Dear All...
Saya punya artikel tentang obat nyamuk, walaupun saya tau gak ada obat
nyamuk yang aman tapi saya suka memakai salah satunya, abis gimana dong ?



DAMPAK BURUK OBAT NYAMUK

Maunya,sih, biar si kecil bisa tidur nyenyak tanpa gangguan nyamuk. Tapi
hati-hati, lo, ia masih rentan terhadap zat racun yang ditimbulkan obat
nyamuk

Nginggg...ngingg...nging... Siapa yang tak sebal dengan bunyi nyamuk di
malam hari. Tidur enak pun jadi terganggu karena denging suara dan
gigitannya. Apalagi untuk si kecil. Ia jadi terbangun karena digigit nyamuk,
kemudian menjadi rewel.
Nah, gara-gara tak ingin si kecil terganggu tidurnya, biasanya kita
menggunakan obat nyamuk. Entah yang dalam bentuk semprot, bakar, oles maupun
elektrik. "Pada prinsipnya semua obat nyamuk memiliki khasiat sama, untuk
membunuh dan mengusirnyamuk. Bedanya cuma dalam kemasan dan konsentrasi
bahan aktif atau zat racunnya," ujar dr.H. Bambang Supriyatno, Sp.A(K),
dokter konsultan paru-paru anak, dari FKUI / RSUPN Cipto Mangunkusumo,
Jakarta.
Tapi tahukah para Ibu dan Ayah bahwa obat nyamuk bisa menjadi "ancaman" buat
kita? Apalagi jika si kecil termasuk anak yang peka atau sensitif.

ANEKA RESIKO
Mengapa obat nyamuk berbahaya buat manusia? Sebab ia mengandung bahan aktif
yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif ini adalah Dichlorovynil
dimethyl phosfat (DDVP), Propoxur (Karbamat) dan Diethyltoluamide, yang
merupakan jenis insektisida pembunuh serangga.
Memang, seperti dijelaskan Bambang Supriyatno, yang juga berpraktek di
Klinik Anakku Cinere, tak semua bahan aktif tadi murni. Artinya, ada zat
tambahannya. "Entah itu pewarna, pengawet, ataupun pewangi. Jadi, seperti
ingridien dalam makanan. Campuran bahan tambahan tadi untuk memberi
wewangian tertentu, karena umumnya bahan aktif berbau kurang sedap." Nah,
asal tahu saja, bahan-bahan tambahan ini pun berdampak pula pada kesehatan.
Jadi, berlipat gandalah dampak buruk si obat nyamuk ini.
Racun nyamuk ditemukan pada semua jenis obat nyamuk. "Pada obat nyamuk
bakar, semprot, dan elektrik lebih cenderung untuk membunuh nyamuk.
Sedangkan pada obat nyamuk oles lebih pada pencegahannya, yaitu mengusir
nyamuk," jelas Bambang.
Kendati mengeluarkan zat racun yang sama, dosis masing-masing obat nyamuk
berbeda satu sama lain. Ditilik dari segi konsentrasi atau komposisi, bahan
aktif pada obat nyamuk terdiri dari konsentrasi ringan sampai berat. Dari
yang kurang toksid sampai yang lebih toksid.
Yang jelas, semua itu tergantung dari kadar konsentrasi racun dan jumlah
pemakaiannya. Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot
mungkin sedikit, tapi kalau disemprotkan berulang kali tentu kadarnya akan
bertambah banyak. Obat nyamuk yang memiliki kadar demikian mungkin bisa
mematikan nyamuk dengan cepat, tapi membahayakan kesehatan manusia.
Risiko terbesar terdapat pada obat nyamuk bakar karena secara langsung
mengeluarkan asap yang dapat terhirup. Sedangkan obat nyamuk semprot
berbentuk cair memiliki konsentrasi berbeda, karena cairan yang dikeluarkan
ini akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara obat
nyamuk elektrik lebih kecil lagi, karena bekerja dengan cara mengeluarkan
asap tapi dengan daya elektrik.
Dengan demikian, makin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau
yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu
kenyamanan manusia.
Umumnya bahan aktif yang dipakai pada obat nyamuk adalah yang cepat terurai
dan berdaya racun tinggi, dalam arti mematikan nyamuk dengan cepat. Namun,
pemakaian obat nyamuk yang tidak benar, dapat membahayakan kesehatan.
Seberapa jauh dampaknya tergantung pada jenis, jumlah, usia dan bahan
campurannya.

BATUK JADI PERTANDA
Bayi dan balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa
terjadi karena organ- organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya
belum baik, refleks batuknya pun belum baik, dan sebagainya. Bahkan, bisa
lebih berbahaya lagi pada anak yang alergi dan punya bakat asma.
"Bahan aktif dari obat nyamuk masuk ke dalam tubuh, baik melalui pernafasan
maupun kulit, ke peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh.
Ada yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain.
Nah, organ mana yang sensitif maka itulah yang akan terkena.Tentunya karena
obat nyamuk lebih pada hirupan maka yang paling berperan sekali adalah
pernafasan. Sementara kalau lewat kulit sangat tergantung pada daya
sensitifitas atau kepekaan kulit anaknya," jelas Bambang.

Jadi, gangguan-gangguan pada organ tubuh bisa saja terjadi, bila pemakaian
obat nyamuk tidak terkontrol sehingga dipakai dalam dosis yang berlebihan.
Anak yang punya alergi akan lebih menunjukkan reaksi. Terutama pada saluran
nafasnya. Ia akan lebih mudah batuk. Hal ini terjadi karena adanya gangguan
mekanisme pertahanan saluran nafas, yang diakibatkan bahan aktif yang
terhirup.
Pada saluran nafas itu terdapat suatu epitel atau pelapis saluran nafas.
Nah, epitel ini mempunyai silia seperti rambut getar yang berfungsi untuk
mengeluarkan sesuatu. Misalnya ada sekret (cairan lendir), benda asing yang
ada dalam saluran nafas. Benda ini mesti dikeluarkan ke atas dengan bantuan
silia yang menyapu seperti gelombang, karena bahan aktif tadi bukan kuman,
tapi merupakan zat-zat yang iritatif. Sel epitel tadi lebih mudah rusak
begitu pula dengan silianya. Jika keduanya rusak, benda-benda tadi tak dapat
disapu. Selain itu, sel-sel di bawah lapisan itu juga terkena sehingga
mengeluarkan lendir atau cairan kental. Akibat selanjutnya saluran nafas
jadi sedikit mengkerut, karena syaraf-syarafnya terganggu. "Karena epitel
dan silia rusak, tubuh berusaha untuk mengeluarkan sekret atau benda asing
tersebut secara aktif. Caranya dengan batuk. Keluhan inilah yang sering
terjadi," jelas Bambang.
Reaksi yang terjadi bisa cepat, bisa juga lambat. Pada anak yang sensitif
organ pernafasannya, reaksinya bisa saat itu juga atau timbul dalam beberapa
menit. Begitu terhirup bau obat nyamuk, ia langsung batuk-batuk. Tapi ada
juga yang setelah enam jam baru batuk-batuk. Obat nyamuk bisa juga menjadi
faktor pencetus asma. Dampak ini terlihat pada anak yang memiliki bakat
asma.
Lain lagi bila terjadi pada anak yang memiliki kulit sensitif. Bila terkena
bahan-bahan yang terkandung dalam obat nyamuk, terutama bahan tambahannya,
kulitnya akan kemerahan. Dan ketika digaruk akan timbul lecet dan mungkin
bisa menjadi eksim.


Cara Aman Memakai Obat Nyamuk oleh : dr.H. Bambang Supriyatno, Sp.A(K),
konsultan paru-paru anak, Klinik Anakku Cinere

* Obat Nyamuk Oles
Bersifat mencegah, yaitu mengusir nyamuk. Daya tahannya tergantung dari
masing-masing produk (mulai dari 4 hingga 8 jam). Biasanya batas waktu
tersebut dicantumkan dalam kemasan. Olesi bila anak mau tidur. Jika setelah
dipakaikan dan nyamuk tetap menempel berarti bahan aktifnya sudah tidak
berfungsi lagi. Karena obat nyamuk jenis ini berisiko menyerap bahan aktif
berlebihan melalui kulit, produk ini tidak dianjurkan digunakan pada anak di
bawah usia 4 tahun.

* Obat Nyamuk Semprot
Lakukan penyemprotan sekitar dua jam sebelum anak masuk ruangan atau kamar
tidur. Bila bau sudah tidak tercium lagi maka anak aman untuk masuk ruangan.
Hindari pula terkena bahan makanan atau yang bisa menyebabkan kontak
langsung dengan kulit.Tutup makanan atau minuman, alasi tempat tidur anak.
Jangan pula menyemprotkan obat nyamuk di kala anak sedang tidur.

* Obat Nyamuk Bakar
Tidak dianjurkan menggunakan obat nyamuk bakar sepanjang malam. Pemakaian
obat nyamuk bakar sama sekali tidak direkomendasikan, terutama pada anak
yang berkecenderungan asma.Selain asapnya dapat menyebabkan pedih di mata,
juga bisa menyebabkan batuk-batuk dan sesak nafas.
Bila menggunakan obat nyamuk ini, sebaiknya bakarlah kira-kira 6-8 jam
sebelumnya agar udara tidak langsung terhirup si kecil.

* Obat Nyamuk Elektrik
Seperti halnya obat nyamuk bakar, jenis elektrik juga tidak dianjurkan
digunakan sepanjang malam. Lebih baik dipasang beberapa jam menjelang anak
tidur. Matikan segera setelah anak tidur. Kendati dalam dosis kecil, obat
nyamuk jenis ini pun mengandung bahan aktif. Jadi, tetap saja berbahaya,
terutama pada anak yang sensitif dan peka.

Jurus Ampuh Usir Nyamuk oleh : dr.H. Bambang Supriyatno, Sp.A(K), konsultan
paru-paru anak, Klinik Anakku Cinere

* Jaga Kebersihan
Pastikan kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya. Ingat, kebersihan
merupakan faktor utama mencegah nyamuk. Hindari genangan air, sekalipun air
bersih, karena di sanalah nyamuk akan berkembang biak.

* Tidak Menumpuk Barang
Hindari penumpukan barang-barang di sembarang tempat. Jauhi kebiasaan
menggantung baju di dalam kamar. Nyamuk amat betah bersarang di tempat
seperti itu.

* Gunakan Kelambu
Memasang kelambu pada tempat tidur bayi atau anak lebih baik daripada
memasang obat nyamuk jenis apa pun.

* Manfaatkan Selimut
Biasakanlah untuk menyelimuti si kecil. Bila tinggal di daerah panas,
gunakan selimut tipis. Yang penting, bisa menutup bagian-bagian tubuh si
kecil.

* Pasang AC
Pada anak asma dianjurkan sebaiknya tidak memakai obat nyamuk apa pun.
Ruangan tidur sebaiknya ber-AC. Biasanya nyamuk enggan tinggal dalam ruangan
dingin dan tertutup. Apalagi jika kebersihan ruangannya selalu terjaga.




=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+

Mailing List Nakita
[email protected]

Arsip
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
------------------------------------------------

untuk berlangganan kirim mail kosong ke :
[EMAIL PROTECTED]

untuk berhenti berlangganan kirim mail kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke