Beda Oli Motor dan Mobil 

Banyak yang masih salah paham soal oli motor dan mobil. Ada dua
golongan cukup dominan. Pertama, mereka yang punya pendapat oli mobil
lebih bagus dipake motor. Kedua, yang belum ngeh benar, mana oli motor
4-tak dan mana untuk mobil. So, kalau beli asal sebut merek.
Biar nggak berkepanjangan, berikut paparan yang bisa jadi patokan. Agar
pemahaman beda oli motor dan mobil nggak salah kaprah. Juga memberi
gambaran secara fisik beda kemasannya. Maksudnya, tentu agar nggak
salah beli mana untuk mobil dan mana buat motor. Mengingat, sejumlah
merek memang memiliki kemasan nyaris sama untuk mobil dan motor.

BEDA BAHAN
Ada alasan yang membuat oli mobil tak bisa dipake buat motor.Oli
mobil lazim dilengkapi bahan yang masuk kategori friction modifier.
Maksudnya, sejenis aditif yang bikin pelumasan makin lama makin
licin, jelas Nikuk S. Endari, staf Pengembangan Produk Pelumas
Pertamina.Untuk kebutuhan hindari gesekan material dalam mesin, memang
bahan itu memberi efek bagus. Meski memakai oli masuk katagori encer,
tapi tidak khawatir gesekannya akan merusak material. 
Tapi ingat! Tidak cocok untuk motor dengan kopling basah. Soalnya
akan jadi slip kopling. Itu sebabnya oli mobil tidak bisa buat
motor, ingat Ninuk yang tamatan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Makanya, antara oli motor dan mobil punya standarisasi beda.Biasanya, oli mobil 
mencantumkan standardisasi lembaga macam ILSAC
(International Legal Services Advisory Council) atau ACEA (Association
of Consulting Engineers Australia) yang fokus mesin industri termasuk
mobil. Sedang API service untuk mobil masa kini tingkatan mutunya cukup
tinggi. Misal sampai SL. Untuk motor, SG cukuplah, papar ibu ramah
itu.
Sedang untuk motor, ciri utamanya memakai standarisasi JASO (Japan
Automotive Standart Organization) dibuat lembaga di Jepang. Memang
untuk standar mesin motor. 
Jadi, kalau di situ tertera tulisan JASO-nya, misal JASO MA ataupun MB,
maka itu memang rekomendasi untuk motor. Sedang yang tidak ada tulisan
JASO, hanya ACEA, API service atau ILSAC, maka itu jelas untuk mobil.

BEDA KEMASAN
Banyak pabrikan membedakan kemasan antara oli mobil dan motor. Misal
Shell, Castrol, Caltex, Top 1, dan lainnya yang membedakan warna dasar
kemasan. 

Tapi, ada sejumlah merek yang punya kemasan nyaris sama. Tak usah
bingung dan salah beli. Pastinya ada perbedaan mencolok antara
keduanya. 

1. Ciri Tulisan
Kalau ketemu oli dengan kemasan persis. Lihat tulisan branding yang
dipakai.Umumnya, oli untuk motor menyertakan 4-T di belakang nama
produk. Misal, Fuchs Super 4-T. Itu untuk motor. Kalau kemasan yang
sama tapi punya nama Titan Carat, itu untuk mobil, jelas Harsojo
Tandjung dari toko khusus oli Toda di Cideng, Jakarta Barat. 

2. Gambar 
Ada juga yang biasanya memakai gambar latar. “Seperti oli Elf. Meski
mirip banget, untuk motor ada gambar motor. Sementara lainnya bergambar
mesin, jelas penyemplak Honda Goldwing 1.600 cc itu..

3. Keterangan Produk
Salah satu alasan pengguna oli mesin mobil untuk motor adalah untuk
jenis oli encer. Misal API service 10W40. Nah, oli encer khusus untuk
motor, biasanya dilengkapi keterangan yang menyebutkan oli itu
antislip. Misal seperti di Motul ada tulisan excelent wet clutch
performance. Meski oli itu encer banget, itu untuk motor. Kalau nggak
ada penjelasan seperti itu, jangan dipakai, jelas pria berkacamata
itu.. 
Kalau kemasan dan nama produk benar-benar mirip, misal oli Repsol, baca
keterangan produknya. Pasti untuk motor akan tertulis penjelasan untuk
motor 4-T. Gampang, kan? Jangan salah lagi ya! 

Reporter : Sugeng Budiarto 
copyleft from:http://www.motorplus-online.com 
(http://www.motorplus-online.com/), 
(http://blackyduck.multiply.com/reviews/item/42) 


      

Kirim email ke