Mantaffff

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: har yono <[email protected]>

Date: Fri, 10 Jul 2009 14:28:49 
To: <[email protected]>
Subject: [ninja_gokill] Teknik Pengereman


Nih gw kasih tips sedikit buat pengereman...


Teknik PengeremanTuesday, January 13th, 2009 
Menggunakan
rem pada motor jauh lebih “menantang” dibanding pada mobil. Pengendara
motor kadang-kadang harus menggunakan kedua tangan secara bersamaan
untuk menghentikan laju motornya.
Rem depan lebih penting jika dibandingkan dengan rem belakang.
Rata-rata sepeda motor mengandalkan rem depan 70-80 persen dari
kemampuan perhentian (stopping power) kendaraan. Jenis motor dengan
jarak sumbu roda (wheelbase) yang panjang (misalnya cruisers) lebih
mengandalkan rem belakang dari kebayakan motor lainnya, namun tetap
saja rem depan bekerja lebih keras daripada rem belakang.
Bertentangan dengan mitos yang beredar selama ini, sepeda motor
tidak akan terjungkir balik ke depan jika pengendara mempergunakan rem
depan dengan kuat. Pada sepeda motor modern, kita bisa saja
“mengangkat” roda belakang saat ngerem roda depan (stunts/free style
menyebutnya sebagai “stoppie”), tapi untuk itu perlu skill tersendiri.
Jadi bukan hal yang gampang dan lazim, bukan? Perlu upaya
sungguh-sungguh dan akan menghabiskan waktumu mencobanya.
Stoppie with Honda CBR 150
Kita perlu melatih feeling terhadap kinerja rem motor, sehingga kita
bisa menerapkan gaya pengereman yang sesuai dengan situasi yang
terjadi. Kita tentunya tidak mau mengerem terlalu keras sehingga
membuat ban motor terkunci dan merosot. Ini terutama untuk ban
belakang, yang lebih mudah terkunci daripada roda depan. Apalagi jika
roda belakang dilengkapi dengan paket rem cakram.
Roda yang terkunci berbahaya. Ketika roda kita slidding, traksi dan
efisiensi pengeraman akan menurun drastis, sementara kemungkinan kita
menabrak akan naik secara drastis pula.
Roda Terkunci
Jika roda belakang kita mulai mengunci, ada dua kemungkinan yang bisa
terjadi: Pertama adalah low side, jatuh dan slidding di jalan (terus
menabrak). Atau kemungkinan kedua high side, yaitu sliding ke satu
arah, kemudian jungkir balik ke arah yang lain. High side ini merupakan
kejadian terburuk dalam sebuah kecelakaan sepeda motor. Terutama akan
terjadi jika kita melepas rem (kembali) ketika terjadi slidding untuk
mendapatkan kembali traksi roda terhadap jalan. Sebab akibatnya akan
melemparkan motor dan pengendara ke arah yang berlawanan.
Teknik terbaik untuk roda terkunci (dan skidding) adalah : jangan
sampai roda kita slip. Tapi, jika itu terjadi, yakni roda belakang
slip, maka biarkan roda yang terlanjur terkunci sampai kita berhenti.
Jaga pandangan ke depan, jangan ke bawah. Perkecualian: jika terjadi
skid (slip) di permukaan yang kasar (misalnya gravel), mungkin kita
bisa mendapatkan kembali traksi dengan secara bertahap melepas rem.
Kata kuncinya adalah bertahap. Jika roda depan skid, lepaskan rem
depan, kemudian rem lagi segera.
Roda Dua vs Roda Empat
Mengendarai roda dua akan melibatkan beberapa dinamika sasi (chassis
dynamics), yang tidak kita alami pada kendaraan beroda empat. Daerah
kontak yang kecil antara roda dengan permukaan jalan menyebabkan sepeda
motor memiliki traksi yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan
mobil.
Ditambah lagi, motor akan berada pada posisi miring pada saat
membelok. Posisi ini membuat traksi lebih mengecil lagi. Banyak
pembalap motor yang jatuh karena mereka mengerem pada saat posisi
sepeda motor mereka miring di tikungan.Yang lebih rumit, ketika kita
berakselerasi (nge-gas), deselerasi (nge-rem), kita sebenarnya memberi
tekanan pada sasis sepeda motor dengan membuatnya bergerak-gerak, yang
berarti memberi tekanan yang bervariasi ke roda. Pada akhirnya hal ini
akan membuat traksi yang kita miliki juga berubah-ubah:
Karena hukum-hukum fisika yang berlaku pada saat kita berkendara,
ada baiknya jika seorang pemula atau pengendara biasa menyelesaikan
proses pengereman sebelum membelok. Lakukan pengereman ketika posisi
sepeda motor masih tegak, sebelum memiringkannya untuk membelok. Jika
pengereman dilakukan saat posisi motor sudah dalam keadaan miring,
kemungkinan untuk skid (slip) jauh lebih banyak, dibandingkan posisi
tegak. Perlu diingat kembali, pada saat posisi miring, traksi yang kita
miliki berkurang jauh.
Jika kita berkendara terlalu cepat dan perlu mengurangi kecepatan di
tikungan, teknik yang paling baik adalah “menegakkan” motor sesaat,
melakukan pengereman, lalu balik lagi miring untuk berbelok. Tapi, ini
perlu dialukan dengan cepat. Sebab, jika terlalu lama akibat kurang
terlatih, kemungkinan besar kita akan “nyusruk” keluar jalan. Jadi,
sebaiknya hindari gaya menikung dengan kecepatan tinggi.
Latihan Pengereman
Roda yang terkunci karena pengereman mendadak adalah situasi yang
sangat berbahaya. Untuk membantu mengatasi situasi ini, berlatihlah
berhenti mendadak di suatu area di mana tidak ada lalu lintas atau
hambatan lain, misalnya di pelataran parkir (yang kosong tentu saja).
Hati-hatilah untuk tidak sampai roda terkunci. Ketika kita
berkendara dengan posisi lurus, berlatihlah pengereman sampai sesaat
sebelum roda terkunci. Pastikan bahwa kita masih punya banyak ruang di
depan sehingga kita bisa mengurangi tekanan pada rem jika terjadi
locking. Demikian pula kita masih punya ruang untuk berhenti dengan
aman.
Ingat, mengerem sampai titik sesaat sebelum roda terkunci adalah
untuk mengatasi jika terjadi kondisi darurat, bukan untuk menciptakan
kondisi darurat itu sendiri.
Selama latihan ini, kemungkinan besar kita akan mengalami skid
(slip), tapi jika kita bergerak lurus dan tidak panik, mestinya bisa
diatasi. Jika panic dan jatuh, mestinya kita juga tidak akan terluka
serius, dengan catatan kita mempergunakan safety wear yang baik dan
dipergunakan dengan benar.
Latihan ini akan memberikan kepekaan pada kita mengenai batas-batas
dalam pengereman pada kondisi darurat, yang akan membuat motor kita
berhenti dengan cara yang paling efektif. Hanya jika kita sudah yakin
dengan kemampuan kita membaca apa yang sedang terjadi pada roda-roda
motor kita, kita dapat mencoba teknik pengereman ini di jalan umum.
Latihan Lanjutan
Meskipun sudah menjadi “jago” pengereman, kita tetap memerlukan latihan
emergency stop secara konstan. Cari tempat yang tidak ada lalu lintas
atau hambatan lain, dan coba untuk berhenti secepat mungkin.
Latihan pertama, berhenti hanya dengan menggunakan rem depan. Sesaat
begitu kita merasakan roda depan terkunci, lepaskan rem. Begitu kita
sudah mengetahui batas-batas rem depan kita, dan dapat secara insting
menerapkan pengereman ini dengan cepat, mulailah untuk mencoba
menambahkan sedikit pengereman pada roda belakang pada saat yang
bersamaan dengan rem roda depan.
Harus diingat bahwa rem depan paling banyak berpengaruh dalam
pengereman, sedangkan roda belakang lebih mudah terkunci. Jadi kita
seharusnya memberikan tekanan yang berbeda antara rem belakang
dibandingkan dengan rem depan.
Tips: Siaga Pengereman
Ketika berkendara di segala macam area berisiko tinggi (yang berarti
hampir di semua tempat kita berkendara.) , selalu pastikan menjaga rem
depan dengan paling tidak dua buah jari tangan menempel di tuasnya.
Artinya biasakan untuk selalu berkendara dengan dua jari tangan kanan
dan kiri pada tuas rem.
Dengan tangan pada posisi siap menghentikan kendaraan, kita akan
memiliki sepersekian detik ekstra untuk berhenti dengan lebih cepat.
Ini bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati.
Originaly write by Darwin holmstrom
Repost by Cypliz

 Best Regards,

Haryono
BKRC 023 JKT
Biruku B 6232 UDA
Mbah Gandeng / Mbah'E NOCB 5095 WD 

________________________________
BKRC (Bike of Kawasaki Riders Club)
http://www.bkrcindonesia.com
[email protected]
http://www.noc.or.id
[email protected]
[email protected]









________________________________
Dari: kuntjoro kun <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 10 Juli, 2009 11:24:18
Judul: Re: [ninja_gokill] Daftar Peserta Sementara Turing Ride to Ciwidey  (FB 
Event)





Breefing sih dah Pasti bro, cuma emang penyakitnya ninja ga bisa dibawa Pelan...
hahahahahahahahaa. .


      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke