.

5. Innovation. Saya bebas (sebatas hak2 yang diberikan dalam lisensi) untuk 
membuat aplikasi baru berdasar source code tersebut, bahkan aplikasi yang 
samasekali tidak ada hubungannya dengan aplikasi aslinya tapi menggunakan 
sebagian kode nya.

Itu sedikit koreksi dari saya. Terlepas dari koreksi ini, secara umum saya 
setuju dengan blog Om Ditya: gunakan apapun yang paling sesuai dengan 
kebutuhan, dengan pendekatan yang objektif, bukan fanatisme semata.

Rgds,

On Sep 16, 2011 1:21 AM, "ditya" <[email protected]> wrote:

_______________________________________________
To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
Get Free 5 GB mailbox Check this http://www.mugi.or.id

Powered by bisnismedia.com
www.x-phones.com (all about ponsel)

Kirim email ke