Best Regards,

Haryono
BKRC 023 JKT
Biruku B 6232 UDA
Mbah Gandeng / Mbah'E NOC B 5095 WD 
BKRC (Bike of Kawasaki Riders Club)
http://www.bkrcindonesia.com





----- Pesan Diteruskan ----
Dari: PPIC Dept <[email protected]>
Kepada: melati <[email protected]>; Bintang <[email protected]>; tono 
<[email protected]>; susan <[email protected]>; Novi 
<[email protected]>; har yono <[email protected]>; uchu 
<[email protected]>; Gun Gun <[email protected]>
Terkirim: Selasa, 4 Agustus, 2009 14:39:51
Judul: Fw: Nasi Padang mengandung Borax

  
 
----- Original Message ----- 
From: Purchasing 
To: 'Eka Ocvianty' ; [email protected] ; 'PPIC' 
Sent: Tuesday, August 04, 2009 2:18 PM
Subject: FW: Nasi Padang mengandung Borax

 
 
From:Sherly Nc 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, August 04, 2009 9:45 
AM
To: [email protected]; [email protected]; Astried Ayu 
Angela hotmail; Astried yahoo; linda yahoo lusiana; yeyen yahoo; iwan AUTOCHEM; 
erik combiphar; lina K.H.
Subject: Trs: Nasi Padang mengandung 
Borax
 

