Bagus sekali ada cerita pribadi ngak cuma gambar terus mana yang lain ( pribadi
or fiktif )
bisa lebih seru nih, Cerita sedarah, dgn lebih tua dan anak2 ditunggu ya
oce
Sana Sini Senang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aku Obat Awet Muda Tante Resa
Kejadian ini terjadi ketika aku kelas 2 SMP, yah aku perkirakan umur aku
waktu itu baru saja 13 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu
cepat sampai-sampai umur segitu sudah mau ngerasain yang enak-enak. Yah itu
semua karena temen nyokap kali yah, soalnya temen nyokap Aku yang namanya Tante
Resa orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin aku bergetar.
Tante Resa ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah Tante Resa ini
cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat
dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku buat
sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah Tante Resa inilah
yang bikin aku cepet gede (maklumlah anak masih puber kan biasanya suka yang
cepet-cepet).
Biasanya Tante Resa kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atau kadang-kadang
celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanya kalau sudah sore tuh
ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga aku pura-pura nonton TV saja
sambil lirak lirik. Tante Resa ini entah sengaja atau nggak aku juga enggak
tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh mengangkang, kadang pahanya kebuka
dikit bikin Aku ser.. ser lagi deh hmm.
Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi
yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur.
Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya Tante
Resa ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aku suka banget
nih). Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan
takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante
Resa malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ
aku sudah mulai suka sama tuh Tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku
melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh Tante.
Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa.
Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngajak Aku pasti Tante Resa
pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam
8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung. Ternyata mereka
sedang bercerita tentang hantu, ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil
ceritanya yang serem-serem, pas waktu itu Tante Resa mau ke WC tapi dia takut.
Tentu saja Tante Resa diketawain sama ganknya karena enggak berani ke WC
sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau
kencing di deket pojokan taman.
Lalu Tante Resa menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku sih mau saja.
Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Resa, sesampainya Aku di dalam villa Aku
nunggu di luar WC eh malah Tante Resan ngajak masuk nemenin dia soalnya katanya
dia takut.
"Junior temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah
ditutup, Tante takut nih", kata Tante Resa sambil mulai berjongkok.
Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya
yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga. "Serr.. rr.. serr..
psstt", kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu
liat Tante Resa kencing, dalam hatiku, kalau saja Tante Resa boleh ngasih liat
terus boleh memegangnya hmm. Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Resa.
"Heh kenapa kamu Junior kok diam gitu awas nanti kesambet" kata Tante Resa. "Ah
enggak apa-apa Tante", jawabku. "Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah,
kok melihatnya ke bawah terus sih?", tanya Tante Resa. "Enggak kok Tante, aku
hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek?"
tanyaku.
Tante Resa cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.
"Kamu mau liat Junior? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti
Tante enggak enak sama Mamamu", kata Tante Resa.
Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya.
Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama
melihat yang namanya memek. Tante Resa membiarkanku memegang-megang vaginanya.
"Sudah yah Junior nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kita
ngapain lagi".
"Iyah Tante", jawabku.
Lalu Tante Resa menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami gabung
lagi sama ibu-ibu yang lain.
Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas
dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat
belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badanku enggak enak.
"Junior, kamu enggak ikut?" tanya mamiku. "Enggak yah Mam aku enggak enak badan
nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah Mah" kataku. "Yah sudah
istirahat yah jangan main-main lagi" kata Mami. "Resa, kamu mau kan tolong
jagain si Junior nih yah, nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar
sini aku beliin" kata Mami pada Tante Resa. "Iya deh Kak aku jagain si Junior
tapi beliin aku tales sama sayuran yah, aku mau bawa itu buat pulang besok"
kata Tante Resa.
Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Resa berdua saja di
villa, Tante Resa baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan,
jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.
"Kamu sakit apa sih Junior? kok lemes gitu?" tanya Tante Resa sambil nyuapin
aku dengan bubur ayam buatannya. "Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing
sama panas dingin aja nih yang di rasa" kataku.
Tante Resa begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya yang
sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.
"Kepala yang mana Junior atas apa yang bawah?" kelakar Tante Resa padaku. Aku
pun bingung, "Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita hanya
satu?" jawabku polos.
"Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman" kata Tante
Resa sambil memegang si kecilku. "Ah Tante bisa saja" kataku. "Eh jangan-jangan
kamu sakit gara-gara semalam yah" aku hanya diam saja.
Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Resa, pada waktu dia
ingin membuka celanaku, kubilang, "Tante enggak usah deh Tante biar Junior saja
yang ngelap, kan malu sama Tante" "Enggak apa-apa, tanggung kok" kata Tante
Resa sambil menurunkan celanaku dan CDku.
Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja. "Junior mau enggak
pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah" "Pakai apa Tan, aku enggak tahu
obatnya" kataku polos. "Iyah kamu tenang saja yah" kata Tante Resa.
Lalu digenggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan saat itu juga
penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku
melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.
"Achh.. cchh.." aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang
vagina Tante Resa yang masih di balut dengan celana pendek dan CD tapi Tante
Resa hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya.
Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing.
"Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih" kataku. "Sudah, kencingnya di mulut
Tante saja yah enggak apa-apa kok" kata Tante Resa.
Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Resa karena
Tante Resa tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan
enaknya.
"Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener " kataku sambil meremas vagina
Tante Resa yang kurasakan berdenyut-denyut. Tante Resapun langsung menghisap
dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras. "Croott.. ser.. err..
srett.." muncratlah air maniku dalam mulut Tante Resa , Tante Resa pun langsung
menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina Tante
Resa berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana Tante Resa lembab dan
agak basah. "Enak kan Junior, pusingnya pasti hilang kan?" kata Tante Resa.
"Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnya Tante.."
"Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi lagi,
kamu enggak pernah ngocok Junior?" "Enggak Tante"
Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Resa.
"Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih". Aku jadi salah tingkah "Sudah
enggak apa-apa kok, Tante ngerti" katanya padaku. "Tante boleh enggak Junior
megang itu Tante lagi" pintaku pada Tante Resa. Tante Resa pun melepaskan
celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Resa basah entah kenapa. "Tante
kencing yah?" tanyaku. "Enggak ini namanya Tante nafsu Junior sampai-sampai
celana dalam Tante basah".
Dilepaskannya pula celana dalam Tante Resa dan mengelap vaginanya dengan
handukku. Lalu Tante Resa duduk di sampingku
"Junior pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap" katanya. Akupun mulai
memegang vagina Tante Resa dengan tangan yang agak gemetar, Tante Resa hanya
ketawa kecil.
"Junior, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih" kata Tante Resa.
Dia mulai memegang penisku lagi, "Junior Tante mau itu nih". "Mau apa Tante?"
"Itu tuh", aku bingung atas permintaan Tante Resa. "Hmm itu tuh, punya kamu di
masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?" "Tapi Junior Junior enggak bisa
Tante caranya" "Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah" kata
Tante Resa padaku.
Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak
tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Resa yang ditumbuhi bulu halus.
"Junior jilatin donk punya Tante yah" katanya. "Tante Junior Junior enggak
bisa, nanti muntah lagi" "Coba saja Junior"
Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Resa di atas dan
tanpa pikir panjang Tante Resa pun mulai mengulum penisku.
"Achh.. hgghhghh.. Tante"
Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante Resa tidak
berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina Tante Resa
seperti wangi daun pandan (asli aku juga bingung kok bisa gitu yah) aku mulai
menjilati vagina Tante Resa sambil tanganku melepaskan kaus u can see Tante
Resa dan juga melepaskan kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang bulat.
Tante Resa pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian Tante Resa
menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas
yang penuh nafsu dan menderu.
"Kamu tahu enggak mandi kucing Junior" kata Tante Resa.
Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Resa pun langsung menjilati leherku
menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut sampai
ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke
selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras. Dijilatinya paha
sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak
kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Resa pun
langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap
bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aku
merasakan anusku basah.
Kulihat payudara Tante Resa mengeras, Tante Resa menjilati sampai ke betisku
dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku
pun meremas payudara Tante Resa. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina
Tante Resa, langsung Tante Resa kubaringkan dan aku bangun, langsung kujilati
vagina Tante Resa seperti menjilati es krim.
"Achh.. uhh.. hhghh.. acch Junior enak banget terus Junior, yang itu isep
jilatin Junior" kata Tante Resa sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas
bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yang keluar
dari vagina Tante Resa tanpa sengaja tertelan olehku.
"Junior masukin donk Tante enggak tahan nih" "Tante gimana caranya?"
Tante Resa pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan langsung
menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Resa naik turun seperti orang naik
kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan Tante
Resa pun mengejang hebat.
"Junior Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh" erang Tante Resa.
Akupun disuruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada
sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Resa. Hmm sungguh
pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Resa mungurut-urut penisku
dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Resa sudah orgasme dan permainan kami
terhenti sejenak. Tante Resa tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam
vaginanya.
"Junior nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya" pinta Tante Resa padaku.
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Resapun
langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi.
"Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg.." kataku dan tak lama aku pun
merasakan hal yang seperti tadi lagi. "Tante Junior kayanya mau kencing niih"
Tante Resa pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan
cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah
cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama Tante Resa pun
menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan
akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang.
Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami
melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Resa menungging di pinggir
bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan Tante Resa yang hebat.
Selesai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan
telur dadar buatan Tante Resa, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai
tertidur dengan Tante Resa di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam
celana dalam Tante Resa. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami
melakukannya atas permintaan Tante Resa, tepat jam 4:30 kami mengakhiri dan
kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.
"Junior kamu sudah baikan?" tanya Mamiku. "Sudah mam, aku sudah seger n fit
nih" kataku.
"Kamu kasih makan apa Ni, si Junior Junior sampai-sampai langsung sehat" tanya
Mami sama Tante Resa.
"Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti
panas" kata Tante Resa.
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di samping Tante
Resa yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Herman di depan. Di
dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnya Tante Resa.
Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Resa bila rumahku
kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Resa. Sekali waktu aku pernah
mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Resa sudah dikarunia 2
orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Resa ternyata
menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya kini aku bingung akan status anak Tante
Resa.
Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Resa bahkan
aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku
menemani seorang kenalan Tante Resa yang nasibnya sama seperti Tante Resa,
mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda,
dengan menelan air mani pria muda.
-------------------------------------------
Disadur dari Forum Bebas Indonesia
---------------------------------
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.