semoga ga repost!

thanks
si_cipung

Sent from my BlackBerry® smartphone from Telkomsel, Kadang-kadang Nyambung
Teruuusss...!


---------- Pesan terusan ----------
Dari: titik gartika <[email protected]>
Tanggal: 24 Desember 2009 13:13
Subjek: ParaKonTel : OOT : Tips sukses wawancara
Ke: [email protected]


Dear All,
Sekedar sharing aja, tidak bermaksud menggurui ^_^. Semoga bermanfaat.


TIPS SUKSES WAWANCARA KERJA



Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu
perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para
tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ?
tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.



*1. Ceritakan tentang diri anda*



Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali
ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang
dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat
lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama
optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana
seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”,
banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika
menjadi tak percaya diri.



“Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan
tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai
upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang
menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai
upaya mencuri hati si pewawancara. “Tapi ini jaman modern. Jawaban yang
terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda
sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak
butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.



Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York
mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit
untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon,
anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah.
Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan
berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa
bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari
mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah,
saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi
referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”

Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan
Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya
rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan
bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak
ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti
itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina
Collins.

Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik.
Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah
yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga,
berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin
melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah
beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan
untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin-poin itu, berlatihlah
mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.



*2. Hati-hati pertanyaan jebakan*



Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan.
Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal
tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali
kelepasan bicara. Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika
mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.



“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi
anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab
’saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan
pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’ Saya
lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari
perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan
pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.

Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang
menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya
negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang
teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama
tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan
gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak
menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis,
misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik
karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering
kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi
bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”



Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin
tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya
pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh
si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah
akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup
peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon
karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa
kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan
bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti
selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda
menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang
cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”



*3. Semangat dan bahasa tubuh*



Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi
pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak
seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik.
Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi
kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan
bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak
berlebihan.



Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang
sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta
kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk
menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai
pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya
kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”,
“saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…”
mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu
percaya diri dan tidak menguasai persoalan.


Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan
baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara
kerja. Selamat bersaing! (Lily Bertha Kartika/ berbagai sumber)

-- 
Best Regards,



Ika

-- 
=== PARAKONTEL ===
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"Para Kontraktor Telecom" group.
To post to this group, send email to [email protected]
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/parakontel?hl=en
...
[LATEST NEWS]
Update your Membership Data at http://parakontel.net/in/?page_id=7
View DB of ParaKonTel at http://parakontel.net/in/?page_id=19
...
=== PARAKONTEL ===

Kirim email ke