Beware, Serem lho.. True Story nih. Jangan pelihara anjing jenis pembunuh
kayak gini, Rottweiler masih satu jenis sama Doberman, Bulldog, Pitbull,
mereka sama2 anjing jenis penjaga dan pembunuh. Kadang di jadikan anjing
aduan. Anjing jenis ini hanya menghamba pada satu majikan, hanya satu orang
itu saja yg di turuti oleh anjing ini. Gue pernah "Berantem" ama bulldog,
alhasil paha kanan gue bolong digigit. Dan anjing gue punter kepalanya.
Daripada gue mati, mendingan anjingnya gue matiin.

Kalo pengin pelihara anjing, pilih anjing yang "ramah", pilih anjing2 yg
bisa diajak bermain. Terutama jika kita memiliki anak. Contoh: Bearded
Collie (lassie), German shepherd lebih dikenal dengan herder (tetapi mesti
waspada juga, anjing jenis herding ini bisa diajak bermain, tapi juga
memiliki pontensi bahaya), Labrador, St. Bernard, Golden Retreiver (anjing
paling jinak dan paling ramah). Kalo saya pelihara anjing afganistan
(berbulu lebat), lumayan galak dan berani, tapi tidak berbahaya. Denger2
dulu nenek moyangnya sering diajak berburu singa. Anjingnya juga tidak
terlalu besar tapi juga tidak kecil. Sedang2 saja. Penurut, gampang dilatih.

 

 

 

DJ

 

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Megawati Puteri
Sent: Friday, June 27, 2008 10:27 AM
Subject: [Ayahbunda-Online] FW: (INFO) Balita Tewas Dimakan Anjing

 


***********************
Your mail has been scanned by InterScan.
PT. AJ Central Asia Raya
06/27/08 10:26:27
***********-***********

Balita Tewas Dimakan Anjing 

Kamis 26 Juni 2008, Jam: 6:52:00 

JAKARTA (Pos Kota) - Tidak ada lagi canda dan tawa Amelia Handatani.
Balita
berusia 18 bulan yang akrab dipanggil Amel, anak pasangan Ny. Susan, 22,
dan
Ahmad Junaedi, 27, itu tewas mengerikan. Ia menemui ajal diterkam anjing
majikan ibunya yang bekerja di rumah Jalan Melati, RT 09/010, Kel.
Kapuk,
Jakarta Barat, Rabu (25/6) siang. 

Amel tewas dalam perjalanan ke RSUD Cengkareng dalam kondisi
mengenaskan. Leher
dan kepala balita ini luka menganga akibat gigitan anjing jenis Rott
Weiller
milik Ny. Patriacia, 46, majikan Ny. Susan, yang bekerja sebagai
pembantu di
rumah tersebut. 

Menurut Ny. Susan, ketika menggigit Amel, anjing yang diberi nama Spike
itu
tidak mau melepas tubuh balita itu. Ajing ganas ini baru mau melepas
gigitannya
setelah dijinakan Kenya Zulian, 18, anak Ny. Patriacia. Amel ditemukan
terkapar
di anak tangga loteng rumah tersebut. Akibat gigitan anjing, darah dari
luka
membasahi sekujur tubuh korban. 

Peristiwa mengerikan yang terjadi di depan matanya itu membuat Ny. Susan
histeris. Wanita beranak dua yang sudah 9 bulan bekerja di rumah Ny.
Patriacia
dengan gaji Rp 500 per bulan itu, menjerit memanggil nama anaknya
bungsunya.
Nyonya Susan merangkul tubuh Amel yang berlumuran darah. Wanita pembantu
ini
tak kuasa menahan tangis. 

Dalam waktu singkat, seisi rumah geger. Anjing ganas itu bergegas
diamankan
pemiliknya ke kamar. Tetangga yang mengetahui peristiwa sadis
berdatangan. Tak
beberapa lama, petugas Polsek Cengkareng datang ke lokasi kejadian.
Nyonya
Patriacia dibawa ke kantor polisi. Sedangkan mayat Amel dibawa ke rumah
duka di
Jalan Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat. " Nyonya Susan dan
suaminya
menolak anaknya diotopsi, " kata petugas.. 

Menghadapi musibah yang menimpa anak pembantunya, Ny. Patriacia, yang
saat
kejadian tidak berada di rumah, hanya bisa berdiam diri. Ia tidak
menduga
anjing peliharaannya bisa memangsa manusia. Kepada petugas, Ny.
Patriacia
menuturkan, anjing itu dibelinya dari kecil di daerah Sunter, Jakarta
Utara,
seharga Rp 2,5 juta. Anjing ini sudah 7 tahun bersama keluarga Ny.
Patriacia. 

" Dengan kejadian ini, kami sudah tidak mau lagi memelihara Spike.
Sebaiknya,
anjing ini disuntik mati saja Pak, " kata Ny. Patriacia kepada polisi
yang
memeriksanya. 

AMBIL PAKAIAN 
Nyonya Susan menjelaskan peristiwa tragis ini. Siang itu, pukul 13:45,
ia naik
ke loteng rumah untuk mengambil jemuran. Sebelum naik, istri Ahmad
Junaedi ini
meletakan Amel di anak tangga. " Saya tidak mengajak Amel ke loteng
karena
ada anjing di loteng. Anjing itu kelihatannya liar, " kata Ny.. Susan. 

Sewaktu mengambil pakaian yang dijemur di loteng , wanita asal Rangkas
Bitung,
Banten, menyaksikan bagaimana putrinya digigit anjing milik majikannya.
"Anjing itu menggigit leher anak saya dan membawanya ke loteng. Saya
berteriak-teriak . Anak saya baru terlepas dari gigitan setelah ditolong
anak
majikan," ujar istri. 

Mengetahui putrinya terluka di leher dan kepala, Ny. Susan langsung
memeluk dan
membawanya ke RSUD Cengkareng. Ayah Amel, Ahmad Junaedi yang bekerja
sebagai
awak bis, ketika datang ke kamar jenazah rumah sakit hanya bisa memeluk
mayat
putrinya. 

Nyonya Patriacia mengatakan, siang itu sehabis mengambil ijazah anaknya
Kenya
Zulian di SMU Al Huda Cengkareng, ia langsung pergi ke rumah saudaranya.
Di
rumah hanya ada pembantu dan anaknya Amel serta Kenya Zulian. Remaja
inilah
yang menolong melepaskan putrid Susan dari gigitan anjing piaraannya. 

Dijelaskan Patriacia, setiap harinya anjing itu sebenarnya jinak. Bahkan
yang
rajin memberinya makan adalah Susan. Tapi pada hari naas itu, Susan lupa
memberi makan karena banyak pekerjaan. Mungkin karena lapar anjing itu
menjadi
buas. 

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Dr Iza Fadri yang dihubungi Pos Kota,
Rabu
petang, menyatakan kasus ini tetap ditangani secara professional oleh
Polsek
Cengkareng. "Pemilik anjing diminta keterangan. Meskipun keluarga korban
menolak anaknya diotopsi, tapi polisi tetap meminta visum luar dari
dokter,"
ujar Iza Fadri. 

AMBIL ANJING 
Menanggapi adanya anjing menggigit balita hingga tewas, Edi Setiarto,
Kepala
Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Pemda DKI Jakarta, menegaskan,
pihaknya akan mengambil anjing tersebut untuk di bawa ke Pusat Observasi
Rabies
Ragunan. "Pemilik wajib menyerahkan anjing tersebut," katanya. 

Edy mengakui memelihara anjing di Jakarta tidak harus memiliki izin.
Hanya saja
sesuai dengan Perda tentang Pemeliharaan Hewan Rentan Rabies, bila
memelihara
anjing harus divaksin rabies. Langkah ini sejalan dengan Jakarta yang
bebas
rabies. 

Selain harus divaksin,anjing tidak boleh diliarkan, sehingga tidak
membahayakan
orang lain. "Bila anjing itu menggigit maka pemiliknya harus
bertanggung-
jawab.. Yang jelas anjing itu akan kami ambil untuk diobservasi,"
tandasnya. 

AKP DEWI: ROOTWEILLER GANAS 
Anjing jenis Rootweiller termasuk hewan ganas dan pendendam. Seharusnya
pemilik
anjing tidak melepas begitu saja hewan peliharannya dan harus mengenal
betul
jenis, sifat dan karakteristik hewan yang dipeliharanya. 

"Ada beberapa faktor kenapa anjing ini menjadi sadis dan buas, bisa
karena
pengaruh obat, terlambat vaksinasi dan sakit, atau terlambat memberi
makan
sehingga ia lapar," jelas Kanit Satwa Polda Metro Jaya, AKP Dewi yang
dihubungi Pos Kota. Ia terkejut mendengar peristiwa Rootweiller membunuh
balita. 

Tapi menurut Dewi bisa juga awalnya Rootweiller itu mengajak bercanda.
Hanya
saja ketika ia menggigit balita dan mencium bau darah, sifat buasnya
muncul. 

"Kalau Rootweiller sudah menyerang dengan buas, hampir bisa dipastikan
suatu
saat dia akan menyerang lagi. Jadi mohon maaf, lebih baik anjing itu
dieksekusi
saja." 

Rootweller milik Ny Patricia yang membunuh balita, temasuk tua karena
sudah
berusia 7 tahun dan seharusnya sudah penurut. 

Diuraikannya, jenis anjing asal Jerman itu pantang disakiti karena ia
akan
ingat betul dengan orang atau hewan yang menyakitinya lalu balas dendam.
"Begitu sadisnya, Rootweiller akan membanting-banting orang atau hewan
yang
digigitnya dan tak akan melepas gigitannya sebelum yang digigitnya itu
diam tak
bergerak," kata Dewi yang sudah tiga tahun menjadi Kanit Satwa dan
mengawasi
25 anjing pelacak berbagai jenis ini. 

HARUS DIIKAT 
Rootweiller jangan diberi daging mentah karena akan makin buas, hanya
diberi
dog food sehari dua kali. Anjing ini punya sifat penyerang, karena itu
seharusnya diikat terlebih bila tuannya tak ada di rumah. Untuk
menjinakkan
saat ia menggigit, matanya disemprot air sehingga gigitannya akan
mengendur. 

Banyak jenis anjing yang dipelihara warga entah untuk kepentingan
menjaga rumah
atau karena hobi. Bila sekedar hobi, lanjut Dewi lebih baik memilih
anjing jenis
lain seperti Golden atau Buldog. "Bentuk dan wajah Buldog memang buruk,
tapi
dia justru baik dan dekat dengan anak-anak." 

Dipesankan Dewi, bagi warga yang memelihara hewan jenis apa saja harus
mengenal
betul sifat dan karakteristik hewan yang dipeliharanya agar tidak
membahayakan. 



[Non-text portions of this message have been removed]

 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 0.0.0/0 - Release Date: 12:00 AM

<<image001.gif>>

<<image002.gif>>

Kirim email ke