Yamalube Gold itu SAE berapa yak?

| Dion | B 6165 NDC | "Ride Safe!" |
"Concentrate on nothing but performance, quality, and fit... the business will 
come."

  ----- Original Message ----- 
  From: hafid rafi 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 21, 2008 2:22 PM
  Subject: Balasan: [mxrider] Tips:memilih & menntukan kekenlan oli SAE utk 
motor


  terima kasih buat tipsnya

  dr pengalaman n pengetahuan anda yang pas buat jupe' mx kita pk oli apa?
  selama nie aku pk yamalube gold.
  apa da yang lebih baik?

  thx
  H 2007 QW
  hafid


  fuad muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          BELAJAR MEMAHAMI MAKNA DIBALIK 
          KODE SAE OLI MESIN UTK MOTOR


          Kekentalan merupakan salah satu sifat karakteristik fisik oli mesin 
yang sangat penting. Dalam istilah oli mesin kekentalan biasa dikenal sebagai 
viskositas. Sebenarnya viskositas ga sama dg kekntalan. 
          Tingkat kekentalan suatu oli mesin mengacu pada lembaga SAE 
berdasarkan table SAE J 300 th 1999.
          Ada sekitar 30 jenis kekentalan SAE yg dikenal selama ini, 
diantaranya seperti SAE SAE 40, SAE 10w, SAE 20w50,SAE 15w50,SAE 10w40,SAE 
15w40 dst.
          Selama ini mungkin para biker hanya tahu kalau tingkat SAE itu Cuma 
membedakan encer dan kentalnya suatu oli mesin. Padahal makna SAE sesungguhnya 
lebih dari itu …. Makna yg mungkin tidak terfikirkan selama ini…Makna yg justru 
paling menentukan bagi nasib kondisi mesin motor Anda!!!

          Pertanyaannya sekarang:
          Apa makna sesungguhnya dari kode SAE tsb? 
          Yg mana tingkat kekentalan oli mesin yg cocok utk motor? 
SAE20w50,10w40,15w40 atau 15w50?
          Benarkah kalau “tarikan enteng”pake oli encer, menandakan oli yg 
dipake cocok utk motor Kita?

          Sekarang mari kita coba bahas satu persatu tingkat kekentalan oli 
mesin yg ideal buat motor!!
          Umumnya tingkat kekentalan utk motor, bila dilihat dari kondisi iklim 
di Indonesia , performa mesin dan hasil pengujian,idealnya dapat dibagi 4 jenis 
yaitu: SAE 20w50, 10w40, 15w40, atau 15w50.
          Sekarang Kita lihat kelebihan dan kekurangan masing2 tk. SAE ini.

          -SAE20w50
          Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi 
suhu dingin -10 sd -15 C (kode 20w) dan pd suhu 150 c dg tk.kekentalan tertentu 
.
          Oli jenis ini relative kurang efisien dalm pemakain BBM namun sangat 
baik dlm perlindungan /perawatan mesin, khususnya utk kondisi jalan di Jakarta 
yg sering macet, jarang brjalan jauh ,polusi dan beban berat. Pd kondisi ini 
dikenal dg istilah “boundary lubrication”, dimana pada kondisi tsb. lapisan oli 
sangat tipis diantara celah mesin yg cenderung berpotensi terjadinya kontak 
antara logam dg logam.
          Oli jenis ini relative paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), 
diantara 3 jenis oli lainnya (minimal utk.oli mineral/semi sintetis 120, utk. 
sintetis 145) . Semakin banyak aditiv viscosity index improver ,semakin 
sensitif oli /kurang baik buat mesin motor -utamanya terhadap stress di gear.
          VI= ukuran kemampuan suatu oli mesin dalam menjaga kestabilan 
kekentalan oli mesin dalam rentang suhu dingan sampai tinggi. Semakin tinggi VI 
semakin baik kestabilan kekentalannya.Utk oli mobil, VI tinggi akan sangat baik 
dimesin. Utk motor bisa sebaliknya.

          -SAE15w50
          Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi 
suhu dingin (minus) -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 c dg tk.kekentalan 
tertentu .
          Jenis oli relative sama dg SAE20w50.Sedikit yg membedakan adalah 
sedikit lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20w50. (minimal utk.oli 
mineral 130, utk. sintetis 150) Semakin tinggi nilai VI artinya adlah semakin 
banyak pemakaian aditif peningkat angka VI. Utk motor hal ini sangat riskan. 
Aditif ini relative sensitif digunakan utk motor yg menyatukan oli mesin dan 
gigi (wet clutch).Artinya oli jenis ini relative lebih mudah berubah 
kekentalannya dibandingkan 20w50.

          -SAE10w40
          Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi 
suhu dingin -20 sd -25 C (kode 10w) dan suhu 150 C dg tk.kekentalan tertentu .
          Jenis Oli yg relative paling encer diantaranya ke3 jenis oli lainnya. 
Oli ini relative paling irit BBM, namun kurang baik dalam perlindungan mesin 
.Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat.(mis.sering dipake 
boncengan)
          Relatif sama dg SAE 15w50 , dalam hal pemakaian aditif peningkat 
angka VI. (minimal utk.oli mineral 130, utk. sintetis 150) Apakah berarti 
paling bagus?Belum tentu …!Semakin banyak kandungan aditif peningkat angka VI , 
semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif VI-nya dan berubah 
kekentalannya. Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya dipakai batasan sampai 
25-30% dari kekentalan awal /oli baru. Agak sulit memang indikatornya soalnya 
Cuma lab.yg bisa memastikan hal ini. 
          Kalaupun Anda ingin tetap memakai oli jenis ini, saran saya , 
perhatikan jarak pergantian olinya lebih awal. Kalau Anda merasa suara mesin 
sdh agak berbeda sedikit aja..cepet2 ganti dah.. 

          -SAE15w40
          Makna sesungguhnya : oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi 
suhu dingin -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dg tk.kekentalan tertentu .
          Nilai VI ,minimal utk.oli mineral 125, utk. sintetis 145.
          Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yg 
paling pas. Oli jenis ini relative paling stabil kekentalannya dibandingkan yg 
lainnya. Masalhnya oli jens ini jarang diaplikasikan utk motor. Biasanya jenis 
SAE ini, dipakai utk kendaraan jenis mesin disel, yg membutuhkan kestabilan 
kekekntalan dalam jarak jauh dan kondisi ekstrim pada mesin disel.
          sebagai tambahan aditif  Vi  adalah seny.kimia kopolimer -rantai 
panjang- yg mampu beradaptasi pd suhu rendah dan tinggi ttpi sensitif thd. 
stress di gear..


          Selain hal diats, hal yg terkait dg perlindungan mesin motor adalah 
factor tingkat kode API dan kode JASO MA.

          Jenis SAE lainnya sah2 saja dipake sejauh Anda tahu dan paham 
menyiasati oli tsb. Namun utk kondisi di Indonesia dan performa motor “wet 
clutch” , tingkat SAE diats ga ada salahnya-alias “kudu”- jadi prioritas 
pilihan Anda. Namun tentu semuanya kembali kepada Anda semuanya…mana menurut 
Anda yg palin cuocook utk tunggangan Anda….
          ttpi yg palig penting lagi dr semua hal diats proporsinal-lah dalam 
menyiasati oli mesin...

          Ok. Semoga bermanfaat… 






------------------------------------------------------------------------------
  Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
  Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan 
@rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!  

Kirim email ke