Dimuat di http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=27&dn=20080617234058
Politik
Kwik Kian Gie for President
Oleh : Dede Wijaya
18-Jun-2008, 01:55:31 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia - Siapa yg tidak kenal sosok beliau? Tokoh yang
sangat Nasionalis ini layak untuk diperhitungkan menjadi kandidat Calon
Presiden Indonesia 2009. Wacana ini telah lama berkembang bahkan ketika Pemilu
2004 lalu. Waktu itu ada kelompok-kelompok masyarakat yang ingin mencalonkan
Kwik Kian Gie sebagai Calon Presiden Independen, namun UU belum memperbolehkan
hal ini. Kwik lahir di Juwana, Jawa Tengah, 11 Januari 1935. Tidak lama di
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian putra seorang pengusaha hasil
bumi bernama The Kwie Kie ini berangkat kuliah ke Nederlandsche Economische
Hogeschool, Rotterdam, Belanda. Di sana pula ia bertemu dengan Dirkje Johanna
de Widt, gadis Rotterdam yang kemudian menjadi isterinya. Dua dari tiga anaknya
juga lahir di kota itu. Lulus dari Nederlandsche Economische Hogeschool pada
1963, ia tidak langsung pulang ke Indonesia, tetapi bekerja dulu sebagai
asisten atase kebudayaan dan penerangan pada Kedutaan Besar RI di
Den Haag. Namun pekerjaan itu hanya dilakoninya setahun. Selanjutnya, ia
menjadi direktur NV Handelsonderneming IPILO, Amsterdam. Tahun 1970 ia kembali
ke tanah air, dan sempat menganggur pula selama setahun sebelum akhirnya terjun
ke dunia bisnis dan mendirikan PT Indonesian Financing & Investment Company. Ia
sempat pula menjadi pimpinan beberapa perusahaan lainnya. Dunia bisnis kemudian
ditinggalkannya pada 1987, meskipun sampai tahun 1990 namanya masih tercatat
sebagai direktur utama PT Altron Niagatama Nusa. "Saya sudah punya cukup uang
untuk membiayai semua yang saya inginkan," katanya suatu kali kepada Matra. Ia
pun terjun total ke dunia politik dan pendidikan.
Untuk dunia pendidikan, bersama dua kawannya, Kaharudin Ongko dan Djoenaedi
Joesoef, ia mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia
(STIE IBII). Di lembaga itu ia duduk dalam jajaran dewan direktur. Untuk
politik, ia bergabung dengan PDI pro Megawati. Di sana ia duduk di Badan
Penelitian dan Pengambangan (Balitbang), sekaligus menjadi salah satu Ketua
DPP. Meskipun kemudian Mega disingkirkan oleh pemerintah dari PDI, ia tetap
konsisten membela dan mendukung Mega. Menurut Kwik, kemanusiaan Mega sangat
tinggi. "Kemanusiaannya besar sekali, sehingga Mega tidak bisa melihat darah
mengalir, kerusuhan atau kematian. Dia terus menerus berpesan agar anggota PDI
menjaga diri dan menghindari kerusuhan," katanya. Ia menambahkan, bahwa Mega
itu manusia yang mirip Bung Karno, "dan logisnya luar biasa".
Ia hidup untuk melayani orang lain. Itu tak lain karena Mega dilahirkan dalam
keadaan untuk melayani orang lain. "Jadi kalau dia peduli terhadap kehidupan
bangsa ini, itu bukan dibuat-buat, bukan agar dia menjadi orang berpangkat atau
orang penting," tambah Kwik kepada majalah di atas. Keadaan memang berubah,
reformasi datang, dan PDI Megawati - kemudian bernama PDI Perjuangan -
diperbolehkan menjadi salah satu partai politik. Selanjutnya, penulis
masalah-masalah ekonomi yang sangat produktif ini pun naik ke Senayan sebagai
anggota DPR. Di sana, ia pun dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR, sebelum
kemudian diangkat Gus Dur sebagai Menko Ekuin. Simak kesan seorang warga
masyarakat tentang sosok Pak Kwik: Pak Kwik, tokoh yang tidak malu menggunakan
nama kebesaran Tiong Hoa-nya adalah sosok yang vokal, keras, bersih, jujur
tetapi hidup dalam lingkaran orang-orang yang dia sendiri menganggapnya busuk.
Bagaikan seorang Nabi, ia berusaha “menyadarkan” orang-orang busuk bahwa jalan
mereka itu salah. Kita semua tidak tahu apa yang ada di benak Kwik. Apakah ia
benar-benar ber-amar ma'ruf nahi munkar atau hanya sok idealis? Yang jelas apa
yang kita lihat sekarang secara kasat mata, ia melakukan perbuatan yang benar
dengan mengingatkan orang yang salah. Kita memang butuh orang-orang seperti Pak
Kwik untuk membangun bangsa ini. Sebagian masyarakat Indonesia yg tahu betul
sepak terjang Kwik Kian Gie sejak zaman Presiden Soeharto, pasti tahu apa saja
yg sudah dilakukan Kwik Kian Gie yg selalu getol bersuara meski harus
berhadapan dengan kondisi Pemerintahan saat itu yg penuh dengan budaya KKN.