 
Sungguh menggiurkan bilamana melihat sajian 
sayur singkong hijau dengan paduan kuah kari dan sambal hijau dalam seporsi 
nasi 
Padang saat rehat makan siang. Selain sedap, kata mama, sayur juga mengandung 
vitamin dan mineral yang melimpah. Keduanya sangat dibutuhkan guna memperlancar 
metabolisme tubuh kita, imbuh guru Biologi kita dahulu, jika kita masih ingat. 
Semuanya memang tidak salah. Akan tetapi, bila sayur yang katanya sarat 
zat-zat yang esensial bagi tubuh itu terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia 
yang berbahaya, apa yang terjadi? Bukan sehat yang didapat, malah sebaliknya, 
penyakit menyerang, atau mungkin pada gilirannya nanti,l kematian menjemput. 
Tentu kita semua tidak mau, kan? Maka dari itu kita semua harus mulai 
berhati-hati. 
[Photo Credit: p2kafe.wordpress.com]
Bleng atau Borax 
Setelah ditemukannya daging ayam dan sapi yang mengandung Borax beberapa 
waktu lalu, ternyata, menurut penelusuran tim Benang Merah, Global TV, sayuran 
hijau, kini juga telah turut dijamah bahan kimia berbahaya ini. Guna 
menyamarkan 
identitas aslinya, Borax dilepas ke pasaran dengan label bleng (baca 
dengan lafal e sama dengan yang ada pada kata ‘redup’ atau ‘empuk’). 
Bleng alias Borax ini umumnya digunakan untuk mempercepat empuknya 
sayur mayur yang dimasak sekaligus memberikan aroma sedap, serta mempertahankan 
warna hijau dari sayur lebih lama. Konsumer  utama Borax ini, berdasarkan 
penulusuran dan wawancara yang dilakukan oleh tim Benang Merah, ialah para 
pengelola rumah makan Padang. 
“Tidak ada rumah makan Padang yang tidak menggunakan bleng,” aku salah 
seorang pemilik rumah makan Padang yang disamarkan identitasnya. Daun singkong 
dalam menu masakan Padang sifatnya wajib ada. Namun, setelah dimasak, rupanya 
daun singkong ini cepat berubah warna menjadi kehitaman. Sebab itu, bleng 
menjadi solusi ampuh mengatasi masalah sayur singkong yang cepat menghitam 
ini. Menurut mereka, saat memakai bleng, daun singkong lebih cepat masak, 
juga tahan lebih lama. 
Masalahnya, mereka, para pedagang dan pemilik rumah makan ini, tidak tahu 
menahu bahwa bleng adalah nama lain Borax. Mereka menganggap, dengan nama 
yang tidak identik, maka kandungannya pun jauh berbeda. Padahal, bleng 
merupakan cap yang tak lain hanya nama lain dari Borax. Di samping itu, 
sosialisasi yang dilakukan Badan POM masih amat minim. Akibatnya bleng a.k.a 
Borax ini masih bisa beredar bebas di pasaran tanpa ada inspeksi 
maupun penanganan lebih lanjut. 
Bahayanya? 
Bleng atau Borax, merujuk pada pernyataan Ilyani S. Andang, seorang 
peneliti YLKI, sudah tidak diperkenankan, bahkan dilarang, digunakan sebagai 
bahan tambahan makanan. Zat ini diduga mempunyai sifat racun. 
“Efek Borax memang tidak tampak secara instan, melainkan akumulatif. Pada 
fase awal, Borax dapat menimbulkan gangguan pencernaan, pusing, atau mual. 
Namun, bila sudah mencapai tahapan akut, Borax dapat memicu kanker, juga bahkan 
kematian,” tuturnya saat diwawancarai tim Benang Merah. 
Wikipedia pun melansir data yang serupa. Disebutkan, kendati Borax bukan 
benar-benar racun, bukan berarti penggunaannya, juga termasuk di dalamnya, 
konsumsi, aman. Dalam terpaan sederhana, Borax mampu menimbulkan iritasi kulit 
dan pernafasan. Konsumsi Borax juga mampu memicu rasa mual, muntah-muntah, 
sakit 
perut akut, dan diarrhea (mencret). Pada konsumsi lanjut, seseorang bisa 
terkena respiratory depression (chan-gangguan pernapasan berat), 
erythematous, juga gagal ginjal. 
Karena itulah, masyarakat perlu berhati-hati. Apalagi mendeteksi keberadaan 
Borax di sayur agak susah. Selain itu, masyarakat umum masih berpikir, sayur 
yang masih hijau setelah dimasak ialah sayur yang kandungan vitamin dan 
mineralnya masih banyak, tidak hilang bersama air rebusan atau sebagainya. 
Tetapi, pada kenyataannya tidak selalu begitu. Maka dari itu, mulai sekarang 
kita harus mulai waspada! 
Tak hanya masakan Padang 
Temuan penggunaan Borax pada pengolahan sayur ternyata tidak hanya ada di 
rumah makan Padang. Penjual sayur pecel keliling, juga mengaku menggunakan 
bleng alias Borax ini sebagai bahan tambahan saat memasak. 
“Saya pakai bleng saat merebus kecambah, kacang panjang, kangkung, 
bayam, juga sayur lain yang menjadi bahan dasar pecel.” Begitu ungkap salah 
seorang wanita penjual pecel keliling di Jakarta. 
Alasannya memakai bleng serupa dengan yang diutarakan pemilik rumah 
makan Padang di atas. Akunya, sayur yang direbus lebih cepat matang dan tahan 
lebih lama dibanding tanpa menggunakan bleng. Yang lebih menariknya 
menggunakan bleng adalah karena harganya murah dan tersedia banyak di 
pasaran. 
Selamatkan kami yang tidak tahu! 
Melihat kenyataan tersebut, kita patut bersedih. Pasalnya, kita tahu semua, 
Indonesia memiliki Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) yang bertugas 
mengawasi obat-obatan serta makanan yang beredar luas di Indonesia. Akan 
tetapi, 
sepertinya, untuk kasus di atas, peranan badan ini tak begitu kentara. 
Badan POM kelihatannya tidak akan bertindak sampai kasus ini diangkat media 
dan menjadi bahan pembicaraan khalayak ramai. Baru, jika sampai tahap ini, 
Badan 
POM mulai beraksi. Seharusnya, sebagai badan yang diberi kewenangan untuk 
menjaga serta mengawasi obat dan makanan di Indonesia, Badan POM lebih 
proaktif. 
Bukan hanya menunggu sampai ada yang meninggal, lalu masuk berita televisi, 
baru 
mereka mau bergerak. Inspeksi plus sosialisasi harus lebih gencar dilakukan 
Badan ini, supaya tak ada lagi bahan kimia berbahaya yang beredar dan 
menghantui 
masyarakat Indonesia dengan rasa was-was pada setiap makanan yang mereka makan 
sehari-hari. 
Bila memang Badan POM masih belum bisa proaktif, media, sebagai pihak yang 
punya kuasa mengatur agenda publik, hendaknya terus memuat reportase-reportase 
maupun kasus berkenaan dengan penggunaan Borax dalam makanan. Selain agar 
masyarakat tahu dan awas, Badan POM juga diharapkan tersentil menyaksikan 
berbagai berita yang ditayangkan media. Ini semua demi menyelamatkan konsumen, 
yang tak lain ialah seluruh bangsa Indonesia sendiri. 
Di samping dua hal tersebut, secara lebih ilmiah, Ilyani menyatakan, Borax 
dapat diganti dengan STPP, karena selain aman, STPP juga berizin sebagai bahan 
tambahan makanan di Indonesia. 
Sumber : 
http://langitdipucukdaun.wordpress.com/2009/07/15/waspadai-sayuran-hijau/ 
            
  Benang merah edisi July 2009 
 

The information  transmitted is intended only for the person or the entity to 
which it is  addressed and may contain confidential and/or privileged material. 
If you  have received it by mistake please notify the sender by return e-mail 
and  delete this message including any of its attachments from your system. Any 
 use, review, reliance or dissemination of this message in whole or in part  is 
strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to  change. The 
views expressed herein do not necessarily represent those of  PT Astra 
International Tbk and should not be construed as the views,  offers or 
acceptances of PT Astra International  Tbk. 
 
 
 

________________________________
 
Lebih aman saat online. 
Upgrade 
ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! 
agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan 
IE8 di sini!
No virus 
found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 
8.5.392 / Virus Database: 270.13.43/2280 - Release Date: 08/03/09 
17:56:00


      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke