Gmana klo ketan ama kinca duren .... Kebetulan dirumah gi bikin neh .... Yummy
dikintun ti telepon Nokia nu abi
-----Pesan Asli-----
Dari: boy adins
Terkirim: 30/08/2009 3:37:09 PM
Subjek: [ninja_gokill] ketan kemayoran....
Buka Puasa dengan Ketan Susu? Ayo Aja..
restodb.com
Kemayoran, Warta Kota
Sudah pernah mendengar makanan bernama ketan susu? Ya, ini panganan yang
terbuat dari beras ketan yang dilumuri susu di atasnya. Salah satu yang
terkenal adalah Ketan Susu Kemayoran.
Sejarah dimulainya kedai Ketan Susu Kemayoran yang terletak di Jalan Garuda
Ujung, Kemayoran, Jakarta Pusat, ini dimulai dari tahun 1958. Pada mulanya
kedai ini didirikan oleh dua sahabat yakni H Tasnyad dan H Sukrod. Lalu
seterusnya kedai ini dikelola oleh anak cucu mereka yang hingga kini sudah
mencapai generasi keempat.
Sebenarnya tidak ada nama yang pasti untuk kedai ini. "Tergantung orang mau
bilang apa, mau bilang ketan kobok, atau ketan susu, tapi sekarang orang banyak
bilang ketan susu," ujar Sahuri (41), salah satu pengelola kedai ini.
Nama ketan susu yang ramai disebut-sebut orang sekarang ini berawal dari sebuah
cerita ketika ada seorang anak kecil yang ingin membeli ketan, tapi minta
ditambahi susu.
"Awalnya hanya anak tersebut dan beberapa temannya yang kalo beli ditambah
susu, tapi lama kelamaan banyak orang tertarik dan kita menjadikannya salah
satu menu andalan," ujar Sahuri yang merupakan generasi ketiga pewaris kedai
yang dikelola turun-temurun ini.
Ketan yang sudah jadi ditaburi sedikit parutan kelapa di atasnya lantas disiram
dengan susu dan disandingkan dengan teh poci yang disediakan dalam teko yang
terbuat dari tanah.
Tempe goreng yang diiris tebal juga menjadi salah satu menu andalan kedai ini.
Tak lupa ada juga kopi tubruk yang siap menemani penikmat kopi.
Rasa khas ketan ini yang begitu lembut dimulut menjadikan segmen pengunjung
tidak terbatas. "Semua menyukai ketan kami, mulai dari anak kecil sampai orang
tua sudah menjadi langganan kami sejak lama," kata Sahuri menambahkan.
Untuk satu ketan susu dijual dengan harga Rp 2.500, dan bila ingin satu paket
dengan teh poci plus tempe gorengnya, kita hanya cukup mengeluarkan uang
sebanyak Rp 5.000.
Salah satu rekan Sahuri, Mahmud (31) menerangkan kedainya buka 24 jam.
Ketika ditanya apakah bulan Puasa tetap buka, Mahmud menuturkan, "Bila bulan
Puasa kami tetap buka untuk melayani orang yang tidak puasa," ujar pria yang
merupakan generasi keempat di bawah Sahuri ini menjelaskan. (CR3)