Pengalamannya di bidang Ekonomi yang Pro Rakyat dan bidang Politik tidak perlu
diragukan lagi. Tidak ada yang meragukan akan kecintaan dan Nasionalisme-nya.
Di antara para nasionalis seperti Amien Rais, Megawati, Akbar Tandjung, dan
sebagainya, nama Kwik Kian Gie termasuk harum dan disegani baik oleh
teman-teman Politik antar partai maupun oleh musuh-musuh politik PDI
Perjuangan, di mana Kwik duduk sebagai Balibtbang PDIP. Tampaknya sosok beliau
yang berdarah Tionghoa-Indonesia yang mengecap Pendidikan di Belanda ini memang
layak disandingkan dan disamakan dengan tokoh-tokoh nasional seperti Akbar
Tandjung, Amien Rais, SBY, Megawati, ataupun Jusuf Kalla.
Dalam beberapa buku yang ditulis dari kalangan Muslim, memunculkan wacana
mengenai Presiden Indonesia yang bukan dari Islam. Tampak wacana ini diusung
untuk memberi kesempatan yang sama bagi semua orang Indonesia tidak memusingkan
Suku Bangsa (Jawa-Non Jawa), Agama (Islam-Kristen-Budha, dll), dan lain
sebagainya. Menurut hemat penulis, memang sudah seharusnya kita sebagai Warga
Negara Indonesia melihat sosok seseorang bukan dari latar belakang yang
bersifat SARA, namun lebih pada melihat tokoh atau sosok itu dari track record
dan kapabilitas beliau sebagai seorang Pemimpin dan Negarawan Sejati.
Sosok Nasionalis selalu lebih disukai daripada yang bersifat Agamis dalam
negara yang Ber-bhinneka Tunggal Ika dalam wadah NKRI yang berlandaskan
Pancasila dan UUD 1945. Bahkan Kwik ketika harus berhadapan dengan para
"konglomerat hitam" yang beberapa di antaranya adalah keturunan Tionghoa,
beliau tetap lebih mementingkan kepentingan Rakyat Indonesia dan bahkan
cenderung membenci semua konglomerat hitam yang jelas tidak perlu dikasihani
oleh negara. Tampaknya sosok beliau yang berani mati demi sebuah ideologi dan
misi membela kepentingan Rakyat Indonesia, patutlah mendapat acungan jempol dan
penghargaan. Menjelang PEMILU 2004, nama Beliau sempat diusung menjadi calon
Presiden, dan bahkan beberapa Capres saat itu memperhitungkan beliau untuk
disandingkan menjadi Calon Wakil Presiden. Pengalaman Beliau dalam
berorganisasi tidak perlu diragukan lagi, sejak bergabung di PDI Perjuangan
dalam masa-masa yang berat saat Orde Baru, beliau siap mati demi membela
kepentingan Nasional
dan PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
Tampaknya kesetiaan beliau kepada Megawati dan PDI Perjuangan juga tidak lepas
dari kekaguman beliau akan sosok Ir. Soekarno, sang Penyambung Lidah Rakyat.
Masih ingat dengan Kaukus November yg beliau Prakarsai sejak 1998? Beliau bukan
hanya berhasil mengggagas namun juga mewujudkan dan mengajak para nasionalis
yang cinta bangsa dan negara untuk perhatian kepada masalah-masalah utama
bangsa ini. Kwik, Tokoh Tionghoa yang "paling nasionalis" ini juga aktif dalam
membela BUMN-BUMN dari kekuasaan pihak asing yang ingin menggerogoti kekayaan
negara Indonesia yang tiada tara sebagai berkat Yang Maha Kuasa. Apalagi yang
mau saya katakan tentang Beliau? Salah satu tokoh nasionalis yang mempengaruhi
hidup saya adalah Kwik Kian Gie, selain tentunya Soekarno. Track record beliau
di PDIP dan Pemerintahan semasa menjabat Menteri patut mendapat perhitungan dan
penilaian yang serius dari masyarakat Indonesia. Jadi, apakah anda dan saya mau
mendukung Kwik Kian Gie for President 2009? Mari
wujudkan calon independen, mari wujudkan mimpi jadi kenyataan.
Bagi penulis, sosok Kwik Kian Gie bagaikan sosok yang memberi warna berbeda dan
menyegarkan di tengah situasi bangsa dan negara yang sering disebut
"carut-marut". Tampaknya, beliau layak diperbincangkan dan terus diwacanakan
sebagai salah satu calon Presiden Independen selain tokoh-tokoh seperti Akbar
Tandjung, SBY, Jusuf Kalla, Megawati, Amien Rais, Bang Yos, Prabowo Subianto,
Wiranto, dan sederet tokoh nasional lainnya.
[www.dedewijaya.co.cc]
---------------------------------
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email.