Banyak sekali event organizer yang mampu membuat seminar yang
"sukses". Sukses disini artinya mereka memang mampu
menyelenggarakan seminar yang memberikan kepuasan kepada peserta mereka.
Namun dibalik itu semua, banyak sekali kegagalan yang mereka lakukan,
walaupun tanpa mereka sadari.

Hal ini sangat berpengaruh kepada kemampuan event organizer itu untuk
bertahan dalam persaingan EO kedepan. Apa saja kegagalan yang tidak
disadari ini? Gagal menghasilkan laba.

Seringkali sebuah EO berhasil menyelenggarakan seminar yang sukses, yang
menghasilkan laba yang cukup signifikan. Namun ternyata laba tersebut
tidak mampu menutupi biaya operasional mereka dalam waktu yang panjang.
Hal ini biasa terjadi pada EO yang menyelenggarakan seminar dengan waktu
persiapan yang panjang. Atau EO yang terlalu berani melakukan perubahan
besar dalam format eventnya, dengan maksud menciptakan event yang lebih
besar lagi, namun mereka sebenarnya tidak memiliki pengalaman yang cukup
untuk itu,sehingga terjebak dalam pembengkakan biaya yang tidak
terkendali.


Kemudian gagal mengelola alumni. Banyak sekali EO yang belum secara
sadar menganggap perlu mengelola komunitas alumni seminarnya. Sehingga
jumlah alumni yang besarnya mencapai ratusan bahkan ribuan, tidak
memberi dampak apapun terhadap kesuksesan event-event EO tersebut
berikutnya.

Salah satu contoh nyata EO yang mampu mengelola komunitasnya dengan baik
adalah ESQ. Setiap event yang dilakukan ESQ, alumninya secara sukarela
berperan aktif turut mensukseskan event tersebut. Apakah dengan
mencarikan peserta, memberi testimonial, membantu promosi, hingga
membantu operasional dari event tersebut. Maka tak heran bila ESQ mampu
terus meledak hingga bertahun-tahun kedepan.

Selanjutnya gagal mengelola sumber daya. Sewajarnyalah bila suatu EO
berkembang bersama seminar yang membesarkannya, maka EO tersebut akan
semakin banyak membutuhkan SDM yang lebih tangguh. Hal ini banyak
diabaikan oleh EO-EO saat ini. Mereka gagal mengidentifikasi kebutuhan
sumber daya yang semakin berkembang. Dulu mereka tidak butuh divisi
public relation secara khusus, kini mereka gagal untuk mengembangkannya.
Dulu mereka tidak butuh pengelola website, sekarang mereka gagal
mengelolanya. Coba anda hitung potensi kehilangan calon pelanggan
potensial diakibatkan kelalaian ini, yang tak pernah mereka sadari.

Dan yangt erakhir, mereka gagal mengidentifikasi perubahan kebutuhan
pasarnya, sehingga seminar-seminar mereka tidak lagi diminati seperti
dulu.

NB: Anda ingin lebih banyak belajar bagaimana membuat seminar yg selalu
dibanjiri peserta??
Anda ingin tahu rahasianya ?
Mau ???

Ilmu Formula EO ini patut dan harus Anda miliki sekarang juga!
.... ambil hikmahnya!

Langsung praktekkan sekarang!

klik sekarang juga http://www.FormulaEO.com/?id=090476
<http://www.formulaeo.com/?id=090476>

Kirim email ke