Hiks... hiks... jd inget papa... ;(

--- In [email protected], chievunk <edipurwant...@...> wrote:
>
> Gaji Papa Berapa ??? <http://parakontel.net/in/?p=76>
> 
> **
> 
> Membeli kebahagiaan dengan "segepok uang", cukupkah ????
> Gaji Papa Berapa?
> 
> Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di
> Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah,
> putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
> 
> Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
> 
> "Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
> 
> Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika
> ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
> 
> Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku
> nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
> 
> "Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
> 
> "Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
> 
> "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan
> dibayar Rp. 400.000,-.
> Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
> 
> Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
> dalam satu bulan berapa, hayo ?"
> 
> Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara
> Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
> menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
> "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam
> Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
> 
> "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
> Tetapi Sarah tidak beranjak.
> 
> Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
> "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
> 
> "Sudah, nggak usah macam-macam lagi.
> Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.
> Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
> 
> "Tapi Papa…"
> 
> Kesabaran Andrew pun habis.
> "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
> 
> Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
> 
> Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
> kamar tidurnya.
> Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan
> sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
> 
> Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
> "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
> malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. "
> 
> Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
> 
> "Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
> sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
> 
> "lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
> 
> "Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
> puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
> Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,-
> tapi..karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah
> jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000,
> makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
> 
> Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
> erat-erat dengan perasaan haru.
> Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini,
> tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
> "Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"
>


Kirim email ke