Title: Nama File

FYI..

 


From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] On Behalf Of Arief Kurniawan
Sent: 12 Juni 2006 19:51
Subject: [F1Indonesia] Post-Silverstone: menang telak

 

Sorry semua…saya telat posting Post-Silverstone. World Cup mau gak mau memang membelah cinta saya, antara sepakbola dan F-1. Ketika harus memilih, ada paksaan di mana saya harus berat ke WC, karena tugas kantor yang membuat perhatian harus more than 100% ke sana. Makanya, sepulang dari Global, pas di kantor saya nyaris gak menyentuh berita-berita F-1 dulu. World Cup nonton, pasti, tapi yang lebih jadi concern adalah deadline BOLA. Maklum, ini kan jualan utama BOLA.

 

Back to Silverstone. Jean Todt punya kesimpulan singkat tentang kondisi F-1 terkini: only one man quicker than Schumi.

 

Kalau melihat jalannya lomba jelas amat plain, datar. Masih lebih seru kualifikasi. Ketika di Global saya bilang kemungkinan Schumi masuk pit belakangan, dan ternyata salah, ujung-ujungnya memang seperti apa yang disimpulkan Todt tadi: one man quicker.

 

Alonso memang seperti menyimpan energi sejak Jumat, bahkan sampai free practice Sabtu. Dia tak terlalu ngotot karena sudah yakin dengan kemampuan mobilnya. Dia hanya menunjukkan kelasnya di saat yang dibutuhkan, kualifikasi dan lomba.

 

KUALIFIKASI

Kalau di Catalunya Schumi masih bisa bangga dengan lap time-nya di kualifikasi, di Silverstone kebanggaan itu pindah seluruhnya ke Alonso. Dia membuat 1:20,253 atau lebih cepat 0,3 detik. Padahal, bahan bakarnya jauh lebih banyak dari Schumi, ini dengan fakta dia masuk pit empat lap setelah Schumi. Kalau pakai hitung-hitungan kasar, seperti biasa, satu lap itu butuh 3 kg bahan bakar, berarti 4 lap = 12 kg. Kalau setiap 10 kg sama dengan 0,35 detik, berarti Alonso dengan bahan bakar yang sama akan lebih cepat 0,7 detik dari Schumi. Fantastis!

 

Ada apa dengan Schumi, yang mengaku pasca-lomba mobilnya tak cukup cepat untuk menekuk Alonso? Padahal, tes di Catalunya amat menjanjikan.

Semua bermula lagi-lagi, dari kualifikasi. Kalau Alonso dan Kimi memilih menggunakan ban baru untuk membuat fast lap mereka yang membawa ke front row, Schumi tidak. Dia memilih menggunakan ban bekas (tidak terlalu baru, maksudnya). Katakanlah alasan ini bisa diterima bila akhirnya dia kalah cepat dari Kimi yang menggunakan ban baru. Tapi, alasan ini kurang cukup kuat bila harus merefleksikan kehebatan Alonso karena faktor bahan bakar tadi.

 

Ternyata, kesalahan Ferrari dan Schumi menggunakan ban bekas di sesi akhir kualifikasi yang berarti dipakai juga untuk awal lomba, fatal akibatnya. Schumi jadi kesulitan menyusul Kimi dan itu membuka peluang Alonso melaju sendirian di depan.

 

LOMBA

Alonso-Kimi-Schumi, bahkan sampai Massa-Fisichella, mulus. Kita fokus ke tiga besar dulu. Ada tayangan menarik dari live data di layar kaca yang dipersembahkan FIA. Di situ tertulis kecepatan di apex. Itu berarti kecepatan saat menikung dan ini amat membantu menganalisis siapa pembalap terbaik di lomba itu.

Mungkin sudah banyak yang tahu kalau perkembangan teknologi aerodinamika membuat mobil F-1 tak lagi melulu ditentukan siapa memiliki mesin terbaik di trek lurus. Justru yang paling menonjol saat ini adalah siapa yang bisa membuat mobil stabil di tikungan, agar bisa tetap cepat. Dan itu dimiliki Renault sekarang, lebih khusus lagi mobil yang bernomor 1.

Bayangkan kalau mobil itu lebih cepat rata-rata 0,1 detik di tikungan dikalikan 10-15 tikungan, dikalikan jumlah lap. Itulah selisih jarak di garis finis. Memang ada faktor pit stop dan safety car, tapi yang namanya jarak rata-rata ya bolehlah fakta itu dijadikan gambaran.

Setelah Alonso membuka jarak di atas 5 detik, apalagi pada pit stop 1 dia masuk pit lebih lama dibanding Kimi dan Schumi, lomba dianggap selesai. Tinggal menunggu Schumi vs Kimi di posisi dua. Memang dibanding lomba-lomba lain yang tak berinsiden, baru kali inilah Alonso menang telak atas lawan-lawannya. Dia bahkan membuat fastest lap 0,4 detik better than at least Schumi di tempat kedua. Seperti biasa, itu pun ia lakukan di awal stint, di mana ia butuh push lagi karena sudah tak ada lawan. Engine race engineer Alonso, Remi Taffin, malu-malu naik podium. Mungkin karena dia gak enak ada bawa bendera England, padahal dia orang Prancis.

 

Kimi vs Schumi. Sempat ada kejadian menarik di mana Schumi nyaris menyusul Kimi yang bahkan sudah wheel-to-wheel. Schumi saat itu punya top speed, tapi gak punya racing line. Kimi kalah top speed tapi punya racing line. Jadilah Kimi mempertahankan posisinya hingga menjelang pit stop kedua.

Kenapa Schumi gak terus ngotot? Menurut pengakuannya, di sirkuit cepat macam Silverstone ini, tak ada gunanya menempel mobil selama berlap-lap. Mobil di belakang cenderung akan terkena turbulence mobil di depannya. Dan ini berbahaya karena mobil akan terus sliding dan cenderung sulit dikendalikan. Apalagi saat itu Schumi menggunakan ban bekas yang membuat risiko melintir jauh lebih besar. Makanya Schumi cenderung menjauh dan memilih menyusul saat pit stop.

Di pit stop 1 dia gagal karena tak punya cukup kesempatan. Gapnya sebelum masuk pit lumayan jauh dan in lap-nya gak bagus karena ban yang sudah aus. Walau setelah keluar ia menggunakan ban baru, tapi out lap-nya juga gak bagus. Baru di pit stop 2 ia tak mengulangi kesalahan. In lap-nya bagus dan out lap-nya pun sempurna. Setelah Schumi di depan Kimi, baru terbayangkan apa jadinya bila di stint awal selepas start Schumi bisa menyusul Kimi. Ferrari memang lebih bagus dari McLaren, tapi Schumi belum tentu mampu memberikan perlawanan pada Alonso kalau ia mampu melewati Kimi.

 

Ada alasan klasik yang pasti relevan setiap kali menganalisis performa Ferrari di Silverstone. Mereka jarang tes di sirkuit ini. Bahkan sepanjang pre-season sampai menjelang British GP, tak sekali pun skuad Maranello melakukan tes di sana! Ini jelas amat krusial, karena bagaimanapun setiap trek mempunyai sesuatu yang baru saat dipakai lomba, walau trek itu sering digunakan untuk tes. Apalagi bila sebuah tim tak melakukan tes sama sekali! Seperti di Catalunya, balapan di Silverstone tak semudah di sirkuit lain yang juga pasti tak digunakan untuk tes. Di sini

 

Jadi, misery Ferrari di Silverstone memang berlipat-lipat. Salah pakai ban, “terhadang” Kimi di stint 1, dan ternyata tidak tes sama sekali di sirkuit ini.

 

Mengacu pada performa Kimi, justru McLaren diuntungkan dengan familiar-nya mereka dengan Silverstone. Penampilan Kimi di stint 1 dan 2 adalah cerminan itu. Begitu dia disusul Schumi selepas pit stop 2 (untuk stint 3), itulah performa mobil 2006 antara kedua tim ini sesungguhnya. Kimi bilang mobilnya tak punya top speed, karena trek ini memang tergolong cepat jadi top speed bisa ikut membantu performa.

 

OTHERS

Fisichella dan Massa seperti biasa di balik bayang-bayang teman sekamar mereka. Fisichella akhirnya tak kehilangan muka ketika berhasil menyusul Massa lewat pit stop. Walau gagal payback Kimi di Suzuka 05, tetapi Fisichella tetap oke.

 

Di depan publik sendiri, Jenson Button memang harus da-da ke penonton. Makanya dia pilih stop di trek. Hehehe… Button bilang Honda dalam kondisi menurun. Sebuah anekdot keluar dari McLaren. Kata mereka, pembalap Inggris berikut yang bakal memenangi lomba di F-1 bukan Button, tapi Lewis Hamilton! Semua lagi terkagum-kagum dengan penampilan Hamilton di GP2 saat ini. Yang unik, Hamilton ada di bawah bimbingan McLaren, tapi ada di dalam manajemen Nicholas Todt, anak Jean Todt!

 

Selebihnya, sorry, saya mau nonton Piala Dunia lagi ya…

 

from many sources,

arief k.



__._,_.___

======================================================================
MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/

- Posting     : email ke [email protected]
- Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED]
- Berhenti    : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Digest      : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Bouncing    : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2
- Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/
======================================================================
*** SAVE BANDWIDTH!,  Mohon buang message yang tidak diperlukan ***

Moderator [mxrider]





SPONSORED LINKS
Motorcycle accessory Automotive maintenance Motorcycle parts
Automotive radiators


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

--
Email sing metu ning kene ra ono viruse....
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/361 - Release Date: 11/06/2006


--
Email ki ra ono viruse....yo..
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/361 - Release Date: 11/06/2006

Kirim email ke