Berikut saya copykan artikel ttg dajjal.
Mungkin bisa sedikit membantu.
Saya copy dari situs ilmiah almanhaj.or.id.


semoga bermanfaat
--
Muhammad Haryo
http://islam-download.net
download gratis makalah dan buku Ilmiah, software Islami, mp3, dll
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Jika email ini masuk folder spam/ bulk/ junk, harap tandai sebagai NOT spam/
bulk/ junk
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~

*Sifat-Sifat Dajjal Dan Hadits-Hadits Yang Berkenaan Dengannya*

Kamis, 7 Oktober 2004 07:38:34 WIB

SIFAT-SIFAT DAJJAL DAN HADITS-HADITS YANG BERKENAAN DENGANNYA


Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA






Dajjal adalah seorang laki-laki dari anak Adam yang memiliki sejumlah sifat
sebagaimana dalam beberapa hadits agar manusia mengetahuinya dan
berhati-hati terhadapnya, sehingga apabila kelak ia muncul maka orang-orang
mukmin dapat me-ngenalnya serta tidak terfitnah olehnya.

Sifat-sifat inilah yang membedakannya dari manusia lainnya sehingga tidak
tertipu olehnya kecuali orang yang jahil yang bakal celaka. Kita memohon
keselamatan kepada Allah.

DI ANTARA SIFAT-SIFAT DAJJAL
Dia adalah seorang muda yang berkulit merah, pendek, berambut keriting,
dahinya lebar, pundaknya bidang, matanya yang sebelah kanan buta, dan
matanya ini tidak menonjol keluar juga tidak tenggelam, seolah-oleh buah
anggur yang masak (tak bercahaya) dan matanya sebelah kiri ditumbuhi daging
yang tebal pada sudutnya. Di antara kedua matanya terdapat tulisan huruf
kaf, fa', ra' secara terpisah, atau tulisan "kafir" secara bersambung /
berangkai, yang dapat dibaca oleh setiap muslim yang bisa menulis maupun
yang tidak bisa menulis. Dan di antara tandanya lagi ialah mandul, tidak
punya anak.

Berikut ini beberapa hadits shahih yang menyebutkan ciri-ciri tersebut, yang
juga merupakan dalil akan munculnya Dajjal:

[1]. Dari Umar Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:

"Artinya : Ketika saya sedang tidur, saya bermimpi melakukan thawaf di
Baitullah.... " Lalu beliau mengatakan bahwa beliau melihat Isa Ibnu Maryam
'alaihissalam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan ciri-cirinya dengan
sabdanya: "Dia itu seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah, berambut
keriting, matanya buta sebelah, dan matanya itu seperti buah anggur yang
masak' (tak bersinar). " Para sahabat berkata, "Dajjal ini lebih menyerupai
Ibnu Qathn [1] , seorang laki-laki dari Khuza'ah." [Shahih Bukhari, Kitabul
Fitan, Bab Dzikrid.Dajjal 13: 90: Shahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Dzikril
Masih Ibni Maryam 'alaihissalam wal-Masihid Dajjal 2: 237].

[2]. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam pernah menyebut-nyebut Dajjal di hadapan orang banyak, lalu beliau
bersabda:

"Artinya : Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak buta sebelah matanya.
Ketahuilah. sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu buta.sebelah matanya yang
kanan, seakan-akan matanya itu buah anggur yang tersembul. " [Shahih
Bukhari, Kitabul Fitan. Bab Dzikrid Dajjal 13: 90; dan Shahih Muslim,
Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18: 59].

[3]. Dalam hadits An-Nawwas bin Sam'an Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah saw
bersabda dalam menyifati Dajjal, bahwa dia adalah seorang muda yang berambut
sangat keriting (kribo), sebelah matanya tak bercahaya, mirip dengan Abdul
'Uzza bin Qathan. [Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab
Dzikrid Dajjal 18: 65].

[4]. Menurut hadits yang diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit
Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Sesungguhnya Masih Dajjal itu seorang lelaki yang pendek dan
gemuk, berambut kribo, buta sebelah matanya, dan matanya itu tidak menonjol
serta tidak tenggelam. Jika ia memanipulasi kamu, maka ketahuilah bahwa
Rabbmu tidak buta sebelah matanya." [Aunul Ma'bud Syarah Sunan Abi Dawud 11:
443. Hadits ini derajatnya shahih. Periksa: Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 2:
317-318, hadits nomor 2455].

[5]. Dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Adapun Masih kesesatan itu adalah buta sebelah matanya. Lebar
jidatnya, bidang dadanya bagian atas dan bengkok " [Musnad Imam Ahmad 15:
28-30 dengan tahqiq dan syarah Ahmad Syakir. Dia berkata, "Isnadnva shahih.
" hadits ini juga dihasankan oleh Ibnu Katsir. Periksa: An-Nihayah Fil Fitan
wai Malahim 1: 130 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini].

[6]. Dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Dajjal itu buta matanya sebelah kiri dan lebat rambutnya. "
[Shahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikrid Dajjal 18:
60-61].

[7]. Dalam hadits Anas Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:

"Artinya : Dan di antara kedua matanya termaktub tulisan "kafir" [Shahih
Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 13: 91; dan Shahih Muslim,
Kitabul Fitan wa Asyrothus Sa'ah, Bab sa'ah, bab Dzikrid Dajjal 18: 59].

Dan dalam satu riwayat disebutkan:

"Kemudian beliau mengejanya –kaf fa ra- yang dapat dibaca oleh setiap
muslim. " [Shahih Muslim 18: 59].

Dan dalam satu riwayat lagi dari Hudzaifah:

"Dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia tahu tulis baca maupun
tidak. " [Shahih Muslim 18: 61].

Tulisan ini (yang ada di antara kedua mata Dajjal) adalah hakiki, sesuai
dengan lahirnya, dan tidak sukar untuk diketahui oleh sebagian orang (yang
muslim) dan tidak diketahui oleh sebagian orang lagi (yakni orang kafir) [2]
bahkan orang muslim yang buta huruf pun dapat membacanya. Hal ini disebabkan
kemampuan memandang itu diciptakan oleh Allah bagi hamba-Nya bagaimana dan
kapan saja ia berkehendak. Tulisan ini dapat diketahui oleh mukmin dengan
pandangan matanya, meskipun dia tidak kenal tulis- menulis, dan tidak dapat
diketahui oleh kafir sekalipun dia tahu baca tulis. sebagaimana halnya orang
mukmin dapat mengetahui bukti-bukti kekuasaan Allah dengan pandangan matanya
sedangkan orang kafir tidak mengetahuinya. Maka Allah menciptakan
pengetahuan bagi orang mukmin tanpa mengalami proses belajar mengajar. sebab
pada zaman itu memang terjadi hal-hal yang luar biasa. [Fathul-Bari 13:
100].

Imam Nawawi berkata, "Pendapat yang dipegang oleh para muhaqiq ialah bahwa
tulisan ini nampak secara lahir dan hakiki (sebenamya) sebagai suatu tanda
dan alamat yang diciptakan oleh Allah di antara sejumlah alamat atau
tanda-tanda yang menunjukkan dengan qath'i akan kekafiran, kebohongan, dan
kebatilannya (Dajjal). Dan tanda-tanda ini dinampakkan oleh Allah kepada
setiap orang muslim yang tahu tulis baca maupun yang tidak tahu tulis baca,
dan disembunyikannya untuk orang yang dikehendaki-Nya akan celaka dan
terfitnah. Dan hal ini tidak dapat dihalangi sama sekali. " [Syarah Shahih
Muslim oleh Imam Nawawi 18: 60]

[8]. Dan di antara sifat-sifatnya (ciri-cirinya) lagi ialah seperti yang
disebutkan dalam hadits Fathimah binti Qais ra mengenai kisah Al-Jasasah
yang di dalam kisah (riwayat) itu Tamim Ad-Dari ra berkata. ".... Lain kami
berangkat dengan segera sehingga ketika kami sampai di biara tiba-tiba di
sana ada seorang yang sangat besar (hebat) dan diikat sangat erat...."
[Shahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asy-rothis Sa'ah, Bab Qishshotil Jasasah
18: 81].

[9]. Dalam hadits Imron bin Husein Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Saya
mendengar Rasulullah saw bersabda:

"Artinya : Semenjak diciptakannya Adam hingga datangnya hari kiamat tidak
ada makhluk yang lebih besar[3] daripada Dajjal. " [Shahih Muslim 18:
86-87].

[10]. Dajjal tidak punya keturunan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits
Abi Sa'ad Al-Khudri ra dalam kisahnya bersama Ibnu Shayyad. Kata Ibnu
Shayyad kepada Abu Sa'id, "Saya bertemu orang banyak dan mereka mengira saya
ini Dajjal. Bukankah Anda pernah mendengar Rasulullah saw bersabda bahwa
Dajjal tidak punya anak (keturunan)?" Abu Sa'id menjawab, "Betul" Ibnu
Shayyad berkata lagi," Padahal saya punya anak...." [Shahih Muslim, Kitabul
Fitan wa Asyrothis Sa'ah, Bab Dzikri Ibnu Shayyad 18: 50].

Perlu diperhatikan bahwa dalam riwayat-riwayat di muka disebutkan bahwa
Dajjal itu buta matanya yang sebelah kanan. sedangkan pada riwayat yang lain
disebutkan bahwa matanya yang butanya adalah sebelah kiri. padahal semua
riwayat itu shahih ini merupakan suatu kemusykilan. Ibnu Hajjar berpendapat
bahwa hadits Ibnu Umar yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim
yang menyifati Dajjal buta matanya yang sebelah kanan adalah lebih kuat
daripada riwayat Muslim yang mengatakan bahwa yang buta adalah matanya
sebelah kiri, sebab hadits yang disepakati shahihnya oleh Bukhari dan Muslim
Iebih kuat daripada lainnya. [Fathul-Bari 13: 97]

Al-Qadhi' Iyadh berpendapat bahwa kedua belah mata Dajjal itu cacat. sebab
semua riwayatnya shahih. Yang satu tidak bercahaya (ath-thafi'ah, dengan
memakai huruf hamzah) yakni buta, dan ini untuk mata yang sebelah kanan
sebagaimana. disebutkan dalam hadits Ibnu Umar. Dan matanya yang sebelah
kiri ditumbuhi oleh daging pada sudutnya yang dapat menutupi sebagian atau
seluruh lensanya (ath-thafiyah) dengan menggunakan huruf ya'), dan ini yang
dimaksud dengan buta matanya sebelah kiri. Jadi masing-masing mata Dajjal
itu cacat. yang satu tidak dapat melihat sama sekali dan satunya cacat
dengan ditumbuhi daging. Imam Nawawi mengomentari jalan jama' (kompromi)
seperti yang dikemukakan Qadhi 'iyadh itu sangat bagus (Syarah Muslim 2:
235) dan dikuatkan pula oleh Abu Abdillah Al-Qurthubi [At-Tadzkirah: 663].



[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat,
Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin,
Penerbit CV Pustaka Mantiq]
_________
Foote Note
[1]. Ibnu Qathan: namanya Abdul 'Uzza bin Qathan bin Amr Al- Khuza'i. Ada
yang mengatakan bahwa dia itu berasal dari kalangan Bani Musthaliq dari suku
Khuza'ah. Ibunya bernama Halah binti Khuwailid. Ibnu Qathan tidak memiliki
hubungan kesahabatan dengan Rasululiah saw karena dia telah meninggal pada
zaman jahiliah. Adapun tambahan riwayat yang mengatakan bahwa dia pemah
bertanya kepada Nabi saw, "Apakah keserupaannya denganku itu membahayakan
bagiku?" Lalu Nabi menjawab, "Tidak, engkau muslim sedang dia kafir" adalah
tambahan yang dha'if dari riwayat Al-Mas'udi yang diriwayatkan oleh Imam
Ahmad, yang dicampur dengan hadits lain. Periksa: Ta'liq Ahmad Syakir atas
musnad Ahmad 15: 30-31; Al-lshobah Fi Tamyizish-Shahabah 4: 239, dan
Fathul-Bari 6: 488 dan 13: 101).
[2]. Berbeda dengan pendapat orang yang mengatakan bahwa ini adalah majaz
sebagai penanda zaman. Dan ini adalah pendapat yang lemah. Periksa: Syarah
Muslim oleh An-Nawawi 18: 60-61; dan Fat-hul-Bari 13: 100.
[3]. Dalam Catalan kaki Shahih Muslim 4: 2267 terbitan Maktabah DaWan
-Indonesia dikatakan bahwa yang dimaksud dengan "lebih besar" di sini ialah
lebih besar fitnah dan bahayanya / perusakannya. (Penj).
<http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1071&bagian=0>

Kirim email ke