Sebelumnya, kami berharap bahwa kita termasuk orang yang "OPTIMIS". Karena 
banyak orang yang tidak mempercayai sesuatu karena "PESIMIS". Sebagai contoh, 
jika seorang siswa merasa "PESIMIS" untuk meraih 'nilai tertinggi di kelasnya' 
maka ia akan menjadi 'TIDAK PERCAYA' bahwa dirinya dapat meraih nilai tertinggi 
di kelasnya tersebut, dan akhirnya ia pun "tidak akan pernah mendapatkan nilai 
tertinggi di kelasnya tersebut".
  
Anda pasti tahu sebuah kuis dengan nama "SUPER DEAL 2 MILYAR".
  Berikut ini adalah perbandingan antara "SUPER DEAL 2 MILYAR" dengan bisnis 
"ROYALTI MARKETING":
  
1. "SUPER DEAL 2 MILYAR" menawarkan uang 2 milyar, "ROYALTI MARKETING" 
menawarkan uang 10 milyar.
  
2. Pada "SUPER DEAL 2 MILYAR" hanya 1 orang yang telah mendapatkan 2 milyar, 
pada "ROYALTI MARKETING" semua member dijamin perusahaan mendapatkan 10 milyar.
  
3. Pada "SUPER DEAL 2 MILYAR" peluang mendapatkan 2 milyar sangat kecil yaitu 
1:100 bahkan 1 banding lebih dari 100 pada tiap episodnya,padahal jika 
mendapatkan 2 milyar pun akan dibagi 10 orang (1 tim = 10 orang) alias 200 
juta/orang, sedangkan pada "ROYALTI MARKETING" peluang mendapat 10 milyar 
adalah 100%, tanpa pengundian dalam bentuk apapun, tanpa "menebak-nebak sesuatu 
yang belum pasti", dan tanpa dibagi-bagi lagi dengan orang lain (10 
milyar/orang).
  
4. Jika anda mengikuti "SUPER DEAL 2 MILYAR" anda harus repot-repot datang ke 
studio dengan biaya transportasi lebih dari 200.000 per orang, belum termasuk 
biaya kostum, padahal pihak "SUPER DEAL 2 MILYAR" tidak menjamin anda 
mendapatkan 2 milyar, sedangkan jika anda mengikuti "ROYALTI MARKETING" anda 
cukup berada di depan komputer untuk mendaftar dan hanya mengeluarkan biaya 
200.000 serta dijamin perusahaan mendapatkan 10 milyar.
  
5. "Sudah capek-capek dateng, eh malah dapet ZONK" pasti ungkapan itu keluar 
dari peserta "SUPER DEAL 2 MILYAR" jika mendapatkan ZONK, sedangkan pada 
"ROYALTI MARKETING" tidak akan pernah ada ungkapan tersebut karena sama sekali 
tidak ada ZONK.
  
6. "mending, bisa dapet ZONK, aku: sudah capek dateng kagak dilirik apa lagi 
dipilih buat maju ke depan" itu pasti terjadi di "SUPER DEAL 2 MILYAR", 
sedangkan pada "ROYALTI MARKETING" tidak ada pemilihan (tidak pandang bulu), 
semuanya boleh masuk.
  
7. Pada "SUPER DEAL 2 MILYAR" peserta mengharapkan sesuatu yang tidak pasti, 
sedangkan pada "ROYALTI MARKETING" tidak demikian, bahkan dijamin oleh 
perusahaan.
  
8. Pada "SUPER DEAL 2 MILYAR" peserta harus berusaha berjuang untuk bersaing 
dengan peserta lain, sedangkan pada "ROYALTI MARKETING" tidak ada persaingan, 
hanya dengan daftar dan menunggu 10 milyar datang kepada kita tanpa usaha 
sedikitpun dan itu halal dan legal (baca di situsnya!).
  
9. Resiko kerugian "SUPER DEAL 2 MILYAR" bisa lebih dari 2 juta (biaya 
transport, kostum, dll), resiko kerugian "ROYALTI MARKETING" adalah 200.000, 
padahal uang 200.000, jika anda mau, akan kembali utuh (balik modal). Dan 
perusahaan tetap menjamin anda mendapatkan 10 milyar.
  
10. Anehnya banyak orang yang terbujuk oleh 2 milyar yang tidak pasti untuk 
mengikuti "SUPER DEAL 2 MILYAR", sedangkan lebih banyak lagi orang yang tidak 
percaya pada 10 milyarnya "ROYALTI MARKETING". Padahal di dunia ini semuanya 
mungkin terjadi, 40 milyarpun mungkin bisa kita dapatkan. Semuanya tergantung 
keyakinan kita. Jika kita meyakini bahwa 10 milyar itu nyata, maka itu akan 
menjadi benar-benar nyata, sebaliknya jika kita tidak meyakini 10 milyar itu 
nyata, maka 10 milyar itu pun menjadi benar-benar tidak nyata.
   
  So, jika suatu saat anda harus memilih, mana pilihan anda? "SUPER DEAL 2 
MILYAR" atau "ROYALTI MARKETING"? kehilangan 200.000 atau kehilangan 10 milyar?
  Hanya anda yang tau jawabannya.
  
Jika anda memilih "ROYALTI MARKETING" dan berminat untuk mendaftar silakan 
mengisi formulir pendaftaran di:
  
www.royaltimarketing.com/ord1kx.php?id=mikhdzam
   
  NB:
  - Perbandingan diatas tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan pihak tertentu 
dan didasarkan pada data yang ada
  - Jika seseorang merasa "PESIMIS" untuk mendapatkan 'uang 10 Milyar [halal 
dan legal]' maka ia akan menjadi 'TIDAK PERCAYA' bahwa dirinya dapat 
mendapatkan 'uang 10 Milyar [halal dan legal]' tersebut, dan akhirnya ia pun 
"tidak akan pernah mendapatkan 'uang 10 Milyar [halal dan legal]' tersebut".
  - Jika seseorang percaya, maka kita harus mengucapkan "Selamat!" kepada orang 
itu. Tapi jika sebaliknya, terpaksa kita harus mengakui bahwa orang tersebut 
adalah "ORANG YANG PESIMIS"
  - Uang memang "bukanlah segalanya" namun dengan uang kita bisa "melakukan 
banyak hal" (tentunya hal positif). Tanpa uang kecil kemungkinannya untuk 
bertahan hidup. "Sangat tidak jujur sekali" jika seseorang mengaku dirinya 
tidak membutuhkan uang. Karena, coba tanyakan pada diri kita sendiri "dengan 
apa kita mendapatkan makanan yang kita makan, pakaian yang kita pakai, rumah 
yang kita tinggali, dan barang-barang kesayangan & yang sangat berguna bagi 
kita?". Tentunya adalah dengan uang. Mungkin ada yang mendapatkannya dari 
pemberian orang lain, mungkin orang tua. Namun perlu diingat bahwa orang lain 
yang memberikan semua itu untuk kita pun "membutuhkan dan menggunakan uang 
untuk mendapatkannya". Dari tukang becak sampai kepala negara, bekerja untuk 
mencari nafkah. Bahkan kita belajar dari TK, SD, SMP, SMA, sampai Perguruan 
Tinggi salah satunya adalah untuk mencari pekrejaan yang dapat menghasilkan 
uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi kesimpulannya "kita sangat
 membutuhkan uang".
  - Informasikan kepada orang-orang yang anda sayangi (keluarga dan teman)
   

                
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
 http://id.mail.yahoo.com/

Kirim email ke