gak usah heran bro semua afiliasi HTCI memang seperti itu sejak kasus BTO. mungkin alasannya sederhana, bukan klub tp kok bisa besar, dan di dukung sponsor seabrek pula, gak seperti mereka...hehehe...peace ah...sorry gue jg simpatisan sekaligus member html non tiger neh....asal jangan terjadi sama mxrider community aja...

Pada tanggal 06/08/31, JB Santoso <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Masih ada aja org yg jiwanya kerdil...

 



-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] On Behalf Of
husna.mubarok
Sent: Thursday, August 31, 2006 10:20 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [gelys] Re: Fwd: [OOT] [HTML-JakTim] Pesan dari Jogja ...1 dekade
IMTY

Neh bro penjelasannya dari situs HTML

Kampanye Anti-HTML di Dekade Perdana IMTY?
Where Brotherhood Has No Limit!!! Ah, bagi beberapa gelintir bikers, rupanya
sederet kalimat tadi hanya disimak murni sebagai jargon semata.
Cuma sepenggal kata-kata yang dianggap keren bila nangkring di kaos, tanpa
pemahaman sama sekali di benak--yang memang tidak mempunyai kemampuan untuk
mencernanya. Sebab, sesuai fakta di lapangan, rupanya pemahaman kalimat tadi
justru mempunyai batasan mutlak. "We Love Brotherhood With a Limit!!!". Kok
bisa begitu?

Tengok, ada yang menarik dan superkonyol di acara "1 Dekade Ikatan Motor
Tiger Yogyakarta (IMTY)" pada 26-27 Agustus 2006. Kebetulan, di perhelatan
perdana itu, Honda Tiger Mailing List (HTML) memang tak diundang. Board of
Sarasehan (BOS) HTML pun menyatakan bahwa itu bukanlah persoalan besar.
Intinya, jika tak diundang, HTML tak akan datang. So simple as that..

Uniknya, di beberapa tempat di lokasi gelaran akbar tersebut terpampang
spanduk besar hitam bertuliskan "HTML DILARANG MASUK" dan "AREA BEBAS HTML".
Bukan hanya itu. Beberapa anggota klub Tiger yang hadir ke acara dan
dianggap berafiliasi dengan HTML juga dilarang masuk. Ini berlaku ketat bagi
beberapa bikers yang di motornya tertempel stiker HTML.
Memang bukan kartu mati. Mereka masih boleh masuk, asalkan semua stiker
"berbau HTML" yang tertempel di motor harus ditutup. Kebijakan yang teramat
konyol.

Dari sekian banyak anggota klub yang juga menjadi member HTML, ada satu
orang yang tidak mau menutup stiker HTML-nya dan nekat masuk. "Gua datang
atas nama klub. Gua pake rompi, baju klub, stiker klub, dan gua datang
dengan ketua umum gua. Tapi kenapa gak boleh masuk cuma karena gua pake
stiker ini?," tanya sesosok bikers berbadan subur, yang kebetulan sesepuh di
klub tersebut.

"Klub yang juga tergabung di HTML juga tidak boleh ada di acara ini, bro,"
kata si petugas pintu masuk arena acara. "Kalau begitu, bilang dong
sebelumnya. Gua udah jauh-jauh ke mari, udah sampe malah diusir,"
ujar pria yang juga menjadi anggota HTML bernomor 005 itu dengan nada kesal.

Bagi yang nekat, penolakan tegas adalah jawaban yang bergeming. "Memang
begitu aturannya, karena ada pressure dari HTCI (Honda Tiger Club
Indonesia)," sahut Hamzah, Ketua IMTY.

Larangan konyol tadi tetap tak digubris. Buntutnya, bikers berbadan besar
yang ngotot tak mau mencabut stiker HTML itu merangsek ke dalam arena
bersama rekan-rekan klubnya.

Apa dinyana, baru saja motor terparkir dan belum mematikan mesin, dia
dihampiri Safety Guard IMTY dan diusir keluar arena. "Gua ditunjuk-tunjuk
kayak maling. Kayaknya mereka (safety guard) lagi mabok.
Belum tau kali gua siapa," kata dia lagi, ketika diwawancara by phone oleh
Tim Redaksi HTML.

