Hayoo siapa aja yang bobotnya > 75kg ???
ngacung.....
todo SIBUEA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Konsumsi bensin sepeda motor kita ditentukan oleh beberapa faktor.
Beban angkut motor. Makin berat beban yang harus diangkut oleh motor,
termasuk pengendara sendiri, makin boros bensin yang dikonsumsi motor tersebut.
Logikanya, makin berat bebannya makin besar pula tenaga yang harus diproduksi
oleh mesin untuk menghela beban yang ada. Ini berarti, makin besar berat badan
si pengendara, makin dalam gas harus ditarik agar tenaga yang keluar lebih
besar. Jadi, bagi mereka yang berat badannya di bawah 75 kg bisa berbahagia
dengan konsumsi bensinya. Sementar yang berat badannya di atas 75 kg, termasuk
saya, harus mati-matian menurunkan berat badan.
Masih terkait dengan beban angkut, ukuran ban juga mempengaruhi konsumsi
bensin. Makin besar ukuran ban, makin besar pula tenaga yang harus dikeluarkan
oleh motor untuk memutar ban itu. Jadi, putaran gas pun makin dalam agar
kucuran bensin pun deras.
Jika kondisi mesin standar, tanpa ubahan, Anda berada dalam posisi aman.
Tapi, bila mesin sudah di modif, yah terserah Anda sendiri. Modifikasi mesin
pasti membawa konsekuensi konsumsi bensin yang boros.
Tekanan angin yang terlalu rendah, di bawah rekomendasi pabrik, pasti
membuat motor Anda boros. Ban yang tekanan anginnya rendah pasti tidak berputar
seringan ban yang tekanan anginya standar atau tinggi. Kenapa begitu? Karena
tekanan angin rendah membuat ban menjadi berat. Dikombinasikan dengan berat
motor dan beban angkut motor, maka totalnya menjadi lebih berat lagi. Mau
irit, maksimalkan tekanan angin ban. Tapi, hal ini akan mengorbankan stabilitas
motor, terutama dalam kecepatan tinggi. Kenapa tidak stabil? Makin tinggi
tekanang angin ban, makin bulat permukaan ban. Otomatis, tapak ban yang
menempel ke aspal semakin minim. Tekanan angin yang tinggi juga membahayakan
saat melakukan pengereman, motor sulit berhenti.
Kondisi rantai juga mempengaruhi konsumsi BB motor anda. Gantilah rantai dan
gir motor Anda sesuai jadwal waktu yang direkomendasikan pabrik. Roda motor
pasti sulit berputar baik apabila rantai dan girnya sudah aus. Mesin harus
bekerja dua kali lebih banyak dibandingkan biasanya hanya untuk melakukan satu
rotasi. Untuk MX, pabrik merekomendasikan penggantian rantai dan gir setiap
15.000 km, menurut buku manual.
Ingin motor terjaga keiritannya? Gantilah oli mesin secara teratur.
Tabloid Otomotif pernah melakukan pengujian untuk menemukan kecepatan
rata-rata ideal bagi konsumsi bahan bakar motor. Menurut mereka, kecepatan 50
km/jam adalah yang paling ideal untuk mesin 4 tak. Saya menerapkan hal ini dari
tahun 2000 hingga sekarang. Hasilnya? Tidak mengecewakan. Untuk kondisi jalanan
Jakarta yang semakin macet, 50 km/jam sudah sangat ideal sekali. Anda tidak
terlalu lambat, juga tidak terlalu cepat.
Semoga keterangan ini berguna bagi rekan-rekan yang membutuhkannya.
Salam,
Todo "El Cocodrilo"
----- Original Message ----
From: Jonet <[EMAIL PROTECTED]>
To: MXRC <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 6, 2008 12:52:44 PM
Subject: [mxrider] Konsumsi BBM Rata2 untuk MX
Dear Bros n Sistas,
Apakah ada yang tau standard konsumsi BBM untuk MX ini? Per Liternya menempuh
berapa kilometer ya? dengan penggunaan normal (jalannya ga dilambat2in) .
Jika MX saya konsumsi BBMnya sekitar 32 Km/liter apakah memang normal atau
termasuk boros ya?
YangLagiItung2Jaga2 BBMNaik.. ...
L. Jonet W
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
Dedi Ch
B 6235 KHF
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.