|
FYI.. From: Sorry semua…saya telat posting Post-Silverstone. World
Cup mau gak mau memang membelah cinta saya, antara sepakbola dan F-1. Ketika
harus memilih, ada paksaan di mana saya harus berat ke WC, karena tugas kantor
yang membuat perhatian harus more than 100% ke Back to Silverstone. Jean Todt punya kesimpulan singkat
tentang kondisi F-1 terkini: only one man quicker than Schumi. Kalau melihat jalannya lomba jelas amat plain, datar. Masih
lebih seru kualifikasi. Ketika di Global saya bilang kemungkinan Schumi masuk
pit belakangan, dan ternyata salah, ujung-ujungnya memang seperti apa yang
disimpulkan Todt tadi: one man quicker. Alonso memang seperti menyimpan energi sejak Jumat, bahkan
sampai free practice Sabtu. Dia tak terlalu ngotot karena sudah yakin dengan
kemampuan mobilnya. Dia hanya menunjukkan kelasnya di saat yang dibutuhkan,
kualifikasi dan lomba. KUALIFIKASI Kalau di Catalunya Schumi masih bisa bangga dengan lap
time-nya di kualifikasi, di Silverstone kebanggaan itu pindah seluruhnya ke
Alonso. Dia membuat 1:20,253 atau lebih cepat 0,3 detik. Padahal, bahan
bakarnya jauh lebih banyak dari Schumi, ini dengan fakta dia masuk pit empat
lap setelah Schumi. Kalau pakai hitung-hitungan kasar, seperti biasa, satu lap
itu butuh 3 kg bahan bakar, berarti 4 lap = 12 kg. Kalau setiap 10 kg sama
dengan 0,35 detik, berarti Alonso dengan bahan bakar yang sama akan lebih cepat
0,7 detik dari Schumi. Fantastis! Semua bermula lagi-lagi, dari kualifikasi. Kalau Alonso dan
Kimi memilih menggunakan ban baru untuk membuat fast lap mereka yang membawa ke
front row, Schumi tidak. Dia memilih menggunakan ban bekas (tidak terlalu baru,
maksudnya). Katakanlah alasan ini bisa diterima bila akhirnya dia kalah cepat
dari Kimi yang menggunakan ban baru. Tapi, alasan ini kurang cukup kuat bila
harus merefleksikan kehebatan Alonso karena faktor bahan bakar tadi. Ternyata, kesalahan Ferrari dan Schumi menggunakan ban bekas
di sesi akhir kualifikasi yang berarti dipakai juga untuk awal lomba, fatal
akibatnya. Schumi jadi kesulitan menyusul Kimi dan itu membuka peluang Alonso
melaju sendirian di depan. LOMBA Alonso-Kimi-Schumi, bahkan sampai Massa-Fisichella, mulus.
Kita fokus ke tiga besar dulu. Mungkin sudah banyak yang tahu kalau perkembangan teknologi
aerodinamika membuat mobil F-1 tak lagi melulu ditentukan siapa memiliki mesin
terbaik di trek lurus. Justru yang paling menonjol saat ini adalah siapa yang
bisa membuat mobil stabil di tikungan, agar bisa tetap cepat. Dan itu dimiliki
Renault sekarang, lebih khusus lagi mobil yang bernomor 1. Bayangkan kalau mobil itu lebih cepat rata-rata 0,1 detik di
tikungan dikalikan 10-15 tikungan, dikalikan jumlah lap. Itulah selisih jarak di
garis finis. Memang ada faktor pit stop dan safety car, tapi yang namanya jarak
rata-rata ya bolehlah fakta itu dijadikan gambaran. Setelah Alonso membuka jarak di atas 5 detik, apalagi pada
pit stop 1 dia masuk pit lebih lama dibanding Kimi dan Schumi, lomba dianggap
selesai. Tinggal menunggu Schumi vs Kimi di posisi dua. Memang dibanding
lomba-lomba lain yang tak berinsiden, baru kali inilah Alonso menang telak atas
lawan-lawannya. Dia bahkan membuat fastest lap 0,4 detik better than at least
Schumi di tempat kedua. Seperti biasa, itu pun ia lakukan di awal stint, di
mana ia butuh push lagi karena sudah tak ada lawan. Engine race engineer
Alonso, Remi Taffin, malu-malu naik podium. Mungkin karena dia gak enak ada
bawa bendera Kimi vs Schumi. Sempat ada kejadian menarik di mana Schumi
nyaris menyusul Kimi yang bahkan sudah wheel-to-wheel. Schumi saat itu punya
top speed, tapi gak punya racing line. Kimi kalah top speed tapi punya racing
line. Jadilah Kimi mempertahankan posisinya hingga menjelang pit stop kedua. Kenapa Schumi gak terus ngotot? Menurut pengakuannya, di
sirkuit cepat macam Silverstone ini, tak ada gunanya menempel mobil selama
berlap-lap. Mobil di belakang cenderung akan terkena turbulence mobil di depannya.
Dan ini berbahaya karena mobil akan terus sliding dan cenderung sulit
dikendalikan. Apalagi saat itu Schumi menggunakan ban bekas yang membuat risiko
melintir jauh lebih besar. Makanya Schumi cenderung menjauh dan memilih
menyusul saat pit stop. Di pit stop 1 dia gagal karena tak punya cukup kesempatan.
Gapnya sebelum masuk pit lumayan jauh dan in lap-nya gak bagus karena ban yang
sudah aus. Walau setelah keluar ia menggunakan ban baru, tapi out lap-nya juga
gak bagus. Baru di pit stop 2 ia tak mengulangi kesalahan. In lap-nya bagus dan
out lap-nya pun sempurna. Setelah Schumi di depan Kimi, baru terbayangkan apa
jadinya bila di stint awal selepas start Schumi bisa menyusul Kimi. Ferrari
memang lebih bagus dari McLaren, tapi Schumi belum tentu mampu memberikan
perlawanan pada Alonso kalau ia mampu melewati Kimi. Jadi, misery Ferrari di Silverstone memang berlipat-lipat.
Salah pakai ban, “terhadang” Kimi di stint 1, dan ternyata tidak
tes sama sekali di sirkuit ini. Mengacu pada performa Kimi, justru McLaren diuntungkan
dengan familiar-nya mereka dengan Silverstone. Penampilan Kimi di stint 1 dan 2
adalah cerminan itu. Begitu dia disusul Schumi selepas pit stop 2 (untuk stint
3), itulah performa mobil 2006 antara kedua tim ini sesungguhnya. Kimi bilang
mobilnya tak punya top speed, karena trek ini memang tergolong cepat jadi top
speed bisa ikut membantu performa. OTHERS Fisichella dan Di depan publik sendiri, Jenson Button memang harus da-da ke
penonton. Makanya dia pilih stop di trek. Hehehe… Button bilang Honda
dalam kondisi menurun. Sebuah anekdot keluar dari McLaren. Kata mereka,
pembalap Inggris berikut yang bakal memenangi lomba di F-1 bukan Button, tapi
Lewis Hamilton! Semua lagi terkagum-kagum dengan penampilan Selebihnya, sorry, saya mau nonton Piala Dunia lagi
ya… from many sources, arief k.
====================================================================== MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/ - Posting : email ke [email protected] - Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED] - Berhenti : email ke [EMAIL PROTECTED] - Digest : email ke [EMAIL PROTECTED] - Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED] - Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED] - Bouncing : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2 - Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/ ====================================================================== *** SAVE BANDWIDTH!, Mohon buang message yang tidak diperlukan *** Moderator [mxrider]
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
-- -- |
Title: Nama File
