It’s good to try

 

Salam Betot Abis,

Gani

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
[email protected]
Sent: 30 Juli 2009 19:11
To: KGbikers
Subject: [KGBike] Fw: 12 Pelukan Sehari

 

  

Dari milis tetangga. 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

  _____  

From: "Nico Krisnanto" 
Date: Thu, 30 Jul 2009 19:08:56 +0700
To: 'NK '<[email protected]>
Subject: [member_baliusada] 12 Pelukan Sehari

  

-----Original Message-----

From: Ludwig S [mailto:[email protected]]

Sent: Monday, January 12, 2009 10:34 AM

Subject: Fw: Dijamin Tak Sakit-Sakitan Lagi

TIPS SEHAT: 12 Pelukan Sehari, Dijamin Tak Sakit-Sakitan Lagi

"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita 
butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda,  kebahagiaan, kita perlu 
12 pelukan perhari," kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu 
hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir 
kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang 
atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini 
Anda rasakan? Bisa jadi Anda  sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit 
kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik 
dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, 
ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. 
Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

Pelukan Damai

Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormone yang berhubungan dengan 
perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran 
sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan 
sehat, merasa damai dan tentram.

Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan 
meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, 
khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan 
bukan berarti Anda  harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. 
Pelukan dapat dilakukan pada siapa 

saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi 
negatif apalagi mengikut sertakan gairah. Pelukan ini juga bukan 'pelukan 
sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang 
dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama 
kali bertemu.

Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh 
saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan 
nyaman dan damai.

Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada 
pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga 
ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika 
suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang  
dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan 
yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

Anak Tumbuh Sehat

"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan 
pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat 
tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. 
Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah 
satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga 
pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin 
sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ 
perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. 
Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau  dilindungi air ketuban, ia 
sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya.

Jika sering disentuh,bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat 
dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh 
menjadi seorang yang penyayang. Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan 
dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan 
merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. 

Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang 
jarang disentuh, dibelai dan dipeluk. Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan 
sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan 
berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang 
mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, 
dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Transformasi Rasa Nyaman

Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata," pelukan salah satu alat untuk 
bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. 
Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan 
itu menghangat dengan memeluknya.

Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 
kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda 
berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari 
stress dan depresi."

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan 
riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu 
mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, 
lebih sehat.

Jika bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. 
Peluklah.  Dengan memeluk, mereka akan merasa  nyaman. Sehingga kekebalan 
tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda 
sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan 
jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembukan sakit 
fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi 
rasa sakit.

Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, 
marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang 
frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi 
pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila 
pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya.

Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah 
satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta. ~

* Apalagi kalau yang berpelukan itu rajin berlatih meditasi...!

* 12 pelukan sehari @ 1 menit saja sudah cukup; jika @ 30 menit itu sama dengan 
6 jam berpelukan... kapan kerjanya?



Kirim email ke