Mantap renunganny
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Bl4ckdob3y <[email protected]>
Date: Mon, 16 Nov 2009 17:35:35 
To: <[email protected]>
Subject: [NOC] FW: renungan


Renungan sore ..........

Powered by Goodwill enforced by GOD will .........

--- Pada Sen, 16/11/09, Indra <[email protected]> menulis:












From: Risa [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, November 16, 2009 4:02 PM
To: [email protected]
Subject: renungan
 













 






 





Kisah di bawah ini adalah kisah yang didapat dari milis alumni Jerman. Demikian 
layak untuk dibaca, Dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak Dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. 
Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat 
inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar Dan memberikan senyumnya kepada tiga 
orang asing yang ditemuinya Dan mendokumentasikan reaksi mereka.  Setelah itu  
setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang 
yang periang, mudah bersahabat Dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, 
saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya Dan anak bungsu 
saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran 
McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin Dan 
kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela Dan meminta 
agar dia saja yang menemani is Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih 
kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap 
orang di sekitar kami bergerak menyingkir, Dan bahkan orang yang semula antri 
dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik Dan melihat mengapa 
mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau 
badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua 
orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, Dan tidak mampu 
bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja Mata saya menatap laki-laki yang lebih 
pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, Dan IA sedang "tersenyum" kearah 
saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih 
sayang. Ia menatap kearah saya, seolah IA meminta agar saya dapat menerima 
'kehadirannya' ditempat itu.


 Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum Dan sembari menghitung beberapa 
koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan 
saya membalas senyumnya, Dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan 
oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh 
berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu 
menderita defisiensi mental, Dan lelaki dengan Mata biru itu adalah 
"penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata 
dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,Dan kami bertiga tiba2 
saja sudah sampai didepan counter.


Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, 
saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru 
segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang 
terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan 
direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran Dan menghangatkan tubuh, 
maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin 
menghangatkan badan.


Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku
Beberapa saat, sambil Mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk 
yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati 
mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua Mata 
di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, Dan pasti juga melihat semua 
'tindakan' saya.
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga 
kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum Dan minta 
diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang Ada di 
counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami 
Dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut 
kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya 
letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, Dan meletakkan tangan saya 
di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya 
berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."


Kembali Mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini Mata itu mulai basah 
ber-kaca2 Dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."  Saya 
mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata 
"Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di 
sekitar sini Dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan 
makanan ini kepada kalian."
Mendengar ucapan saya, is Mata Biru tidak kuasa menahan haru Dan memeluk lelaki 
kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki 
itu.


Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka 
Dan bergabung dengan suami Dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk 
mereka.

Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum Dan 
berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, 
yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku Dan anak-2ku! " Kami 
saling berpegangan tangan beberapa saat Dan saat itu kami benar2 bersyukur Dan 
menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 
'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain Yang sedang sangat 
membutuhkan.


Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan 
restoran Dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu 
menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.


Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap 
"Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada 
disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan 
seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."
Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak
meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan 
seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh 
kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami.

Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan 
terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah 
terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih 
sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan 
saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, 
sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat 
kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang 
lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia 
meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, 
para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah 
menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan 
ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut 
melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi 
yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya 
untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan 
mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya .
 "Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat'
 dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh 
orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa 
yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.

Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di 
bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para 
pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini 
diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN
MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI 
HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA! 

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita 
ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai 
anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk 
bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan 
uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, 
tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.


Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi 
dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan 
banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang 
yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan 
memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak 
melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus 
BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.


Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua 
yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, 
karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itudari 
pengalaman dirimu sendiri !
 



Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih 
Cepat hari ini!
 

 






 

 

 




      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com


------------------------------------

INFORMASI PENTING!
bagi anggota resmi yang belum membayar uang kas 2009 mohon segera dilunasi ke 
bendahara NOC, batas akhir pelunasan uang kas pada tanggal 30 November 2009. 


Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ninja_gokill/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ninja_gokill/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke