Gak usah beli " Stun  Gun " BJ mendingan gak usah beli HP aja kan yg diRampas 
katanya HP doank........
  ----- Original Message ----- 
  From: Yanuarius W. Hadi 
  To: YRM ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: 2007-07-12 Thursday 11:10
  Subject: [mxrider] FW:(OOT MAHASISWA UNTAR DIBUNUH, DILEMPAR DARI KOPAJA)



  Hiiii, makin ngeri hidup di Jakarta nih. Kayaknya mesti beli stun – gun juga 
nih (senjata listrik itu lho). L





  Janu



  From: Felita [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Thursday, July 12, 2007 10:34 PM
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Subject: Fw: MAHASISWA UNTAR DIBUNUH, DILEMPAR DARI KOPAJA





  ----- Original Message ----- 

  From: Finkalia 

  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; yohanes andri 

  Sent: Thursday, July 12, 2007 10:11 AM

  Subject: Fw: MAHASISWA UNTAR DIBUNUH, DILEMPAR DARI KOPAJA





  ----- Forwarded Message ----
  From: Haryati <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Thursday, July 12, 2007 9:16:25 AM
  Subject: Fw: MAHASISWA UNTAR DIBUNUH, DILEMPAR DARI KOPAJA

  >> Mahasiwa Untar Dibunuh, Dilempar dari Kopaja Friday, 06 July 2007
  >> Jakarta - Surya
  >> 
  >> Mahasiswa Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta
  >> Heri Sunarga, 23, tewas di ujung belati kawanan penjahat
  >> jalanan yang merampoknya, Rabu (4/7) malam. Heri dirampok dan
  >> dibunuh di dalam bus Kopaja, serta dilemparkan ke
  >> Jl. Daan Mogot, di depan Gang Macan, Jelambar,
  >> Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
  >> 
  >> Awalnya, warga yang melihat mengira Heri terjatuh dari bus
  >> Kopaja 95 jurusan Rawabokor-Grogol. Mereka berniat menolong.
  >> Namun, begitu melihat tubuh Heri bersimbah darah karena luka
  >> tusukan, mereka urung menolong, dan melapor kepada petugas
  >> kepolisian Sektor Metro Tanjungduren, Jakarta Barat.
  >> 
  >> Belakangan diketahui, Heri korban perampokan sadis di bus kota.
  >> Ia dibunuh karena diduga mempertahankan telepon genggam yang
  >> diincar para penjahat tersebut.
  >> 
  >> Menurut Emil, 20, rekan kuliah Heri, malam itu Heri dalam
  >> perjalanan pulang setelah mengantarkan kekasihnya bernama
  >> Florensia alias Floren, 26.
  >> Floren tinggal di Perumahaan Daan Mogot Baru, Kalideres,
  >> sementara Heri warga Perumahan Greenville, Tanjungduren.
  >> 
  >> "Sebelumnya, Heri, Florensia dan dua adik Floren baru pulang
  >> dari rumah saya meminjam buku. Sekitar pukul 19.00 mereka
  >> pulang," tuturnya, Kamis (5/7).
  >> 
  >> Menurut Emil, Floren meminjam buku karena akan menghadapi ujian.
  >> Heri, Emil, dan Floren sama-sama menimba ilmu di Universitas
  >> Tarumanegara, di Jalan S. Parman, Grogol. Heri jurusan
  >> informatika, Floren jurusan ilmu kedokteran.
  >> 
  >> Setelah mendapatkan buku yang diperlukan, Heri mengantar
  >> Floren dan adik-adiknya kembali ke Perumahaan Daan Mogot Baru,
  >> Kalideres. Mereka naik mobil Karimun milik Floren.
  >> Tetapi Heri tidak mengantar Floren sampai rumah. Ia turun di
  >> depan Mal Daan Mogot, dan berencana untuk pulang ke Greenville.
  >> "Floren meminta Heri untuk naik busway, tapi dia menolak.
  >> Heri bilang akan naik  Kopaja saja," tutur Emil.
  >> 
  >> Keputusan Heri naik Kopaja membawa petaka. Emil menambahkan
  >> bahwa bus itu ternyata berisi para perampok. "Menurut Floren,
  >> Kopajanya sepi penumpang, sesal Emil.
  >> 
  >> Para penjahat tersebut hanya mengambil telepon seluler milik
  >> Heri, tidak mengambil uang di dalam dompet. "Uang dan isi
  >> dompetnya utuh. Polisi dapat menghubungi keluarga Heri
  >> berdasarkan identitas Heri yang ada di dompet," tutur Emil.
  >> 
  >> Polisi mengirimkan jenazah Heri ke Rumah Saki Cipto
  >> Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Kamis (5/7), jenazah Heri
  >> dipindahkan ke rumah duka di Jelambar.
  >> 
  >> warkot Surya  Online! [beta]
  >> http://www.surya.co.id/web
  >> Powered by Joomla! -  @copyright Copyright (C) 2005 Open Source Matters.
  >> All rights reserved  Generated: 9 July, 2007, 10:36
  >> 
  >> Sabtu 7 Juli 2007, Jam: 9:51:00
  >> ============================
  >> JAKARTA (Pos Kota) - Kasus  pembantaian sadis mahasiswa
  >> Universitas Tarumanegara (Untar) di atas Kopaja 95 berhasil
  >> diungkap tim Buser Polsek Tanjung Duren. Dalam penyergapan di
  >> daerah Rawa Bokor Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (6/7) malam,
  >> tiga tersangka roboh ditembak karena mencoba kabur dari
  >> kejaran petugas. Seorang menyerah.
  >> 
  >> Keempat pembantai Herry Sunargo, 23, mahasiswa jurusan
  >> informatika itu adalah tersangka Juster Nababan alias Ucok,
  >> 21, Taufik Hidayat, 23, Mardiansyah alias Aca Acol, 23,
  >> dan Rudi, 21, sopir tembak. Dari mereka disita Bis Kopaja
  >> B 7491 GD.
  >> 
  >> Herry Sunargo ditemukan tewas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat,
  >> di seberang Gang Macan, Rabu (5/7) malam. Di punggung dan dada
  >> korban terdapat lima luka tusuk. Handphone warga Green Ville
  >> itu hilang dirampas pelaku yang membuang mayat korban dari
  >> Kopaja 95.(Jumat, 7/7)
  >> 
  >> Kapolres Jakarta  Barat, Kombes Pol Drs Edward Syah Pernong SH,
  >> menjelaskan pihaknya membentuk tim khusus untuk mengejar para
  >> pelaku pembunuh Herry Sunargo, anak pertama dari tiga
  >> bersaudara keluarga David Wijaya warga Kompleks Green Ville,
  >> Duri Kepa, Jakarta Barat.
  >> 
  >> "Kami terpaksa menembak tiga tersangka karena kabur saat
  >> disergap di rumah kontrakan di daerah Rawa Bokor," tegas kapolres.
  >> Memang para pelaku selama ini meresahkan karena sudah
  >> berulangkali beraksi di atas angkutan umum.
  >> 
  >> Terungkapnya kasus pembunuhan sekaligus perampasan itu berawal
  >> dari keterangan beberapa saksi di tempat kejadian.
  >> Buser Polsek Tanjung Duren cepat mengamankan Pansen, 30,
  >> sopir batangan Kopaja B 7491 GD yang dipakai pelaku
  >> mengeksekusi Herry Sunargo. Lelaki yang ditangkap di daerah
  >> Rawa Buaya, Jakarta Barat itu kemudian menyebutkan bahwa
  >> kendaraannya dibawa oleh Rudi.
  >> 
  >> Selanjutnya secara berturut-turut, kurang dari sehari polisi
  >> menangkap Rudi di Pesing, Jakarta Barat, dan menyergap Juster
  >> Nababan alias Ucok, Taufik Hidayat, dan Mardiansyah alias Aca
  >> Acol di Rawa Bokor, Kalideres.
  >> Ketiga bandit sadis itu baru dibekuk setelah dibedil kakinya
  >> karena lari masuk ke rawa-rawa sekitar rumahnya.
  >> 
  >> Pengakuan Taufik Hidayat, yang merencanakan kejahatan itu
  >> adalah Ucok.
  >> "Korban kami habisi saat Kopaja berada di fly over Pesing
  >> arah Cengkareng - Grogol. Yang menusuk korban Ucok dan Aca Acol,
  >> saya hanya memukul wajah korban satu kali," papar Taufik
  >> Hidayat yang menyebutkan Kopaja waktu itu dikemudikan Rudi
  >> sopir tembak yang memang sengaja tidak membawa penumpang
  >> banyak karena sudah bersekongkol dengan para pelaku .
  >> 
  >> Sedangkan Aca Acol menjelaskan, ketika korban dibuang dari
  >> Kopaja kondisinya sudah sekarat."Korban masih sempat menarik
  >> baju saya, tapi akhirnya jatuh didorong teman-teman lainnya,"
  >> kata Aca Acol yang mengaku bahawa mereka hanya merampas
  >> handphone korban. Namun baik telepon genggam maupun pisau
  >> yang dipakai menusuk korban masih dicari.
  >> 
  >> Keluarga Herry Sunargo yang ditemui di rumah duka Jabar Agung
  >> Jelambar, Jakarta Barat, menyatakan terima kasih atas kerja
  >> keras  polisi."Mereka sadis sekali. Kalau hanya ingin handphone,
  >> kenapa harus membunuh anak saya," ungkap Ny. Linda Wijaya, 42,
  >> ibu kandung korban.
  >> 
  >> Ibu tiga anak itu menerangkan, malam itu sebelum kejadian ia
  >> sempat melayangkan pesan singkat ke handphone korban dengan
  >> maksud menanyakan putranya berada di mana. "Saya membalasnya,
  >> apakah mau dijemput. Tapi Herry membalas sms saya, tidak usah
  >> karena sudah naik Kopaja," tutur Ny.Linda Wijaya.
  >> Keluarga korban dan rekan-rekannya sesama mahasiswa ingin
  >> melihat tampang-tampang pembunuh di Polsek Tanjung Duren.
  >> 
  >> PERAMPOK DITANGKAP POLDA
  >> 
  >> Sementara itu, sebuah markas persembunyian perampok di daerah
  >> Kalideres, Jakarta Barat, Jumat dinihari digerebek petugas
  >> Reserse Polda Metro Jaya.
  >> 
  >> Kedua pelaku yang sudah ditahan Polda Metro Jaya adalah Yanto
  >> alias Babe dan Anan. Sedang lima orang lainnya tidak ditahan
  >> karena tidak cukup bukti.
  >> 
  >> Barang bukti berupa dua senjata api dan 14 pelurunya disita.
  >> Selain itu, petugas Kejahatan Keras Polda Metro Jaya juga
  >> menyita sejumlah barang elektronik dan berbagai peralatan
  >> untuk merampok milik komplotan ini, kata Kepala Satuan
  >> Kejahatan Keras Polda Metro Jaya AKBP Fadil Imron api.
  >> 
  >> 
  >> --- End of Forwarded Message ---
  >> 
  >>
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  >






------------------------------------------------------------------------------

  Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 



  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.10.4/897 - Release Date: 7/11/2007 
9:57 PM



  No virus found in this outgoing message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.10.4/897 - Release Date: 7/11/2007 
9:57 PM



   

Kirim email ke