Dear anggota gokiller NOC, 

ada renungan yang berguna buat kita.

Maaf kalau Repost.

 

Catatan: Tulisan ini ditulis dengan bantuan komputer khusus untuk orang tuna
netra. Mohon maaf jika susunannya kurang rapi.
_________________________________________

Patutkah Aku Mengeluh?

Saya teringat pengalaman 
waktu lalu, waktu saya
belum menerima kebutaan sebagai Berkat Tuhan. Karena sering mengalami
hal-hal yang saya anggap menyakitkan baik fisik maupun mental dari minimnya
ketajaman mata ini (yang sebenarnya hadiah dari Tuhan juga ), maka saya
sering
"protes" kepadaNya dan diiringi dengan keluhan pada diri sendiri dan hidup.
Hingga pada suatu hari Tuhan mengirimkan seseorang yang menyadarkan pada
saya, betapa saya harus banyak bersukur, betapa saya tak pantas untuk
mengeluh. Dia seorang perempuan 21 Tahun, sebut saja namanya "Bela" (bukan
nama asli ). Bela datang pada saya bersama suster pedampingnya untuk
belajar
huruf braille. Yang membuat saya merasa kecil dan harus bersyukur adalah;
Bela (akibat kecelakaan) bukan hanya buta, ia juga pengguna kursi roda,
kedua tangannya baal
(saya lupa istilah kedokterannya, semacam kehilangan rasa bila memegang
sesuatu benda). Padahal syarat utama untuk mengenal huruf timbul itu adalah
kepekaan jari-jari kita. namun demikian, semangatnya untuk belajar huruf
braille melebihi kekerasan
baja sekalipun.
Beberapa bulan kemudian, Ibunda Bela datang kepada saya dan menceritakan
semangat Bela sambil menitikan air matanya. "Ibu tak melarang dia terus
belajar huruf Braille, tapi Ibu tak sampai hati melihat caranya belajar",
begitulah kata Ibu Bela yang saya ingat. "memangnya bagaimana cara dia
belajar Bu", tanya saya. Ibu Bela bercerita bahwa dia sering melihat Bela
dikamarnya sedang menciumi kertas timbul. Mula-mula Ibu Bela menyangka bahwa
Bela sedang membaui kertas itu. Kebiasaan itu berlangsung beberapa hari,
hingga akhirnya Ibu Bela mengetahuinya. "Karena Bela sulit sekali
menggunakan jarinya untuk belajar huruf braille, maka dia menggunakan
bibirnya sebagai alat peraba", Ibu Bela menjelaskan sambil terbata-bata.
Sungguh perempuan yang luar biasa. Saya malu pada Bela, pada diri sendiri
dan Tuhan. Dalam keadaan yang semacam itu, Bela tak pernah mengeluh. Bahkan
dia sering berkumpul dengan teman-teman berkursi rodanya dibeberapa rumah
makan. Dia menjalani hidup dengan penuh sahaja. "Patutkah saya mengeluh",
dalam hati saya. Saya masih ada kaki yang dapat berjalan, masih ada
jari-jemari yang dapat membaca huruf braillle, masih dapat menuliskan dan
mengirimkan email ini secara mandiri.
Teman-teman tercinta, kita akan segera keluar dari "perasaan" sengsara,
mederita, sakit dlll, bila kita bisa bersyukur. bisa menerima diri kita apa
adanya. Semoga demikianlah juga teman-teman semua. Jadi, bila teman-teman
kesulitan untuk mengerti dan memahami sebuah buku setelah membacanya,
janganlah mengeluh. Teruslah bersuyukur, karena masih ada seorang teman
milis seperti saya yang untuk membaca buku saja harus melampaui beberapa
tahapan; (1)Buku
dalam bentuk hard-copy discaning menjadi soft-file. hal ini bisa
berlangsung berhari-hari, tergantung tebal tipisnya halaman. (2) Setelah di
edit di komputer, dokumen tadi di conversi kedalam huruf braille. (3) Tahap
akhir
dicetak dengan embosser (printer braille) dengan menggunakan kertas yang
ketebalannya minimal 120gram.
Apa pun yang menimpa kondisimu saat ini, tak menjadi masalah. Ketika engkau
terbangun dari tidurmu, syukurilah, karena engkau masih dapat melihat
indahnya warna-warni hiasan dan benda dikamarmu. Ingatlah saat yang sama
teman-teman kita di Mitranetra, mereka tetap tersenyum walaupun seumur hidup
mereka (beberapa orang) tak pernah melihat seberkas cahaya sekalipun dan
tak
pernah mengenal warna-warni seperti anda semua.
Teman-teman, Cintailah dirimu sendiri, yang ada padamu sekarang, adalah yang
terbaik dalam rancanganNya, salam

Irwan Dwi Kustanto
Direktur Yayasan Mitra Netra

Rudi Muliyono (Momo), C.Ht. - QHI
Certified-Client Centered Counselor & One Session Cleared Therapist

Commited and proven to heal drugs addicted, trauma and phobia in only one
session therapy. Helping people to achieve peak performance, maintaining
self-development & have a peace of mind.

 

Kirim email ke