Karena merasa kedatangannya tak dihargai, semua anggota klub tersebut segera
angkat kaki keluar dari arena acara. Sebelumnya, tak lupa menyempatkan diri
sebentar menemui Hamzah, untuk menyampaikan ucapan selama ulang tahun
sekaligus segudang kekecewaan terhadap penghinaan yang dilakukan oleh IMTY.

Saat itu juga si punggawa klub Tiger asal wilayah yang berdampingan persis
dengan ujung selatan Jakarta ini mengontak kontributor kantornya yang ada di
Yogyakarta dan langsung disiapkan penginapan yang nyaman di daerah
Kaliurang, plus mobil untuk berkeliling Yogyakarta. Tak ada satu pun,
anggota klubnya yang memilih bermalam di penginapan yang disediakan panitia.
"Gua diusir! Yang penting, gua udah datang memenuhi undangan!!"

Menurut dia, tak ada seorang pun yang bisa mencopot stiker HTML dari
motornya. Sebab kendati sudah tak aktif di HTML, stiker tersebut punya
sejarah panjang. "Dan kalau ini (kasus pengusiran IMTY) jadi panjang, gua
bisa mainkan beritanya di empat stasiun tivi tentang klub Tiger Yogya yang
pesta mabuk di saat Yogya sedang berkabung," cetus produser sebuah TV swasta
di Jakarta ini kepada redaksi HTML.

Menanggapi kasus penghinaan, lelaki berusia baya ini berujar bahwa bisa saja
dirinya memprovokasi 1.300-an anggota HTML berstiker dan ribuan anggota HTML
lainnya yang belum berstiker untuk membalas perlakuan IMTY.
"Sekali HTML bergerak, IMTY bisa lenyap. Tapi untuk apa? Udah gak jamannya
lagi kayak begitu," kata dia. Lagipula apa yang diperjuangkan, ini cuma
hobi.

Sosok satu ini yakin betul hanya orang-orang bodoh yang menjadikan aktivitas
hobi berubah menjadi ajang politik yang tak menghasilkan manfaat sama
sekali. "Mending ikut partai politik sekalian, lebih jelas arahnya," kata
dia lagi.

Cerita lucu berbaur ironis tadi ternyata sambungan kisah sebelumnya ala Ari
Army, anggota HTML Jakarta Timur yang berkunjung ke Yogyakarta. Kala itu,
dia menyempatkan diri bersilaturahmi ke IMTY, tepat beberapa pekan sebelum
event di atas berlangsung. Di pertemuan itulah, Ari sudah menemukan
benih-benih "We Love Brotherhood With a Limit!!!"

Berikut surat elektronik yang berisi kecaman dan sakit hati Bro Ari
Army:

Diluar kerasnya kehidupan di Jakarta, ternyata masih menjadikan bikers di
Jakarta tidak kehilangan jiwa brotherhoodnya. Justru di kota yang terkenal
dengan warganya yang ramah, sopan santun dan menjunjung tinggi adat Jawa,
tragedi pelecehan terhadap semangat brotherhood terjadi.

Kasus Selengkapnya:

Pada hari Jumat, tanggal 18 Agustus 2006, sebanyak 3 orang personil BHTC
(Banten Honda Tiger Club) Chapter Cilegon melakukan kunjungan ke Yogyakarta,
dan menelpon anggota HTML Yogya Bro Bram untuk menjemput di depan Benteng
Verdeburgh (CMIIW) di Jl. Malioboro. Sebelumnya mereka telah menghubungi
personil IMTY untuk mengabari keberadaan mereka dan mengkonfirmasikan
penjemputan. Namun ternyata yang terlebih dahulu datang adalah Bro Bram
(HTML Yogja) dan Bro Ary Army, anggota HTML Jakarta Timur bersama boncenger,
yang kebetulan baru ampai di Kota Yogyakarta.

Ketika sampai di tempat penjemputan, mereka bersepakat untuk menunggu
kedatangan anggota IMTY yang juga telah berjanji akan menjemput. Selang
15 menit kemudian, datang satu orang anggota IMTY dengan motor dan jaket
hijau. Sesaat setelah melepas helm, raut muka anggota IMTY tersebut langsung
berubah tidak ramah ketika melihat stiker HTML di motor Bro Bram dan Bro
Army. Kemudian, hanya dalam hitungan detik, orang tersebut langsung pergi
meninggalkan tempat dengan alasan ada temannya yang trouble di jalan???

Lima menit setelah "Si Hijau" itu pergi, salah satu anggota BHTC yang ada di
lokasi menerima SMS dari Ketua IMTY yang isinya menyatakan bahwa "IMTY tidak
dapat melakukan penjemputan bila ada anggota HTML di lokasi."

Selang 5 menit kemudian datang lagi satu orang IMTY namun perlakuan tidak
jauh berbeda. Mensikapi hal ini kami yang ada di tempat kejadian hanya
tersenyum dan berusaha berlapang hati untuk tidak menindaklanjuti
permasalahan tersebut.

Sayangnya, ternyata "kekejaman" IMTY tidak berhenti sampai di situ. Pada
hari Sabtu malam, tanggal 19 Agustus, 2 orang dari BHTC, 9 orang dari HTML
Jaktim, 2 orang dari HTML Depok, dan 10 orang dari HTML Yogja, melakukan
pertemuan di Jalan Monjali. Dari sana ke-23 bikers tersebut menuju kawasan
Telaga Puteri Kaliurang untuk beramah tamah.

Sekitar pukul 23.00 WIB, rombongan bersepakat untuk mengunjungi IMTY,
sekedar berpamitan dan bersopan santun karena mereka telah mengetahui
keberadaan kami di Yogja. Dengan penuh semangat dan membawa jiwa
brotherhood, rombongan tiba di lokasi Kopdar IMTY di depan Hotel Santika,
Jl. Jend. Sudirman.

Tanpa disangka dan diduga sebelumnya, sambutan personil IMTY sungguh sangat
menyakitkan hati. Sebelum sempat parkir pun, beberapa personil IMTY
membentak dengan suara yang cukup keras agar rombongan kami terus jalan dan
tidak boleh berhenti. Masih dengan senyum dan berusaha untuk berjiwa besar,
rombongan kami tetap berhenti dan parkir persis di sebelah kanan mereka.
Kemudian 2 orang anggota BHTC, bersama 1 orang dari HTML Jaktim (Bro Army)
dan 1 orang dari HTML Yogja (Bro Yuda) mendekati para personil IMTY yang
sedang berkumpul.

Baru sempat bersalaman dengan 3 orang anggota IMTY (dengan sambutan raut
wajah yang sangat tidak ramah), Bro Yuda memberitahu sepertinya para
personil IMTY sedang rapat, sehingga perwakilan tersebut memutuskan untuk
menunda berjabat tangan lebih lanjut dan menunggu mereka selesai rapat.

Selama menunggu, ada 2 orang bikers asal Banyuwangi yang kebetulan baru
datang dan mengajak berkenalan serta berfoto bersama (sedikit pengobat hati
di antara kerasnya usaha kami menahan kegeraman, sekaligus sebagai saksi
hidup perlakuan kasar IMTY terhadap rombongan kami).

Kurang lebih 15 menit rombongan menunggu dengan sabar, tanpa ada satu orang
pun anggota IMTY yang menyapa meskipun jarak antara kami dengan mereka tidak
kurang dari 2 meter. Ketika rapat usai, dengan arogan, para personil IMTY
menuju motor masing-masing dan menggeber motornya keras-keras bersiap untuk
pergi, dengan raut muka marah dan berteriak-teriak menyuruh personil IMTY
untuk segera pergi.

Kami yang melihat gelagat yang makin tidak menyenangkan, tetap berbesar
hati, sesegera mungkin mendatangi Bro Hamzah, Ketua IMTY untuk menyampaikan
maksud kedatangan kami yang sekedar ingin berpamitan dan bersopan santun.
Akhirnya Sang Ketua secara individu mau menerima jabat tangan kami dan
berterima kasih, namun berdalih bahwa IMTY akan segera pergi (rolling
thunder atau entah pergi ke mana, tidak jelas).

Pada saat perwakilan kami tersebut sedang berbicara dengan sang Ketua IMTY,
dengan sangat tidak sopannya beberapa anggota IMTY kembali berteriak-teriak
"Cepat! Cepat!" sambil terus menggeber-geber motor mereka. Padahal durasi
perbincangan itu tidak lebih dari 5 menit saja.

The End of The Story:
Seluruh anggota IMTY pergi meninggalkan lokasi dengan motor yang dipacu
seperti akan balapan, jangankan beramah tamah, tersenyum pun tidak. Dan
kami, rombongan gabungan dari Banten, Depok, dan Jakarta, hanya dapat
mengelus dada dan makin bangga bahwa kami cukup dapat bersikap jauh lebih
dewasa.

Terlepas dari apapun permasalahan yang diangkat oleh IMTY, sikap mereka
sangat jauh dari semangat brotherhood yang dijunjung oleh seluruh bikers
Indonesia.

HTML memang bukan klub, namun diakjui sebagai komunitas terbesar, bila ini
yang menjadi alasan sikap mereka, di rombongan tersebut ada beberapa anggota
klub Tiger dan non-Tiger. Jadi apakah alasan tersebut masih dapat
dipertanggungjawabkan??? Apapun bentuk perkumpulannya, seharusnya tidak ada
diskriminasi kepada siapa pun. Apalagi HTML dan klub Tiger lainnya memiliki
satu kesamaan dasar: sesama pengendara motor Tiger.

Jangankan dengan sesama pengendara motor Tiger, dengan pengendara motor
lainpun semangat brotherhood harus senantiasa dijaga, seperti yang selama
ini terjadi di Jakarta khususnya. Terlepas dari segala bentuk permasalahan,
terlepas dari segala bentuk perdebatan, terlepas dari segala perbedaan,
personil HTML tidak pernah diperlakukan seperti yang diperlakukan IMTY oleh
klub motor manapun di Jakarta. Bertemu di jalan tetap saling mengklakson,
bertemu di lokasi kopdar tetap berjabat tangan dengan senyum, bahkan sering
kali klub motor di Jakarta baik Tiger maupun non-Tiger saling kunjung
mengunjungi dengan personil HTML.

Bahkan dalam perjalanan pulang kembali ke Jakarta, salah satu anggota
rombongan mendapat kecelakaan di jalan, kemudian ditolong oleh 2 orang
anggota TJT (Tiger Jakarta Timur) yang lewat (Thanks Bro! Bravo for you
both!). Lalu apa buktinya kalau anggota klub dan anggota komunitas harus
bermusuhan????

Saya, Ari Army, secara individu sungguh sangat menyesali dan sangat malu
atas kejadian tersebut. Aaya adalah asli orang Yogja, dan saya sangat tidak
terima sikap seperti itu terjadi di tanah kelahiran saya.

Note for IMTY members:

Seandainya Anda ada di Jakarta atau di tempat lain mengalami masalah,
membutuhkan pertolongan dan kebetulan ada anggota HTML di situ, akankah
kekasaran itu tetap Anda pertahankan??? Siapa yang menanam akan menuai,
Bung!!!!

Gejala jiwa brotherhood bikers Indonesia mulai terpecah belah. Memang, masih
terlalu dini untuk menilai seperti itu. Semoga tragedi IMTY tersebut menjadi
kasus yang terakhir yang terjadi di dunia bikers Indonesia. Dan semoga
menjadi cermin bagi seluruh perkumpulan pengendara motor di seluruh
Indonesia. Klub, komunitas, organisasi, apapun bentuknya, jiwa brotherhood
harus tetap dijunjung tinggi dimana pun dan dengan siapa pun.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Situ nerima pesan ini karena Situ tergabung pada grup milist "Gerombolan
Liar Yamaha Scorpio" tanpa penyesalan.





--
Heru Herlambang
Galerinet Cybercafe Malang
http://mxrider.or.id/
http://mx135.multiply.com
milis: [EMAIL PROTECTED]. __._,_.___

======================================================================
MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/

- Posting     : email ke [email protected]
- Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED]
- Berhenti    : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Digest      : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Bouncing    : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2
- Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/
======================================================================
*** SAVE BANDWIDTH!,  Mohon buang message yang tidak diperlukan ***

Moderator [mxrider]





SPONSORED LINKS
Yamaha motorcycle part Yamaha motorcycle accessory Yamaha motorcycle cover
Yamaha motorcycle battery Yamaha motorcycle part and accessory


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke