just intermezzo... ^_^
Artikel ini bagus banget buat direnungkan bahwa kita tuh bukan siapa2... banyak yang lebih bagus n hebat diluar sana.. so, jangan terlalu berlebihan.. "biasa-biasa aja"... o iya... menurut pengakuan penulis, tadinya tulisan2 ini cuma berada diblog-nya neng "miund"(sapaan sayang untuk sipenulis oleh orang yang kenal dekat sama dia) doang.. tapi sekarang tulisan2 pada blog-nya diterbitkan dalam bentuk buku dan hak cipta dilindungi oleh UU, yang isinya..."blablablabla"(g gak hafal isi pasal 44, UU no. 12 tahun 97 tentang hak cipta itu) karena g gak pinter nulis(apa2 juga gak pinter seh..), jadi artikel dibawah mewakili pengalaman pribadi g and temen g. dan anggap aja namanya Riko...(gile, itu sih nama benerannya... hehehehe..) jd gini... ceritanya mungkin dah beberapa tahun yg lalu.. waktu kul temen g pernah taruhan ama temennya, buat nyari temen sebanyak-banyaknya difriendlist friendster mereka masing2, dalam waktu yang udah ditentukan... siapa yang paling banyak, dia yang menang... singkat cerita, temeng tuh mulai hunting temen tuh diFS... baru aja nge-add beberapa org, masuk-lah msg di inbox temen g... kira2 isi pesan, artikulasi dan tanda bacanya kaya gini: "hehh!! siapa lu, pake nge-add gw segala??!!" "jlebbbb"... sok banget tuh orang... moga2 temen g gak trauma buat maen FS lagi... dan moga2 Tuhan juga mengampuni DOSA2nya orang yang nulis msg itu sehingga dapat beristirahat dgn tenang... Amin. wakakakakakkak.. =D jadi Alasan, kenapa g bela-belain buat ngetik tulisan gak penting ini secara manual dgn KEAHLIAN mengetik "sebelas" jari g, yang memakan waktu 2 hari 2 malem, disela-sela kerjaan yg menumpuk adalah... nice article! jd harus g share... =) Buku ini, copywrite from : GOKIL, sebuah kompilasi kedodolan. karya : Asmara Letzia wreksono (gila.. g gak nahan ama nama aslinya!! wingit banget... hihihihihi.. ) penerbit : RAHAT BOOKS Cetakan I : Mei 2007 Genre buku : Mislead, but meaningful... Harga buku : Sumpah, g gak tau! coz, buku ini boleh minjem, 3 hr yg lalu dr temen g... hihihihihi... =D Fyi, masih ingat tentang TEORI KONSPIRASI serial UNYIL yang sempet mencuat kemilis?? g baru tau kalo ternyata penulis "teori dodol" itu yang nulis buku ini.... pantesan, sableng! wakakakakakaka.. =D berikut cuplikan keluhan "sang blogger"... Kemarin saya bertelepon dengan seorang teman. Here's how it went: - "Und(penulis nama panggilannya miund), lu inget si****?" + "inget lah. Emang kenapa?" - "kayanya dia mau cerai dhe.." + "serius loe? kenapa?" - "engga tau, katanya seh udah lama ada problem..." + "ah no wonder, statusnya di friendster juga udah ganti." - "oya? Ganti 'single'?" + Engga. Open marriage. Awalnya g juga rada curiga, tapi gak tau dhe..." Pada saat mengucapkan kalimat itu, saya tersadar betapa teknologi sudah memasuki kehidupan kita, bahkan yang paling peribadi sekalipun. Betapa friendster dan ajang serupa sudah seolah mendikte kita tentang keadaan hidup kita yang sesungguhnya. Kalau kita ingat2 masa mewabahnya internet beberapa tahun yang lalu, pertanyaan paling pribadi yang tampil dalam bentuk kolom2 dilayar monitor hanya berkisar jenis kelamin, tanggal lahir dan kode pertanyaan kalau-kalu kita lupa password. Sekarang, pertanyaan yang tampil lebih pribadi lagi: interests, school, affiliation bahkan status. Dan yang paling ngeri, terakhir ini tampil untuk dilihat oleh semua orang didunia. OK memang tidak SEMUA, hanya dari teman2 derajat kedua atau ketigayang notabene sudah masuk decimal tiga alias ribuan. Jadi dengan kemampuan matematika yang sangat mediocre, orang2 seperti saya pun dapat dengan mudah mengkalkulasikan berapa ribu orang yang mendadak tahu tentang kehidupan pribadi kita, simply by peeking at your current status. Hell. Lalu saya berpikir kembali tentang berapa banyak situs yang memfasilitasi hal2 seperti ini. Friendster, Hi5, blogdrive, blogspot, facebook. semua seolah disiapkan untuk orang2 sibuk seperti saya, yang kadang sudah tidak punya waktu untuk confide pada teman2 terdekat. Kalimat "hey gue mau curhat nehh", sekarang sudah tergantikan dengan, "Liat diblog g dhe." atau "gue baru nulis diblog, tell me what you think." lagi2 dunia maya... hmmmm... Seorang teman bahkan posting dibulletin board friendster dan isinya sungguh irritating menurut saya. Dan bilang begini: "teman-teman, masih ada sisa sekitar 10 space di friendster saya. Sungguh berat rasanya mengatakan ini, tapi saya tidak berencana untuk membuat cabang yang kedua atau ketiga, karena saya tak mungkin dapat me-maintain semua teman saya dengan cara seperti itu. Jadi, segera kirim pesan kesaya, supaya saya tahu mana friends yang harus saya delete dan mana teman yang ingin ada di friendslist saya." Who does she think she is??!! Situ OK?? Begitu sebalnya, saya langsung mengirim pesan kepada sipenulis. Isinya begini: "non, delete saya aja dhe. Toh tanpa friendster, kita masih temenan kalau memang niat." Begitu kuatnya-kah dan sebegitu pentingnya-kah sebuah friendster bagi Dia? Who cares if we don't meet online? Mendadak kertas surat, amplop, dan perangko bahkan telepon jadi usang seolah tidak berfungsi lagi diera friendster tolol ini. And I hate that. Fakta memang meyakitkan ketika kita mengakui bahwa kita sudah terlanjur dimanja dengan kemudahan2 maya. Kita lupa bahwa diluar kubikel kantor yang sempit masih banyak individu, event dikunjungi dan dirasakan. Saya pecandu friendster, dan rasanya saya tak dapat hidup jika tidak mamandangi lay out abu-abu putih berisi berbagai foto yang memuat tampang teman2 saya barang sehari saja. Tetapi, come on, apakah tidak ada lagi yang lebih menarik daripada menongkrongi bahkan sampai memikirkan gila-gilaan apa perasaan teman yang hendak didelete namanya sampai harus mem-post pesan ultimatum tak penting seperti diatas?? Man, we're living in the age of technology, but we have to remind ourselves everyday that we were NOT created through technology. Biasa-biasa aja dhe, nggak perlu berlebihan. Kita dilahirkan karena dua orang saling mencintai, bukan karena ayah meng-add ibu kedalam friendslist-nya atau sebaliknya. Kita dilahirkan karena sperma bertemu ovum , bukan pesona blog menembus membran otak. (salut.. kata2 paling keren yg pernah g denger... kok bisa yah kepikiran buat ngucapin kata2 ini??!! hehehehehehehe..) Manjadi naturalistic bukanlah solusi menghadapi fenomena ini. Tetapi masih banyak cara lain diluar sana untuk menambah teman sebanyak-banyaknya. Mari berjalan bersisian dengan teknologi. Kenalan, ngopi-ngopi sambil ngobrol, lalu add partner ngopi kita di friendslist supaya kita tidak melupakan mereka the next time we bump into each other. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Bukan kenalan OL, add sana sini, baru ngajak ketemuan di sebuah offline gathering yang sarat dentuman ritmis dari meja DJ. Talking about impersonal shit! Kembali keteman saya , the future divorcee, I feel so sorry for Her. Mingkin kini dampak friendster akan berubah baginya bukan ajang ketemu teman lama lagi, dan bukan sarana komunikasi antar relasi, tetapi biro jodoh mendadak. I don't blame her for that. Sepertinya that's all for now, karena bila saya menghabiskan 5 menit lagi disini, I won't be true to my word. I'd just be the internet geek who's having a major PMS. And I don't want to be that person. HA! cool, ha???!... ^_~
