Dari milis sebelah...
Semoga menjadi jelas adanya...

| Dion | B 6165 NDC | "Ride Safe!" |
"Concentrate on nothing but performance, quality, and fit... the business 
will come."

----- Original Message ----- 
From: Danang
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, May 23, 2008 3:39 PM
Subject: [id-motor] Moge & Jalur Merah Putih 2008


Tulisan ini di buat untuk menanggapi berita terutama di Harian JAWA POS pada 
hari Jum'at 16/5/2008, halaman OPINI.

--------

MOGE & JALUR MERAH PUTIH
oleh : Danang (peserta JMP 2008)

Beberapa minggu terakhir, media massa ramai memberitakan adanya arak-arakan 
moge yang bertajuk “JALUR MERAH PUTIH” (yang selanjutnya akan disingkat 
JMP). Banyak yang memandang sinis konvoi moge ini, termasuk mempertanyakan 
esensi kegiatan tersebut dengan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional. Apalagi 
konvoi tersebut juga sempat memacetkan beberapa ruas jalan protokol di 
berbagai kota yang di singgahinya.

Beberapa nada sinis tersebut antara lain diijinkannya konvoi moge JMP 
memasuki Tol, dengan pengawalan kelas VVIP pula, serta nada sinis yang 
mengaitkannya dengan sikap tidak sensitif orang-orang besar dan berpunya 
(the have) terhadap rakyat kecil yang hidupnya sedang susah menunggu 
kenaikan BBM.

Sudah sejak lama saya mendengar nada-nada seperti itu, bahkan jauh sebelum 
JMP ini diselenggarakan. Pemberitaan media pun serasa tidak berimbang, hanya 
lebih mengedepankan unsur-unsur negatif ber-moge daripada unsur-unsur 
positif-nya. Padahal ber-moge adalah salah satu hobi, sama seperti hobi yang 
lainnya seperti bersepeda pancal pagi-pagi, koleksi prangko, memancing ikan 
dan lain-lainnya. Pemberitaan-pemberitaan negatif tersebut juga ikut memicu 
kesenjangan sosial dan meresahkan masyarakat.

Konvoi Moge JMP ini murni merupakan ide dari Almarhum Sophan Sophiaan, 
seorang nasionalis yang juga termasuk salah satu ‘bikers’ moge yang 
menginginkan hal-hal positif yang dilakukan oleh para ‘bikers’ moge untuk 
turut serta meramaikan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, meniru jejak 
negara tetangga kita yaitu Malaysia yang sukses menggelar Jalur Gemilang.

Route JMP ini pun direncanakan berjalan selama 9 hari juga melintasi 
tempat-tempat bersejarah Bangsa Indonesia seperti Rengasdengklok, Tugu 
Pahlawan Surabaya, Taman Siswa yang didirikan Ki Hajar Dewantara di 
Jogjakarta dan lain-lain, serta memberikan bantuan pendidikan dan gizi buruk 
di masing-masing kota yang di singgahi (total 13 kota) selama kurun waktu 9 
hari tersebut. Para peserta yang mengikuti JMP ini kurang lebih 240-an 
‘bikers’ moge yang bukan hanya tipe Harley Davidson (termasuk saya) dan 
30-an peserta undangan dari negara-negara tetangga.

Para peserta JMP dituntut untuk selalu menghormati bendera Merah Putih yang 
berkibar, mampu menyanyikan lagu-lagu kebangsaan (Indonesia Raya, Merah 
Putih, Berkibarlah Benderaku dll) sehingga dapat menumbuhkan kembali rasa 
nasionalisme para ‘bikers’ moge yang menurut Almarhum Sophan Sophiaan hampir 
hilang seiring waktu.

Dikarenakan banyaknya jumlah peserta maka pihak panitia penyelenggara yang 
diketuai langsung oleh Almarhum Sophan Sophiaan yaitu gabungan dari IMBI 
(Ikatan Motor Besar Indonesia), HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) dan 
HOG (Harley Owners Group) mengajukan ijin resmi kepada Presiden RI, melalui 
departemen perhubungan RI untuk dapat melintasi jalan tol pada daerah-daerah 
yang memiliki jalan tol, untuk mengurangi beban kemacetan yang terjadi 
apabila konvoi JMP melintasi jalan raya mengingat JMP juga sudah ditetapkan 
Presiden RI termasuk Event berskala Nasional, sehingga memungkinkan 
diijinkan untuk melintasi jalan tol. Sebenarnya tidak hanya moge saja yang 
diijinkan lewat tol, konvoi motor kecil maupun sepeda pancal pun bisa 
diijinkan melewati jalan tol jika sudah mendapatkan ijin resmi, apalagi 
termasuk bagian dari event nasional serta alasan-alasan lain apalagi akan 
dapat memacetkan jalan raya diluar jalan tol. Itu yang perlu diluruskan.

Pengawalan dari Polri pun dibutuhkan untuk menciptakan kelancaran JMP, 
apalagi jumlah peserta JMP yang berjumlah ratusan dengan beberapa tamu 
‘bikers’ dari negara tetangga, tentunya sangat rawan menimbulkan kemacetan 
jika tidak ada koordinasi dengan Polisi Lalu Lintas di daerah yang akan 
disinggahi maupun di lintasi.
Koordinasi juga dilakukan dengan beberapa SPBU (Stasiun Pengisian Bahan 
Bakar Umum) sehingga konvoi JMP hanya akan mengisi di satu SPBU setiap kota 
tertentu yang akan disinggahi, tidak menyebar sehingga mengurangi gangguan 
terhadap pengguna jalan umum yang akan mengisi BBM.

Namun apa daya, media massa tetap mengumandangkan sisi negatif saja, tanpa 
memberitakan beberapa hal positif yang telah dilakukan dan diusahakan oleh 
jajaran penyelenggara JMP ini.

Pemberitaan negatif media massa inilah yang dirasakan oleh Almarhum Sophan 
Sophiaan, bahkan ketika hari Kamis (15/5) di lokasi Tugu Pahlawan, Almarhum 
melihat saya dan beberapa rekan peserta JMP sedang membaca koran Jawa Pos 
bagian Metropolis edisi hari itu dan ikut nimbrung bertanya “Apa saja isi 
berita koran tentang JMP kita ini ? negatif atau positif ?” Saya pun 
menjawab “Netral saja Bang.... “ sembari menunjukkan berita tersebut untuk 
menghibur Almarhum yang hatinya sedang gundah akibat pemberitaan negatif di 
berbagai media sebelumnya.

Sampai saat saya membaca halaman OPINI di koran Jawa Pos keesokan hari-nya 
(Jum’at 16/5) dan saya yakin Almarhum juga membacanya dan mungkin juga 
menambah beban Almarhum Sophan Sophiaan selaku ketua panitia dan rombongan 
JMP ini. Hampir tidak ada pemberitaan positif seperti kepedulian terhadap 
sesama yang diwujudkan dengan bakti sosial di berbagai kota persinggahan, 
meningkatkan nasionalisme dengan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah 
bangsa Indonesia di jalur yang dilewati, apalagi pemberitaan positif tentang 
esensi JMP sendiri yang membangkitkan rasa nasionalisme diantara para 
‘bikers’ moge. Kalaupun ada, pemberitaan tersebut cuma 1% dari 99% berita 
negatif moge-ers, yang tentunya hal ini akan meningkatkan kecemburuan 
sosial.

Saya bersama beberapa rekan-rekan moge-ers selama mengikuti JMP, diberbagai 
kota persinggahan, ketika berhadapan dengan masyarakat yang bertanya tentang 
moge, selalu berusaha untuk menjawab bahwa mengendarai moge bagi kami 
seperti juga macam-macam hobi seperti memancing, bersepeda, mendaki gunung 
dll, bahkan ketika beberapa masyarakat ingin ber-foto bersama moge saya, 
saya pun sangat senang dan mengijinkannya, dengan harapan foto tersebut 
sebagai motivasi mereka untuk terpacu bangkit dan maju, sehingga mampu 
membeli moge maupun membeli apapun yang menjadi hobi/keinginan mereka atau 
mereka menjadi kritis terhadap produk-produk motor negeri kita yang 
kebanyakan seringkali tidak mengutamakan kualitas, hanya mengejar harga 
murah, dimanja subsidi BBM dan lainnya.

Semoga pengorbanan Almarhum Sophan Sophiaan yang tewas dalam kecelakaan 
tunggal bersama moge-nya pada JMP ini, seorang nasionalis, seorang bikers 
sejati, dalam mengupayakan banyak hal positif dalam bermoge menjadi 
inspirasi masyarakat, bahwa ‘bikers’ moge tidak semuanya arogan, tidak 
semuanya bersikap tidak sensitif.

Semoga pula pengorbanan Almarhum tersebut dapat sebagai pemicu awal bagi 
oknum-oknum ‘bikers’ moge yang arogan, yang kadang tidak taat aturan 
berlalu-lintas, untuk dapat memahami bagaimana pengorbanan seorang Sophan 
Sophiaan yang berani mengorbankan jiwa raganya, dalam usahanya membentuk 
citra positif bagaimana menjadi seorang bikers moge sejati. Semoga...



 


------------------------------------

======================================================================
MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/

- Posting     : email ke [email protected]
- Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED]
- Berhenti    : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Digest      : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Bouncing    : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2
- Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/
======================================================================
*** SAVE BANDWIDTH!,  Mohon buang message yang tidak diperlukan ***

Moderator [mxrider]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mxrider/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mxrider/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke