duh Jimmmm..jimmmm... mbok jangan OOT terus toh... pusing neh bacanya...
artikel otomotif nya mana??

:((

Pada 8 Mei 2008 15:51, jimmi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>    Pidato Steve Job, pendiri Apple dan Pixar
>
>  *Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: "Stay Hungry.
> Stay Foolish"*
>
> Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus
> dari salah satu* universitas terbaik* di dunia. Saya tidak pernah selesai
> kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini
> saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu
> banyak. Cukup tiga.
>
> *Cerita Pertama**: Menghubungkan Titik-Titik*
> Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya
> tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus
> kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. *Ibu kandung
> *saya adalah mahasiswi belia yang *hamil karena "kecelakaan" *dan
> memberikan saya kepada seseorang untuk *diadopsi.*
>
> Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya
> pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara
> dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka *berubah
> pikiran bayi perempuan* karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang
> ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari
> seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda
> berminat? Mereka menjawab:
> "Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak
> pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak
> menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan
> kemudian, setelah orang tua saya *berjanji akan menyekolahkan saya sampai
> perguruan tinggi.*
>
> Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya
> memilih *universitas *yang hampir *sama mahalnya dengan Stanford*,
> sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-*habis
> untuk biaya kuliah*. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.
> Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana
> kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh
> tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun
> memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya
> menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang
> pernah saya ambil.
>
> Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya
> minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak
> selalu menyenangka n. Saya tidak punya kamar kos sehingga *nebeng tidur*di 
> lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar
> dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil
> melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat *makanan enak di biara
> Hare Krishna*. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu
> karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat
> berharga. Saya beri Anda satu contoh:
>
> *Reed** College* mungkin waktu itu adalah yang *terbaik* di AS dalam hal *
> kaligrafi*. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk
> ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus
> mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna
> mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf *serif dan san serif*,
> membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang
> hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni
> yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
>
> Saat itu sama sekali* tidak terlihat manfaat *kaligrafi bagi kehidupan
> saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami *mendisain komputer
> Macintosh *yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer
> pertama yang *bertipografi cantik*. Seandainya saya tidak DO dan mengambil
> kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang
> beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena *Windows menjiplak Mac*, maka
> tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak
> berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi
> yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu
> saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi
> gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik
> dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke
> belakang. Jadi, Anda harus percaya
> bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang.
> Anda harus *percaya dengan intuisi,*
> *takdir, jalan hidup, karma Anda*, atau istilah apa pun lainnya.
> Pendekatan ini efektif dan membuat banyak
> perbedaan dalam kehidupan saya.
>
> *Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.*
> Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. *Woz* dan
> saya mengawali *Apple di garasi *orang tua saya ketika saya berumur 20
> tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya
> kami berdua menjadi *perusahaan 2 milyar dolar *dengan *4000 karyawan*.
> Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-*Macintosh*- satu tahun
> sebelumnya, dan saya baru menginjak *usia 30*. Dan *saya dipecat.*
>
>
> Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah,
> itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang
> saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.
> Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul 
> *perbedaan
> dalam visi *kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris
> ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
>
> Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa
> saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian,
> saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan
> banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan.
> Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas
> keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir
> untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul
> kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple
> sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta.
> Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak
> melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple
> adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses
> tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak
> jelas. Hal itu
> mengantarkan saya pada *periode paling kreatif dalam hidup saya*.
>
> Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama *NeXT*,
> lalu* Pixar*, dan *jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian
> menjadi istri *saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan *film
> animasi* komputer pertama, *Toy Story*, dan sekarang merupakan studio
> animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang
> menakjubkan, *Apple membeli NeXT*, dan saya *kembali lagi ke Apple*, dan
> teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan
> kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya
> yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.
> Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala
> kehidupan menimpakan* batu ke kepala Anda*. Jangan kehilangan kepercayaan.
> Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena
> saya *menyukai apa yang saya lakukan*. Anda harus menemukan apa yang Anda
> sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda.
> Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan
> sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda
> hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum
> menemukannya, *teruslah mencari. Jangan menyerah*. Hati Anda akan
> mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan
> hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah
> mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
>
> *Cerita Ketiga Saya: Kematian*
> Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi:
> "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka
> suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan
> semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin
> setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir
> saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila
> jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya
> harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting
> yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir
> segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau
> gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang
> tetap ada. *Mengingat kematian *adalah cara terbaik yang saya tahu untuk
> menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak
> memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata
> hati Anda.
>
> Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani
> scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor
> pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan
> kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati.
> Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya
> pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal
> dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak
> Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh
> tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi
> keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan *selamat tinggal*.
> Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut.
> Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan
> lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor.
> Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika
> melihat selnya di bawah mikroskop, *para dokter menangis *mengetahui bahwa
> jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun *bisa diatasi
> dengan operasi*. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah *rekor
> terdekat saya dengan kematian *dan berharap terus begitu hingga beberapa
> dekade lagi.
>
> Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan
> yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran,* kematian adalah hal yang
> berguna*:Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk
> surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, *kematian pasti
> menghampiri kita*. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus
> demikian, karena *kematian adalah buah terbaik dari kehidupan*. Kematian
> membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan
> yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
>
> Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang
> lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil
> pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga
> tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, *miliki keberanian
> untuk mengikuti kata hati dan intuisi* Anda, maka Anda pun akan sampai
> pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
>
> Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "*The Whole
> Earth Catalog*", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku
> itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh
> dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan
> sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan
> desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan
> kamera polaroid. Mungkin *seperti Google* dalam bentuk kertas, 35 tahun
> sebelum kelahiran Google: isinya* padat dengan tips-tips ideal* dan
> ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa
> edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka
> membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia
> Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di
> pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya
> ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan Pernah Puas.
> SelaluMerasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan
> mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya
> begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru,
> saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish. (Diterjemahkan
> oleh *Dewi Sri Takarini*, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia)
>
>
>
> __________ NOD32 3028 (20080415) Information __________
>
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.com
>  
>



-- 
Heru Herlambang
www.geraihosting.com - Hostingnya Blogger dan CMS Mania.
www.writemethecode.com - Template Development and Converter.
www.vandenito.com - Web and Multimedia Stock
www.webito.web.id - Code Development and Application Service Provider
www.masheru.web.id - My Personal Blog Journey.
www.mxrider.or.id - Yamaha Jupiter MX135LC Rider's Community
http://mx135.multiply.com
milis: [EMAIL PROTECTED]
KSNET Port Malang (Internet Service Provider)

Kirim email ke