thks bro,
you're the man....

Pada tanggal 06/07/12, -=Deksudi=- <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Hal ini sudah sering dibahas dimilis ini atau di forum www.mxrider.or.id tepatnya disini http://www.mxrider.or.id/index.php?option=com_smf&Itemid=57&topic=733.0

 

Kalau ngga bisa akses forum nich saya kopi paste dari forum yang diposting sama Bro Heru tapi mengenai tanggapannya silahkan lain kali liat di forum aja ya :

 

Paket Tips - Yamaha Jupiter MX135LC

 


Hadirnya varian ?superbebek? Yamaha Jupiter MX135LC ditanah air, membawa angin baru bagi bikers di indonesia. Teknologinya fenomenal dan jauh ke depan. Sayangnya, pengetahuan yang kurang yang kurang memadai seputar tunggangan, kerap merepotkan pemiliknya.
   Lonjakan spesifikasi, kerap membuat ?keder? orang awam. Di atas kertas, superbebek satu ini banyak mengadopsi perangkat yang banyak dipakai tunggangan moge seperti rumah silinder DiAsil, TPS (Throttle Position Sensor) atau water coolent system (Radiator). Pendek Kata, menanganinya pun harus telaten agar MX kesanyangan tetap adem.
   Ibarat cerita ?lebih dulu ayam atau telor?, memang tak ada habisnya. Namun yang penting, bagaimana menanganinya agar bisa berbuah manis alias menjadi solusi dari beberapa permasalahan tadi.

SUMBER BUNYI KLOTOK...KLOTOK
Lebih dari lima surat senada masuk ke meja redaksi OTOMOTIF. Isinya komplain soal suara klotok...klotok pada dapur pacu Yamaha Jupiter MX135LC. Sumber bunyi misterius inipun jadi perdebatan di kalangan bikers pemilik MX135. bahkan beredar kontroversi, Katub AIS (Air Induction system) penyebabnya. Tapi sumber lain mengatakan bunyi menyebalkan tersebut ciri khas silinder DiAsil. Walah, yang betul yang mana nih ?
   ?Kurang masuk akal jika penyebab suara kasar bermuara dari AIS atau Silinder DiAsil. Kemungkinan besar justru disebabkan penyetelan langsam kurang tinggi?, ujar Harry P, Technical Department-Service Division, PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Lho, kok bisa bos?
   Harry yang di dampingi Heri Setianto (Manager Promotion YMKI) lantas menjelaskan panjang lebar pendapatnya. Putaran langsang jupie MX135 berhubungan dengan kinerja dekompresi. Standartnya putaran stasioner kisaran 1.300 ? 1.500 rpm. Nah, saat putarannya kurang dari batas minimal munculah suara klotok...klotok... tadi.
   ? Bandul dekompresi bekerja atau terlempar keluar akibat gaya sentrifugal pada putaran 1.300 rpm keatas. Jika putaran di bawah itu bandul belum terlempar. Setelah gas di naikkan bandul baru terlempar. Maka munculah suara akibat benturan dari bandul dengan dindingnya,? tambah Harry.
   Makanya disarankan putaran langsang dijaga jangan sampai di bawah standar. Memang terdengar agak tinggi. Tetapi justru banyak manfaatnya. Mesin jadi mudah di hidupkan. Dan yang tak kalah pentung lagi, pelumasan mesin menjadi lancar.
? Bayangkan jika stasioner tersendat-sendat. Suplai pelumasan menjadi kurang lancar. Jeroan mesin cepat aus bukan?,? tambah Muhamad Abidin, manager Technical Department-Service Division, PT. YMKI.

SUSPENSI DEPAN ?KAKU?
Peredam kejut model teleskopik yang terpakai MX135LC pernah dikeluhkan Bambang Wijanarko dari Kutai Timur, Kaltim. Menurutnya, sokbreker depan dirasa keras saat ?bermain?. Pengertian keras itu sendiri bisa bermakna banyak kerena sifatnya relatif.
   Namun Alex, chief mechanic DKS motor (Yamaha Pondok Cabe) punya pendapat lain. ?Yamaha MX135LC sejak awal memang di desain untuk kencang, sehingga suspensi juga harus menyesuaikan saat harus bermanufer ekstrem,? jelasnya.
   Pastinya sok dibuat agak ?kaku? ketimbang bebek-bebek lain. Istilah kaku ini karena fungsi rebound yang lebih cepat. ?Makanya kinerja sokbreker depan tak bisa selembut motor lain,? terang Alex lagi.
   Bila terpaksa ingin dibuat lembut, bisa saja dengan mengurangi volume oli di dalam tabung sokbreker. Bila kapasitas per tabung mencapai 64 ? 65 cc, berarti sekarang harus di bawah itu. Namun, jangan kaget bila motor terasa oleng saat ?ditekuk? dengan kecepatan tinggi.

