Nice info...
Panjang banget...

 Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus TL,Ngaceng Teruuusss... !




________________________________
Dari: Ron <[email protected]>
Kepada: truthseeker <[email protected]>; [email protected]
Terkirim: Rabu, 16 September, 2009 19:36:44
Judul: [ninja_gokill] Indonesia truly Atlantis?

  
Ingat iklan pariwisata Malaysia yang cantik itu ? Malaysia, Truly Asia…Banyak 
orang kita yang sebal melihat iklan yang bagus itu, karena banyak hal-hal yang 
digambarkan dalam iklan itu sebenarnya lebih banyak dijumpai di pelbagai 
wilayah Indonesia dari pada di Malaysia.Yah, kita selalu ‘keduluan’ oleh 
mereka.Hal lain yang menyebalkan menyangkut negeri tercinta ini adalah manakala 
ada yang mengatakan bahwa banyak orang di Amerika atau di luar negeri yang 
tidak mengenal Indonesia. Katanya mereka tahu Bali, tapi Indonesia itu dimana 
sih…., konon tanya mereka…..Tapi perkembangan terbaru rada beda ; mempromosikan 
Indonesia akhir-akhir ini mestinya ibarat mendayung perahu ke hilir, yang 
didorong arus sungai dari belakang. Banyak kemudahan yang didapat secara 
gratis.Bukan hanya akibat kedatangan Hillary Rodam Clinton, tapi terutama oleh 
ulah Prof. Arysio N. dos Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan : 
“Atlantis the Lost Continents Finally
 Found”.Dimana ditemukannya ?Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis 
yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia 
(!).Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah 
benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat 
tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar 
laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para Dewa. Kisah 
Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula 
dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh 
bangsa Atlantis itu.Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, 
Caribea, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, 
sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah 
negeri dongeng semata.Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan 
bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena
 dicari di tempat yang salah.Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah 
Indonesia, katanya. Dia mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi 
Atlantis selama 29 tahun terakhir ini.Ilmu yang digunakan Santos dalam 
menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, 
Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology.Kualifika si 
Santos dapat dilihat dengan cara di KLIK DISINI.Buku Santos sewaktu ditanyakan 
ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini 
terlink ke 400 buah sites di Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos 
selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visits.Ini adalah iklan gratis 
untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan 
dana 1 sen pun dari Pemerintah RI.Sebagaimana dapat diikuti dari websitenya, 
Plato menulis tentang Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat 
kebudayaan Dunia Barat (Western World).Sampai
 saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya 
menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya dia 
menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta 
secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ?Plato bercerita 
bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan 
‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai 
pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, 
dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.Warga 
Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah 
menjadi ambisius. Para dewa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan 
banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya 
sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah 
Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa
 bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai 
bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat.Menurut Santos, ukuran 
waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat 
bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan 
bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.Bencana ini menyebabkan punahnya 70% 
dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species 
manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.Sebelum terjadinya bencana banjir itu, 
pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan 
semenanjung Malaysia dan benua Asia.Gambar 1 : AtlantisSulawesi, Maluku dan 
Irian masih menyatu dengan benua Australia dan terpisah dengan Sumatera dan 
lain-lain itu. Kedua kelompok pulau ini dipisahkan oleh sebuahGambar 2 : 
Atlantis (National Geographic Magazine)selat yang mengikuti garis ‘Wallace’. 
Lihat gambar 1.Posisi Indonesia terletak pada 3
 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi 
mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina 
yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.Gunung utama yang disebutkan oleh 
Santos, yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau 
dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang 
disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung 
Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.Bencana alam beruntun ini menurut 
Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh 
gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang 
jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.Letusan ini menimbulkan tsunami 
dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi 
dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara 
Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan
 Kalimantan.Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi 
ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian 
besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) .Abu ini kemudian turun dan 
menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai 
akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan abu tersebut.Gletser di kutub 
Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang 
rendah, termasuk Indonesia.Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang 
menyebabkan air laut naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. 
Dataran rendah di Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal 
adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi. Lihat Gambar 1.Tekanan 
air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada 
lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung 
berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat.
 Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.Dalam bukunya 
Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari 
sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman Es, dimana 
temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat Celcius lebih 
dingin dari sekarang.Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu 
hanyalah Indonesia yang memang terletak di katulistiwa. Plato juga menyebutkan 
bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih besar dari Lybia (Afrika 
Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…”. Luas ini persis sama dengan luas 
kawasan Indonesia ditambah dengan luas Laut China Selatan.Menurut Profesor 
Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa 
peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa 
Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di tempat lain.Santos 
telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang
 lalu sewaktu dia mencermati tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir, 
Mesopotamia, Phoenicia, Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian. Walau 
dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang 
digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama.Santos 
menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 
buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.Semua suku bangsa ini sebelumya 
berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh 
Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu.Di 
Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang 
menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. 
Ini terjadi pada zaman Pleistocene. Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga 
tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai 
jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi,
 pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, 
gajah, dan bermacam hewan liar lainnya.Menurut Santos, hanya Indonesialah yang 
sekaya ini (!).Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut 
naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa 
keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.Suku 
Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di lembah Indus. . 
Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di lembah Indus, 
mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, 
dan Asia Utara.Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan 
kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.Catatan terbaik dari 
tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui tradisi-tradisi cuci 
di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah 
pewaris dari budaya yang
 tenggelam tersebut.Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di 
Indonesia.Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara 
tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu 
mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh 
dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution.Bahasa- bahasa dapat 
ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia 
sangat maju dipandang dari gramatika dan semantik.Contohnya adalah abjad. Semua 
abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari India yang pada masa itu merupakan 
bagian yang integral dari Indonesia.Dari Indonesialah lahir bibit-bibit 
peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, 
Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan 
lain-lain.Budaya- budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis 
diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala,
 Patala, Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.Itulah 
ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua atlantis 
yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia.Bukti- bukti yang menguatkan 
Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi alternative lainnya 
disimpulkan Profesor Santos dalam suatu matrix yang disebutnya sebagai 
‘Checklist’ (KLIK DISINI).Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau 
dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di 
Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik 
perhatian orang-orang luar ke Indonesia.Teori ini juga disusun dengan 
argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.Kalau ada yang beranggapan bahwa 
kualitas bangsa Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat 
dikatakan sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, 
maka ini adalah suatu proses maju atau mundurnya peradaban yang
 memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun.Contoh kecilnya, ya perbandingan 
yang sangat populer tentang orang Malaysia dan Indonesia; dimana 30 tahunan 
yang lalu mereka masih belajar dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di 
depan kita.Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang Dia 
pergilirkan. Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya.Profesor 
Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna membuktikan 
teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang mampu memetakan 
dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana yang digunakan 
untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan beragam peralatan canggih lainnya 
diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti pendukung yang kini 
diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia.Apa yang dapat dilakukan 
oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ?Bagaimana pula pakar Indonesia dari 
berbagai disiplin keilmuan menanggapi teori yang
 sebenarnya “mengangkat” Indonesia ke posisi sangat terhormat : sebagai asal 
usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ?Coba dong beri pula perhatian 
yang memadai.Atau coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : 
penduduk cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan 
buruk lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah Indonesia 
sang “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau 
berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang 
ini.Khususnya bagi warga Minang, ada juga ‘utak-atik’ yang bisa 
dilakukan.Santos mengatakan berdasarkan penelitiannya bahwa berbagai kisah 
tentang negara bak ‘surga’ yang kemudian menjadi hilang, bencana banjir besar, 
letusan gunung berapi, dan gempa dahsyat ditemui pada kisah-kisah berbagai 
bangsa di seluruh dunia. Kisah ini mirip satu dengan lainnya.Apa pula kata 
Tambo Minangkabau tentang ranah Minang zaman
 baheula ?“….Pada maso sabalun babalun balun, urang balun pinangpun balun, 
samaso tanah ameh ko sabingkah jo Simananjuang, kok gunuang baru sabingkah 
batu, tanah darek balun lai leba……, lah timbua gunung Marapi” (Pada masa serba 
belum, orang belum pinangpun belum, semasa tanah emas ini masih menyatu dengan 
Semenanjung, gunung baru sebingkah batu, tanah daratan belum lebar, sudah 
timbul gunung Merapi). Ada lagi “…waktu bumi basintak naiak, lauik basintak 
turun…” (Sewaktu daratan bergerak naik, laut bergerak turun).‘………Samaso tanah 
ameh sabingkah jo Simananjuang’ , ini adalah masa sewaktu Atlantis masih 
exist.Salah satu Menhir di MahatKonon kabarnya pula, sejumlah menhir yang 
berjumlah 800an buah di Mahat posisinya menghadap kearah matahari terbit, atau 
kearah Timur.Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos 
yang tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.Arah 
Timur dari Mahat adalah
 arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan 
gunung berapi dan gempa bumi.Pulau Sumaterapun ternyata tertulis dalam kisah 
Atlantis, yang disebut sebagai Taprobane.Dulu Taprobane ini diartikan sebagai 
Ceylon, tapi kalau melihat ukuran besarnya tidak syak lagi bahwa Taprobane 
adalah Sumatera yang dikisahkan kaya dengan emas, batuan mulia, dan beragam 
binatang termasuk gajah.Itulah kira-kira teori Santos secara sangat 
ringkas.Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke website 
Profesor Santos http://atlan. org/ atau membeli bukunya yang disebutkan diatas 
ke penerbit ‘Amazon.com’ (kalau sudah ada terbitan barunya).Dan….perusahaan 
penerbangan mana yang akan memulai dengan iklan : Indonesia, Truly 
Atlantis………[eb]    ‬‪​‬ 
Sent from my NininBerry® gaspoool teruusss, Rempool Teruuusss... !
   


      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke