Salam damai
Bro buat apa sih nangepin komentarnya Bonar (Bocah Onar) dari namanya jg udah
bikin onar ya gak? lebih baik bagi para milis lanjutin deh, rencana
kedepannya, mendingan komentarin selangkangan, gue prihatin masalah kayak gitu
aja ditanggepin, kalo dilihat dari nama milis kita juga udah gak cocok tuh kita
komentarin si bonar, oceh brro
Buj4ng
Prihatin Aryan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
SETUJU bro....
kita tidak perlu maki-maki Bonar karena dia memang sudah tai dari
lahirnya...makanya dia masuk ke tempat yang nggak jauh dari tainya
sendiri....iya nggak BOn-boN...
orang kalau waras itu.......yang jelas salah ya disadari sebagai salah,
jangan terus di bela....makanya Boncelllll lu belajar lagi yang benar tuh IPDN
(kalau memang masih ada) tapi lu belajarnya yang benar jangan membebek dan
membeo....orang mukul eh Bontol ikut-ikutan mukullll lewat milis ini...
makanya Bondet belajar yang benar agar bisa Bonar-bonar jadi manusia yang
Bonar....horas boah...
salam
Bonlu
----- Original Message ----
From: Saleh saleh <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 27, 2007 7:53:02 AM
Subject: Re: Hal: HiperSeks ( . Y . ) BANGSAT IPDN BANGSAT KAU BONAR!!!!!!!!!!!!
Alllooooooooooo. .semua nya..
Bro..tentang IPDN sudahlahhhh kita buang jauh-jauh biarlah berlalu bersama
angin...mari kita sambut waktu yang akan datang di depan kitaaaaa...! !!!!!!
yang mungkin Bro tdk tau..okayyyyyyy. ..!!! lanjutkan komunikasi Mailist ini
sebagai wadah antar sesama mailist yang profesional. .baik dari muatan atau
substansi yang ada dalam mailist ini..lanjut Bro.
Save The Earth....... ......... ......... .........
fx sri sadewo <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
Tentang IPDN.
Sebenarnya kita tidak perlu menanggapi secara
emosional. Apalagi harus memaki-maki si Bonar.
IPDN memang seharusnya ditutup. Pertama, tidak selalu
dengan UU Sisdiknas bahwa institusi kedinasan itu
hanya sesudah jenjang S1, kecuali pada TNI/Polri.
Kedua, sebelum ada IPDN di sejumlah perguruan tinggi
telah terdapat jurusan ilmu pemerintahan. Saya hal itu
telah mencukupi untuk menjadi PNS. Tinggal memberi
format dan sinergis antara pemerintah (birokrasi) dan
PT dalam bentuk kurikulum yang tepat.
Format yang dikembangkan IPDN atau dulu dengan nama
STPDN sampai kapanpun akan menghasilkan kekerasan demi
kekerasan. Dan, bila sudah diterjunkan ke masyarakat
maka yang muncul adalah mentalitas senioritas yang
ingin dilayani, dihormati dll. Lebih ironis
menimbulkan budaya eksploitatif pada yunior, entar
kalau menurut teori looking glass dari Charles Horton
Cooley, terus sampai pada masyarakat. Birokrasi tidak
lagi melayani masyarakat, tetapi minta dilayani. Kalau
tidak, cepek dong, seperti Pak Ogah di Unyil.
Kalau sudah begitu, kita harus mampu sama penjajah
Belanda yang konon mengembangkan birokrasi modern awal
di Indonesia. Meski dengan budaya patrimonial,
patron-klien, pamong dulu lebih perhatian sama
masyarakat (Karena takut sama kontrolir atau residen
landa). Yeach.....
Wis SBY-JK tidak usah ragu, bubarin aja STPDN. Cukup
semanten riwayatnya.. .. Nggak usah dibela-belain ya
Mas Bonar, apalagi orang kampung harus
dibegini-begitu. . Mereka manusia, mereka pemilik
negeri ini. Dulu mah waktu berjuang, kite yang tinggal
di rumah gedong mauenye ngungsi aje, mereka tanpa
tendeng aling-aling berjuang sampe mati... Orang
kampung itu, bukan orang kota di rumah gedong..
Kalau mereka nganggur, kasih kerjaan.. uang jangan
dipake konsumtif, beli mobil gress (bayar pajek
ogah...) atau pesiar atau ziarah kemane aje. Buat
usaha untuk mereka...A
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
http://surveylink. yahoo.com/ gmrs/yahoo_ panel_invite. asp?a=7
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on,
when.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers