yaaa setuju banget, pendapat Om Heru top....
kebetulan saya juga kerja desebuah perusahaan EPC yang bergerak di bidang Oil & 
Gas, walaupun hanya kroco mumet doang
saya kadang ketika anak lg tidur, saya berfikir & merenung gimana nasibnya klw 
BBM Nergi kita abis....

  ----- Original Message ----- 
  From: heru herlambang 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, May 28, 2008 3:53 PM
  Subject: Re: [mxrider] Fw: [id-motor] Moge & Jalur Merah Putih 2008


  sebenarnya kalo mo ditelaah lagi secara sederhana, bahwa sumber daya alam 
tersebut kan masuk dalam kategori tidak dapat diperbarui, atau sekali pakai 
langsung habis, dan memang suatu saat akan habis, tinggal menunggu waktunya 
saja. seperti waktu alm. bokap masih kerja di kaltim, beliau bilang, bahwa 
cadangan gas kita di salah satu sumur tinggal 60thn lagi, saat itu ane masih 
usia 19 thn, kalo umur panjang, ane bisa ngeliat kita benar2 kehabisan sumber 
alam tersebut, dan mau tidak mau harus beralih dengna yang lain.
  Nah ini yang tidak di fikirkan orang kita , tidak hanya pejabat , anggota 
dewan, bahkan hingga rakyat miskin pun memang tidak bisa berfikir kesini, 
karena budaya kita dari jaman kolonialisme adalah bagaimana memanfaatkan sumber 
daya yang ada saat ini untuk makan hari ini bukan untuk di simpan / dihemat 
hingga bisa makan sampe 10thn berikutnya. inilah bedanya dengan negeri paman 
sam, mereka rela menyuntik ulang sumur2 tua yang telah mati dgn minyak yang 
dikumpulkan dari beberapa operator minyak negera mereka yang tersebar di 
seluruh penjuru dunia. mereka berfikir bahwa suatu saat, orang lain akan 
membeli dari kita (usa red.) atau orang lain kehabisan bbm maka kita jaya dan 
mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk kesekian ratus tahun lamanya.

  Sekali lagi.. sumber itu pasti HABiS.. percaya atau tidak, tp dengan berhemat 
atau memanfaatkan sumber daya lain, maka kita bisa selamat, yang jadi 
pertanyaan, apakah kita telah mempersiapkan diri untuk menghadapi itu semua 
dikemudian hari ataukah kita biarkan anak-cucu kita yang menyelesaikan masalah 
mereka sendiri jika kita tetap terpaku pada subsidi bbm yang pastinya entah 
kapan, entah periode kepemimpinan siapapun pasti tidak akan bisa 
menghindarinya, sekalipun saat ini para politisi lebih banyak berkoar-koar 
untuk tidak mencabut subsidi bbm dan tidak menaikkannya, namun ironisnya saat 
bbm naik dan kebutuhan pokok ikut naik, yang terjadi adalah tunjangan mereka 
mengalami penyesuaian, yah dengan alasan yang manusiawi bagi mereka bahwa 
kebutuhan pokok meningkat maka tunjangan kami harus meningkat pula, kalo dulu 
200jt sangat pas-pasan, dengan naikknya bbm, tentunya 200jt tidak lagi setara 
dengan s UMR (UPAH MAJELIS RAKYAT) yang berlaku. padahal dengna memangkas jatah 
APBN untuk mereka, besaran subsidi tentunya akan dapat menolong.... so guys, 
siapakah yang patut disalahkan?? ya kita semua, karena kita membiarkan hal itu 
terjadi dan merupakan hal yang wajar. bukankah mereka adalah wakil kita di 
kursi parlemen, yang seharusnya meng aspirasikan suara kami? bukannya lempar 
batu sembunyi tangan dengna memaksa pemerintah menurunkan harga BBM, sementara 
mereka sama sekali tidak terimbas efek itu :P , padahal dengna tunjangan mereka 
jika di pangkas 1 persen saja setiap bulan untuk membentu meringankan beban 
negara, tentunya hal itu tidak menutup kemungkinan keadaan ini lebih baik.

  Seperti halnya yang dilakukan korea selatan yang dulu terimbas krisis 
moneter, dimana rakyatnya berbondong-bondong mengisi kotak2 amal di tempat2 
perbelanjaan dan warung-warung makanan, yang kotak tersebut digunakan untuk 
menutupi utang-utang negaranya. jika kita seperti mereka tentunya indonesia 
akan menjadi tempat bernaung yang begitu kita idam-idamkan.....

  salam
  heru herlambang
  malang



  2008/5/28, Dani Ramdani <[EMAIL PROTECTED]>:

    Maaf ini pendapat orang awam yang ghak pernah ngerasain kuliahan
    klw menurut pendapat saya, mungkin pemerintah juga sangat & sangat ingin 
agar BBM ini tidak naik.
    dan mungkin masalah kenaikan BBM ini sudah dirapatkan entah sampai berapa 
kali & udah berapa orang yang terlibat dalam rapat itu,
    pemerintahan yang mana sih yang ingin rakyatnya menderita?
    mungkin dari jaman Pak Sukarno dahulu sampai sekarang, semuanya berjuang 
agar rakyatnya makmur
    terus permasalahan demo mahasiswa, mungkin kalau dari tujuan mereka kenapa 
berdemo
    bisa dipastikan banyak yang setuju
    tapi ketika masyarakat melihat apa yang terjadi & apa yang dilakukan para 
mahasiswa saat berdemo, itu yang disesalkan
    yang jadi korban disini adalah aparat, sudah pasti mungkin aparat juga 
mendukung tujuan dari demo para mahasiswa, namun mereka juga
    harus menjalankan tugas mereka sebagai aparat. Apakah aparat harus diam aja 
saat ada dari sebahagian mahasiswa melempar bom molotof,
    & apakah mereka harus berlindung terus dibalik tameng saat mereka dilempari 
bebatuan, saya membayangkan keluarga mereka dirumah saat
    melihat suaminya dilempari dengan bebatuan, kadang ada juga yang memukul 
dengan kayu...... gimana perasaan mereka yaaaa?

    benar kata Om Heru
    kita harus bangkit dari keterpurukan, tapi yang paling utama adalah 
keterpurukan moral
    saya acungin jempol 4 buat demonya pak Joko, karena menurut saya itupun 
bisa dibilang demo
    tapi demo dengan ilmu yang dia miliki, walau sekolahpun dia ghak lulus

    thk's
    dari yang menginginkan negara & rakyat Indonesia makmur, aman & makin 
berkembang




  -- 
  Heru Herlambang
  www.geraihosting.com - Hostingnya Blogger dan CMS Mania.
  www.writemethecode.com - Template Development and Converter.
  www.vandenito.com - Web and Multimedia Stock
  www.webito.web.id - Code Development and Application Service Provider
  www.masheru.web.id - My Personal Blog Journey.
  www.mxrider.or.id - Yamaha Jupiter MX135LC Rider's Community
  http://mx135.multiply.com
  milis: [EMAIL PROTECTED]
  KSNET Port Malang (Internet Service Provider) 

   

Kirim email ke