Fri Nov 16, 2007 5:51 am (PST)
Jumat, 16 Nopember 2007 18:52:00
Mahasiswa Indonesia di Malaysia makin Resah
Kuala Lumpur-RoL -- Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Malaysia
semakin tidak nyaman dan resah setelah pihak berwenang di negara
tersebut mewajibkan mahasiswa asing membawa paspor asli jika ke luar
kampus.
"Kami semakin tidak nyaman dan takut nih. Masa kemana-mana
mesti bawa paspor. Buat apa Kerajaan Malaysia mengeluarkan kartu pas
pelajar," kata Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universiti
Kebangsaan Malaysia (UKM) M Yunus Lubis dan mahasiswa S2 di Universiti
Malaya, Alia, di Kuala Lumpur, Jumat (16/11).
Kewajiban mahasiswa harus membawa paspor asli tersebut dikemukakan saat
pertemuan Kementerian Pengajian Tinggi, Polisi, Imigrasi, dan pasukan
sukarelawan (Rela) dengan wakil mahasiswa antarbangsa di Putrajayan,
Kamis. Selain Indonesia, perwakilan mahasiswa negara lainnya yang hadir berasal
dari Cina dan Pakistan.
Para mahasiswa asal Indonesia
semakin resah karena sebelumnya mereka memrotes sikap Rela yang
mendobrak pintu ketua PPI UKM M Yunus Lubis, Ahad, (7/9) hanya untuk
memeriksa identitas.
"Kami mendengarkan penjelasan dari Rela, Imigrasi, dan polisi Malaysia. Dalam
pertemuan itu, mereka menegaskan bahwa setiap mahasiswa asing di Malaysia wajib
membawa paspor kemana pun pergi. 'Pas student' (pas pelajar) yang dikeluarkan
Imigrasi Malaysia hanya berlaku di dalam kampus," kata Yunus.
Sebelumnya, seluruh mahasiswa mendapatkan pas pelajar sebagai pengganti
paspor.
Alia merasa heran karena peraturan dan kebijakan dibuat seenaknya. Ia
juga bertanya jika paspor itu basah karena naik motor atau hilang.
Namun, kata Alia, pihak Malaysia menjawab, "Itu salah kalian tidak bisa menjaga
baik paspor kalian".
Bahkan wakil Rela, Zubir bin Mustofa, mengatakan bahwa Rela punya
wewenang melakukan operasi tanpa perlu didampingi oleh polisi dan
petugas imigrasi.
"Kami bisa melakukan operasi seperti polisi dan imigrasi, punya
wewenang mendobrak rumah, membawa senapan, dan membawa borgol serta
memborgol pendatang haram," katanya.
Alia kemudian bertanya, mengapa petugas Malaysia lebih sering mengejar orang
Indonesia. Dijawab wakil polisi, memang banyak tindak kriminal dilakukan
pendatang asing, baik dari Indonesia, Myanmar, atau bangsa lain. Pelakunya ada
yang pekerja atau pelajar asing.
Sesalkan
Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur,
Imran Hanafi, menyesalkan kebijakan yang semena-mena dari pihak
kerajaan Malaysia. "Padahal beberapa waktu lalu kementerian pengajian
tinggi mengatakan akan mengeluarkan kartu pas pelajar yang baru sebagai
pengganti paspor. Kok bisa berubah begitu," katanya.
Presiden PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Malaysia, Muhammad Iqbal, juga
sangat menyesalkan kebijakan tersebut. Ia akan mengadakan rapat dengan pengurus
untuk menentukan sikap.
Ada sekitar 26.000 mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia. Ada kemungkinan
mereka akan kampanye ke Indonesia pada liburan semester tahun ini ke
kampus-kampus dan SMA favorit agar tidak atau jangan kuliah di Malaysia.
antara
is
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com
___________________________________________________________
Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Try it
now.
http://uk.answers.yahoo.com/