MotoGP, Seri XIII, Misano, San Marino-Italia Dibanjiri Air Mata Rossi
Italia menangis. Air mata negara ini membanjiri sirkuit Misano, San Marino-Italia, kemarin. Paling deras mengucur dari dua mata Valentino Rossi. Pulang ke kampung halamannya, `The Doctor' justru sakit hati. Saaaaaakit, sekali! Kibaran bendera kuning ciri khas Rossi, justru bendera kematian seperti di Jakarta. Jika ada bendera kuning, tanda ada yang meninggal. Mesin baru YZR-M1 cuma bisa berkitir 5 putaran dari total 28 lap. Sebelumnya, mari bangga pada Sentul. Acung jempol deh buat sirkuit kebanggaan Indonesia itu. Meski terletak di Bogor yang berjuluk Kota Hujan, tohSentul gak pernah banjir kayak di Misano. Jumat (31/08) lalu, Misano seperti tergenang sebagian permukaan treknya. Bahkan garasi dan paddock seperti rumah di daerah Ciledug saat kebanjiran lalu. Itu akibat hujan, Sabtu. Nah, bicara air mata Rossi yang ditambah mata air dari langit Misano, tak lain dan tak bukan karena telatnya teknisi Yamaha bereaksi. Bayangin, Rossi baru pakai mesin anyar dengan katup pneumatik di seri XIII kemarin. Mesin yang baru usai dibangun seri XII di Brno dua minggu lalu ini, diharap mendongkrak power mesin lewat tambahan rpm. Yamaha berpikir seperti memasak telur, 15 menit kemudian masak. Tiga menit bisa juga, itu namanya telur setengah matang. Ini bukan STMJ alias susu telur madu jahe. Abis itu, tempur deh. Harapan itu terbuka ketika babak kualifikasi. Rossi hanya beda tipis dengan Ducati. Dia ke-2 QTT. Tapi, Yamaha lupa akan daya tahan mesin baru. Mereka hanya banyak coba sana-sini untuk dapat setelan kencang. Lupa uji ketahanan komponen pendukungnya. Namanya, juga panik. Akibatnya, sejak Rossi juara di Assen 4 seri lalu, ia cuma nambah 12 poin. Toh, Davide Brivio, direktur tim Fiat Yamaha menolak sebagai kegagalan pneumatik di YZR-M1. "Kami pakai mesin baru dan sialnya nggak beres. Tapi ini bukan karena teknologi pneumatik," bantah Brivio. Yang jelas, Rossi mengaku ada yang tidak beres. "Cuaca memang aneh. Saat latihan banjir dan panas pas balap. Aku harus menunggu, panas ban merata. Tapi, saat late brake keras di lap 5, tiba-tiba mesin tak bunyi. Semua senyap," papar Vale yang kini tertinggal 85 poin dari Casey Stoner. Kini doi boleh meratapi nasib atau nangis meraung karena mustahil kampiun 2007. Tapi jelas, katup pneumatik M1 belum siap. Mirip problem Suzuki di awal pakai katup sama. John Hopkins dan Chris Vermeulen sering gak finish. Tapi kini, liat hasilnya. Cuma duo Rizla Suzuki MotoGP ini menyaingi Stoner. Malah mereka melewati tim favorit Repsol Honda dan nempel Fiat Yamaha di klasemen tim. Di Misano kemarin, Rossi tampak ngoyo di awal lap. Ini membuat tekanan gas pneumatik naik. Plus suhu di trek 420 Celcius. So, besar kemungkinan ada kebocoran di saluran gas. Akibatnya, tekanan pendorong dan penarik klep gak sinkron. Alhasil, payung klep saling bertumbuk. Makanya mesin senyap. Yah, sesenyap, kans Rossi. "Kami belum pastikan. Butuh waktu untuk melihat kejadian sebenarnya," kilah Brivio. Sekarang, satu pilihan buat Rossi dan Yamaha, lupakan musim 2007. http://www.motorplus-online.com/articles.asp?id=11047
