PT. REXTOR TECHNOLOGY INDONESIA
  Kampus Politeknik Batam, Parkway Street
  Batam Center, Batam Island, Indonesia 29464
   

    Dear customer
   
  CDI rextor adjustable khusus yamaha MX yang anda telah coba adalah versi 
prototype dengan casing sementara model lama. Jadi yang akan dikeluarkan dalam 
edisi komplet MX bukan yang seperti itu. Rextor mengakomodir banyak fitur mesin 
MX yang beberapa langkah lebih maju dibandingkan dengan rival mesin-mesin lain 
di kelas bebek. Cdi prototype yang rextor release untuk versi MX memang belum 
memiliki map pengapian mesin untuk putaran atas yang disempurnakan, jadi map 
tersebut semacam data pengapian yang dimasukkan/ diprogram dalam programmable 
CDI rextor.CDI MX standar memiliki beberapa keterbatasan akibat adanya limiter 
di 9500 rpm, juga dari hasil pengukuran diperoleh adanya blank area (daerah 
pengapian negativ) (dibahas dalam tabloid otoplus sekitar tiga minggu yang 
lalu) di daerah rpm bawah menengah karena proses komputasi software menggunakan 
TPS sebagai inputnya , konsentrasi awal riset rextor adalah memperbaiki 
keterbatasan daerah awal tersebut, dan memang di percobaan
 kami memperoleh adanya koreksi akselerasi yang lebih baik dibandingkan dengan 
CDI rival lainnya. Rextor merancang CDI MX menggunakan metode full akses TPS, 
artinya setiap posisi TPS memiliki map pengapian tersendiri, total map 
pengapian yang ditanam ke dalam CDI ini sejumlah 30 buah map pengapian untuk 
setiap 0.04 volt perubahan posisi tps. Area riset tersulit adalah menentukan 
data di daerah akselerasi karena melibatkan TPS sebagai sensor untuk pemilihan 
map tersebut dan itu yang kita lakukan sebelumnya, sedangkan untuk data map 
daerah RPM atas masih kita koreksi dengan dynotest lagi untuk persiapan 
produksi. 
   
  Beberapa fitur lain seperti 
    
   indikator hijau untuk menentukan TPS pada posisi ‘0’ (zero), jadi untuk 
memperoleh optimasi penggunaan CDI maka TPS karburator harus di set pada posisi 
Zero, dengan ditunjukkan oleh lampu hijau menyala ketika adjusting TPS, kondisi 
ini berlaku untuk keadaan throttle gas dilepas dan putaran mesin idle. Perlunya 
untuk menyesuaikan TPS posisi karena Cdi MX rextor benar-benar menggunakan TPS 
sebagai kontrol inputnya.   
   Indikator merah menunjukkan posisi pulser standar, untuk memajukan atau 
memundurkan posisi pulser awal dapat dilakukan dengan memutar dengan obeng 
kecil potentiometer biru tersebut, logika putar berlawanan dengan CDI 
adjustable biasa, kiri artinya retard, kanan artinya advance.   
   Indikator temperatur (sebelah kiri indikator netral), pada saat kunci kontak 
dinyalakan (power ON) maka CDI melakukan inisiasi awal dengan pengecekan semua 
fungsi mesin, ditunjukkan dengan nyalanya indikator temperatur ini. Jika 
diperoleh sensor suhu terlepas dari kabelnya atau rusak maka indikator ini akan 
berkedip terus dengan periode 2 detik. Sebaliknya jika sensor mesin OK maka 
indikator ini akan padam.   
   Fan function check, seperti halnya temperatur, pengguna dapat mengecheck 
fungsi Fan yang menjadi tumpuan mesin MX agar tidak mengalami overheat pada 
saat inisiasi awal, jadi power ON akan menyalakan fan selama 4 detik untuk 
mengecheck fungsi fan.   
   overheat indicator : jika mesin mengalami overheat, indikator temperature 
akan terus menyala dan kipas juga menyala, ini fitur standar CDI MX yang rextor 
juga masukkan dalam fitur CDI rextor. 
   
  Untuk manual instruction sementara belum kami susun, karena juga menunggu 
feedback dari para tester yang mencoba CDI MX prototype kami, mohon masukan dan 
ifor hasil percobaannya, ditunggu.
   
   
  Jack
   
   
   



       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke