Teringat" kembali bahwa kt hidup hanya sementara dan akan kembali kepadaNya.
Amin dan terima kasih bro atas remindernya:D Sent from my BlackBerry@ blueninja_roqib-atib.. nga kenceng..kenceng..cenggg.. -----Original Message----- From: "cacing & jangkrik" <[email protected]> Date: Tue, 5 Jan 2010 11:05:02 To: Abdul Cholik<[email protected]>; Adam<[email protected]>; Alamsyah<[email protected]>; Alamsyah<[email protected]>; Dedy<[email protected]>; Gusman<[email protected]>; Gusman<[email protected]>; Handoko SH<[email protected]>; Iman Romdoni<[email protected]>; Indra Kurus<[email protected]>; Indra KRS<[email protected]>; Irman<[email protected]>; Iron<[email protected]>; Kuntjoro<[email protected]>; Lelly<[email protected]>; Marwan Ajis<[email protected]>; Na'ung<[email protected]>; Puguh<[email protected]>; Rasyid<[email protected]>; Rasyid Jawara<[email protected]>; Ridho<[email protected]>; sera<[email protected]>; Sigit<[email protected]>; Verny<[email protected]>; Zulux<[email protected]> Subject: [Fwd: MAKNA SEBUAH TITIPAN] ---------------------------- Original Message ---------------------------- Subject: MAKNA SEBUAH TITIPAN From: "Yeni, Yeni (GE Capital)" <[email protected]> Date: Mon, January 4, 2010 10:32 To: -------------------------------------------------------------------------- MAKNA SEBUAH TITIPAN -WS. RENDRA- Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa : sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Allah bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya, bahwa putraku hanya titipan Nya, tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku. Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku. Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih. Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku, Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah... "ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja" ________________________________
|
MAKNA SEBUAH
TITIPAN -WS. RENDRA- Sering kali aku
berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa : sesungguhnya ini
hanya titipan, |

