memang yang berkaitan dengan porno itu relatif. apakah wanita yang telanjang 
dihadapan suaminya adalah porno? menurut saya porno adalah suatu tindakan 
seksual yang didorong hasrat seksual dan bertujuan untuk hal seksual yang 
ditujukan kepada orang lain yang bukan muhrimnya (suami atau istri). Trus 
bagaimana seorang bapak yang mengajarkan seksologi kepada anaknya? Bukan porno! 
selama sang bapak tidak ada hasrat seksual saat mengajarkan anaknya. Jadi 4 
parameter harus terpenuhi agar masuk dalam kategori porno yaitu:
1. tindakan seksual
2. hasrat seksual
3. tujuan seksual
4. bukan muhrim.
 
SEDERHANAKAN????!!!!
 
memang ruup terlalu berlebihan dalam menuangkan aturan-aturannya sehingga 
menjadi bias dari tujuan awal yaitu melindungi masa depan generasi muda kita. 
Sebenarnya yang seharusnya di perberat adalah hukuman pelecehan seksual dan 
pemerkosaan, agar orang tidak berani melakukan hal-hal tersebut.
 
menurut saya balkan tidak rasis. apakah orang disebut rasis bila orang tersebut 
melecehkan sukunya sendiri? Justru dia ingin membangkitkan semangat rasnya 
untuk mengambil pelajaran dari suku lain. Kondisi lebih baik suku lain bukan 
berarti memiliki derajat lebih tinggi. yang terpenting adalah:
1. tidak malu untuk belajar dari orang lain
2. berjiwa besar untuk mengajarkan kepada orang lain.
 
SEDERHANAKAN????!!!!!!
 
 

--- On Sun, 11/2/08, Mamat Harahap <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Mamat Harahap <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [nonamanis] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi 
di Yogya)
To: [email protected]
Date: Sunday, November 2, 2008, 9:56 PM










KENA DIBODOIN ENTE SEMUA , PORNO ITU KALAU ADA DUITNYA , KALAU TIDAK ADA 
DUITNYA ( BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG ) TIDAK PORNO , TUJUAN SEBERNYA 
MEDIA & INDUSTRI HIBURAN ( PORNOGRAFI INDUSTRIAL COMPLEX ) , TAPI BAIK ANGGOTA 
DEWAN & LSM TIDAK ADA YANG BERANI , APALAGI MAU KAMPANYE , RIBUT DI MEDIA SAMA 
JUGA BOHONG , BEBAN MEDIA LEPAS , BERANI TIDAK ENTE RAME-RAME , TAMBAHKAN 
SEDIKIT PADA UNDANG-UNDANG TERSEBUT " ADA UANG BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK 
LANGSUNG ADALAH PORNO , BILA TIDAK ADA UANG DALAM AKTIFITAS TERSEBUT BAIK 
SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG ADALAH TIDAK PORNO " .
DENGAN ALASAN KONSTITUSI KITA PAKAI PREAMBULE , UU PORNO HARUS PAKAI JUGA .
 

--- On Fri, 10/31/08, berondong panggilan <berondong_panggilan @yahoo.com> 
wrote:

From: berondong panggilan <berondong_panggilan @yahoo.com>
Subject: [nonamanis] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi di 
Yogya)
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com, gigolo_tante@ yahoogroups. com, Telanjang_di_ 
[EMAIL PROTECTED] .com
Date: Friday, October 31, 2008, 7:26 PM








--- On Fri, 10/31/08, novan prasetyo <novan_prasetyo@ yahoo.com> wrote:

From: novan prasetyo <novan_prasetyo@ yahoo.com>
Subject: Fw: [NaratamaTV] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi 
di Yogya)
To: berondong_panggilan @yahoo.com
Date: Friday, October 31, 2008, 3:19 PM








--- On Thu, 10/30/08, novan prasetyo <novan_prasetyo@ yahoo.com> wrote:

From: novan prasetyo <novan_prasetyo@ yahoo.com>
Subject: Fw: [NaratamaTV] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi 
di Yogya)
To: "mbak ade" <[EMAIL PROTECTED] com>, "pak asep" <[EMAIL PROTECTED] com>, 
[EMAIL PROTECTED] com, bediljepang@ yahoo.com, "AW Dr.Budi" <[EMAIL PROTECTED] 
com>, [EMAIL PROTECTED] .com, "emil" <[EMAIL PROTECTED] com>, [EMAIL PROTECTED] 
com, "rio ikj" <arioardiansyah@ gmail.com>, "harry irawan" <digitalharry_ 
[EMAIL PROTECTED] co.id>, "ema istianasari" <[EMAIL PROTECTED] com>, "fadil 
kost" <iink_menthol@ yahoo.co. id>, [EMAIL PROTECTED] go.id, "Kharina H. 
Pranata" <[EMAIL PROTECTED] com>, "Irfan Produser" <[EMAIL PROTECTED] com>, 
"joseph produser" <[EMAIL PROTECTED] com>, "fadhly saputra" <[EMAIL PROTECTED] 
com>, "fadly saputra" <[EMAIL PROTECTED] com>, "arip SMA 2" <Ariefbudiman16@ 
yahoo.co. id>, "bayu solo" <estehkampul_ [EMAIL PROTECTED] com>, "budi sound" 
<[EMAIL PROTECTED] co.id>, "esha studio 19" <[EMAIL PROTECTED] com>, "ocha 
traxfm" <[EMAIL PROTECTED] com>, "Mbak Vita" <fitasya_sari@ yahoo.com>, "tri 
warnet uk" <[EMAIL PROTECTED] com>, "Lisa Widyastuti" <lisawidydelapan@ 
yahoo.com>
Date: Thursday, October 30, 2008, 12:00 PM








--- On Wed, 10/29/08, Guritno <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:

From: Guritno <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Subject: [NaratamaTV] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi di 
Yogya)
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Date: Wednesday, October 29, 2008, 11:49 PM










From: Titiana Adinda [mailto:titiana. [EMAIL PROTECTED] com] 
Sent: Thursday, October 30, 2008 10:19 AM
To: muji.novrita@ jclec.com; el_faqier_love@ yahoo.com; [EMAIL PROTECTED] com; 
astriednerinda@ gmail.com; silver_boy13@ yahoo.com; Guritno
Subject: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi di Yogya)
 









 



Dear All,

 

Berikut ini aku kirimkan rekaman Anggota Dewan Yang Terhormat Sdr. Balkan Ketua 
Pansus RUU Pornografi ket ika dengar pendapat di Yogyakarta . Dengarkan 
sendiri. Betapa rasisnya dia....

 

Silahkan kalau mau bantu teman2 Yogya ini dengan mendownloadnya ke Youtube.com 
Mohon maaf karena aku agak gaptek. He..He..

 



J ika tmn2 ingin menghubungi langsung yg merekam suara ini adalah teman aku 
namanya panggilannya Emma (Maria Listuhayu). Aktivis Koalisi Perempuan 
Yogyakarta . Terima kasih.

 

Tolong sebarkan email tentang suara rekaman ini ke teman-teman anda. Terima 
kasih. 



 

Salam,

 

Dinda

=====

 

 
surat terbuka


Posted by: "dcute_ema"[EMAIL PROTECTED] . dcute_ema
Fri Oct 17, 2008 6:39 pm (PDT)

Surat Terbuka
Yogyakarta , 16 Oktober 2008
Kepada kawan-kawanku Bangsa Indonesia

Kawan,
Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum Yogyakarta
untuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam Rangka
Uji Publik RUU Pornografi'. Acara yang diadakan oleh Pansus RUU
Pornografi dari DPR berlangsung di Gedung Pracimosono, Kompleks Kantor
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta . Ketua Pansus RUU Pornografi,
Balkan Kaplale, juga datang ke acara itu.

Sekitar enam puluh orang â€"pro (mayoritas) maupun kontraâ€" hadir
sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama, enam
peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jam
saat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk
menyampa ika n pendapat.

Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telah
meminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk mewakili
warga Papua dalam menyampa ika n aspirasi. Di forum, ia mengusulkan agar
RUU Pornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi
kaum minoritas, dan membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik
sekelompok orang. J ika RUUP disahkan, lebih baik Papua melepaskan diri
saja, karena tidak diperlakukan adil.

Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsung menanggapi
pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan "Adinda" dan
berkata: "Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluar
dari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke
Komisi 10, nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul, belajarlah
ke Ambon , saya kebetulan dari Saparua loh. Kalau mendengar begini
tersinggung! Belajar baik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang
dan bernada bentakan)"

Balkan juga berkata "Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil orang
Solo supaya perba ika n keturunan! (membentak)"
Sebagian besar peserta forum langsung tertawa mendengar kalimat itu.
Namun kemudian beberapa peserta lain dan para wartawan berteriak,
"Rasis! DPR Rasis!!"

Balkan: "Diam dulu nanti kita kasih kesempatan bicara, sampai malam
kita di sini! Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"
***

"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya
perba ika n keturunan!"

Kawan,
Hati saya sakit sekali saat mendengar perkataan Balkan Sang Anggota
DPR sekaligus Ketua Pansus RUUP. Padahal kata-kata itu tidak ditujukan
pada saya. Saya bukan orang Papua. Saya tak bisa membayangkan,
bagaimana perasaan Albert dan kawan-kawan lain dari Papua mendengar
ungkapan Balkan yang bernada kasar dan isinya jelas menghina itu.
Betapa pedihnya!

Yang membuat hati saya lebih sakit lagi, sebagian besar peserta forum
yang mayoritas dari etnis Jawa, langsung tertawa saat mendengar ucapan
Balkan. Mengapa masih bisa tertawa saat ada saudara kita yang dihina?
Apa karena Balkan meningg ika n etnis Jawa, lantas kita layak tertawa
bahagia?

Kita adalah saudara. Sabang sampai Merauke. Kita: orang Batak, Jawa,
Sunda, Betawi, Madura, Dayak, Bugis, Flores, Papua, dan lain-lain;
telah berikrar untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia .
Kita setara. Tidak ada satu suku atau etnis pun yang tebih tinggi
derajatnya dari yang lain. Tidak ada pula yang lebih tidak beradab.

Sebagai kesatuan, mestinya kita bersedih j ika saudara kita direndahkan
karena etnisnya berbeda dengan kita. Bukan tertawa. Mestinya rasa
empati dan solidaritas kita tumbuh. Mestinya kita menggugat hinaan
itu! Bukan malah ikut tertawa menghina. Saya kecewa, Kawan.
Perbedaan etnis, suku, budaya bukanlah perkara salah-benar. Tiap
kelompok harusnya menyadari bahwa sejak awal Indonesia memang beragam.
Merasa diri lebih tinggi derajatnya dari kelompok lain hanya akan
menimbulkan konflik. Yang merasa diri paling benar memaksakan
keyakinan kelompoknya pada orang lain. Yang merasa diri beradab
menghujat kelompok yang dianggap tidak beradab.

Kawan,
Menurut saya perbedaan adalah perkara bagaimana kita berbesar hati
untuk menerima dan menghargai orang atau kelompok yang tidak sama
dengan kita. Andai kita semua mau membuka hati terhadap perbedaan dan
memiliki toleransi, saya yakin tak seorang pun akan tertawa saat
mendengar ucapan Balkan tadi.
***
"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya
perba ika n keturunan!"
---"DPR Rasis!"
"Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"

Kawan-kawanku,
Saya heran sekali dengan kalimat terakhir itu. Apa yang Balkan maksud
dengan hak ketua DPR dan hak Ketua Pansus? Hak untuk menghina orang
lain? Saya rasa, tidak ada orang yang memiliki otoritas menghina orang
lain, sekalipun ia pejabat pemerintahan. Kata-kata Balkan terkesan
sangat otoriter, seolah-olah ia berhak melakukan apapun sebab ia
adalah anggota DPR.

Menurut Pansus RUU Pornografi dan pihak yang setuju terhadap
disahkannya RUUP, RUU ini tidak akan menimbulkan disintegrasi bangsa.
Alasan mereka, RUU ini tidak diskriminatif. RUUP mengakomodir
kepentingan seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional.
Mari kita gugat pernyataan itu, kawan! Benarkah RUU ini mengakomodir
semua itu dan tidak diskriminatif? Pertanyaan ini sangat patut
dilayangkan dan dijad ika n bahan pertimbangan, sebab ternyata Balkan
Kaplale, anggota DPR RI dan ketua Pansus yang menyusun RUUP adalah
seseorang yang Rasis!

Kawan,
Seseorang yang sudah tidak adil sejak dalam pikirannya tidak akan bisa
bertindak adil dalam perbuatannya. Perkataan Balkan Kaplale pada
Albert yang rasis dan menghina menunjukkan pikirannya yang tidak adil
terhadap saudara-saudara kita orang Papua. Maka saya berani berkata,
RUUP yang diketuai oleh orang rasis dan tidak adil itu tidak layak
disahkan!

Dengan cinta pada bangsa dan Negara Indonesia ,

Maria Listuhayu.

* saya memiliki rekaman rapat dengar pendapat umum ini.
** tulisan ini akan dikirim ke media sebagai surat terbuka.

===
Kunjungi blogku di:
http://titiana- adinda.blogspot. com/

____________ _____
 





-- 


Kunjungi blogku di: 
http://titiana- adinda.blogspot. com



-- 


Kunjungi blogku di: 
http://titiana- adinda.blogspot. com



-- 


Kunjungi blogku di: 
http://titiana- adinda.blogspot. com



-- 


Kunjungi blogku di: 
http://titiana- adinda.blogspot. com



-- 
Kunjungi blogku di: 
http://titiana- adinda.blogspot. com



 














      

Kirim email ke