LAMPU INDIKATOR SUHU MESIN MENYALA
Salah satu kelebihan pada jupiter MX135LC adalah lampu indikator suhu mesin yang terletak di panel spidometer. Lampu ini akan menyala bila suhu mesin di atas normal seperti yang dialami Mulyono di Cijantung, pasar rebo, jaktim. Hal ini sebagai pertanda suhu kerja mesin diatas rata-rata (80 ? 90 ?C).
   Penyebabnya bisa banyak. Paling sederhana adalah kurangnya cairan coolant di dalam radiator sehingga proses pendinginan tak maksimal. Ada kalannya, bila cairan coolant didalam tangki cadangan (reservoir tank) penuh, belum tentu di radiator juga penuh.
   ?Pengecekan ideal selain ?mengintip? reservoir tank, adalah membuka radiator cap di radiator, ? terang Alex dari Yamaha Pondok Cabe. Namanya juga pendinginan tidak optimal, pastinya lampu indikator akan menyala kembali setelah motor di ajak jalan lagi. Istilah kerennya overheat.
   Uniknya, lampu indikator tadi juga berfungsi sebagai ?engine check?. Persis seperti pada mobil dengan sistem supli bahan bakar injeksi, pada MX berfungsi sebagai indikator bila ada malfunction (kesalahan kinerja) sebuah sensor, baik TPS (throttle position sensor) atau thermo sensor.
   ?Bila ada kesalahan pada TPS seperti korsleting, tidak ada koneksi karena soket kendur atau kabel terputus, lampu indikator langsung memberi sinyal lewat cara bekedip-kedip dengan jeda 1 kali panjang dan 5 kali pendek-pendek,? jelas Alex lagi.
   Beda lagi kedipan pada indikator bila ada kelainan pada thermo sensor (switch air). Lampu indikator akan berkedip dengan jeda 1 kali panjang dan 6 kali pendek-pendek. Itu akan terus menyala dan berulang-ulang. Jadi sangat mungkin tunggangan Mulyono mengalami 2 trouble dalam waktu yang berdekatan. Pertama karena overheat dan berlanjut dengan TPS yang mendadak mati.

MENGAPA KLEP BISA BENGKOK ?

Yamaha jupie MX135 boleh di bilang artisnya bikers. Ada kasus kecil aja langsung nyebar kemana-mana. Padahal belum tentu motornya lo yang bermasalah. Contohnya kasus klep bengkok. ?Setelah kita terjun ke lapangan ternyata akibat pakai CDI unlimiter. Posisi diam (netral) putaran mesin melesat hingga di atas 12.000 rpm. Sangat berbahaya,? wanti Harry serius.
   Saat putaran tinggi apalagi tanpa beban (netral) bukaan klep seakan melayang. Terjadi miss sepersekian detik saja akan terjadi benturan dengan piston. Braak, bengkok deh !
   ?Penyebab lainnya pemakaian bensin campur minyak tanah. Sifat minyak tanah kesat dan mengandung gum. Setelah pembakaran menyisakan kerak atau kotoran. Lama-lama kerak tadi bisa nyelip pada batang klep dan menyebabkan macet,? tambah Muhamad Abidin turut memberikan masukan.
   Kasus klep bengkok karena pemakaian CDI unlimiter juga pernah terjadi pada Suzuki Satria F150. seperti dialami Untung, mekanik Focus Racing di Rawamangun, Jaktim. ?Kalau pakai CDI unlimiter sebaiknya disertai setting bagian lain. Misalnya coakan klep pada piston di perdalam, spuyer dinaikkan dan per klep dikeraskan dengan di ganjal,? saran mekanik yang tambah gemuk ini.


Sumber: Otomotif edisi 51/XV/ 24 April 2006 (hal. 26)

 

 

Salam,

 

Deksudi




--
Heru Herlambang
Galerinet Cybercafe Malang
http://mxrider.or.id/
http://mx135.multiply.com __._,_.___

======================================================================
MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/

- Posting     : email ke [email protected]
- Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED]
- Berhenti    : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Digest      : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Bouncing    : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2
- Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/
======================================================================
*** SAVE BANDWIDTH!,  Mohon buang message yang tidak diperlukan ***

Moderator [mxrider]





SPONSORED LINKS
Automotive maintenance Motorcycle accessory Motorcycle parts
Automotive radiators


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke