--- On Thu, 4/30/09, Rita Yulianti <[email protected]> wrote:

From: Rita Yulianti <[email protected]>
Subject: Trs: Mampukah mencintai istri tanpa syarat
To: [email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], "Abdul MM Jakarta Ghafur" <[email protected]>, "Anda 
Luarto" <[email protected]>, "Andre A. Darwis" <[email protected]>, 
"Anton Hendrianto" <[email protected]>, "Anton Prihantono" 
<[email protected]>, "Anwar" <[email protected]>, "Ari MM Jakarta Rahadi" 
<[email protected]>, "Asih Hardianti" <[email protected]>, "Ayu Investor" 
<[email protected]>, "Bp. Andreas M. Gunawidjaja" <[email protected]>, 
"Jack" <[email protected]>, "Mba Ayu" <[email protected]>, "Bambang bni" 
<[email protected]>, "Bekti" <[email protected]>, "wima bri" 
<[email protected]>, "ryan casee" <[email protected]>, "Tanti CIMB Niaga" 
<[email protected]>, [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], "Dhani Ramadhanto"
 <[email protected]>, [email protected], [email protected], "Ening Suwarni" 
<[email protected]>, "Eno Sukarna" <[email protected]>, "Etika Hayati" 
<[email protected]>, "Evie Ratna Palupi Wisma MMUGM" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], "Yuki Ferdian" <[email protected]>, "GM 
Hervi Novelsyah" <[email protected]>, "ngatimin" 
<[email protected]>, [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], "Hari Guanrto" <[email protected]>, 
"Imelda Harahap" <[email protected]>, "Marwoto Hadi Purnomo" 
<[email protected]>, "Sulad Sri Hardanto" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], "Diana 
Kestanti" <[email protected]>, [email protected], "Lukman Rosadi" 
<[email protected]>,
 [email protected], [email protected], [email protected], 
"Ega Bagja Nugraha" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], "Rury" <[email protected]>, 
"Ryansyah" <[email protected]>, [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], "Yovita Yovita" <[email protected]>
Date: Thursday, April 30, 2009, 8:29 PM


eemmmm...haree...gennnneee..1000 satu....
 
Best Regards,
 
Rita Yulianti
PT. MaeSa Consulting Indonesia
Jl. Barata Karya No. 284, Karang Tengah
Jakarta
Telp    :

  021 - 733 0485  







MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset 
Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau 
juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.
Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.
Silahkan baca dan dihayati.

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT*

Sebuah perenungan, Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga 
boleh...

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan 
sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat 
istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 
tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. 

Disinilah awal
 cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba2 kakinya lumpuh 
dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, 
seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah 
tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan 
mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan 
istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak 
dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. 

Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga 
siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang 
memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya 
nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. 
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno 
sudah cukup
 senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. 

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia 
merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang 
anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari...ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka 
sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal 
dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka  dia yg merawat, 
yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak kami ingin sekali 
merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada 
sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... bahkan bapak tidak ijinkan 
kami menjaga ibu". 
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2 "sudah yg keempat kalinya 
kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa
 ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan 
berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan 
merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya."Anak2ku 
........... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin 
bapak akan menikah..... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku 
itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian..
Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia 
ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. 

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?? Kalian 
menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu 
dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak
yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu 
yg masih
 sakit.."
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil 
jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat 
dicintainya itu.. 

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk 
menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa 
mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. 
Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio, kebanyakan 
kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno 
bercerita."Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam 
perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, 
perhatian) itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping 
hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai 
saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,dan dia memberi saya 4 orang 
anak yg
 lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan itu 
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk 
mencintainya apa adanya.
Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"








This email is intended only for the use of the individual or entity to which it 
is addressed and may contain information that is confidential and may also be 
privileged. Any form of unauthorized use or dissemination is strictly 
prohibited. If you are not the intended recipient or if this email is otherwise 
sent to you in error, you should not disseminate, distribute or copy this email 
and you should delete it immediately and notify us. Thank you. 



        Berselancar lebih cepat. 
 Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)


      

Kirim email ke