Buletin Elektronik

www.Prakarsa-Rakyat.org



SADAR 

Simpul Untuk Keadilan dan Demokrasi
Edisi: 132 Tahun IV - 2008
Sumber: www.prakarsa-rakyat.org


  _____  



MEMIMPIKAN REPUBLIK MIMPI


 

Oleh Cynthia *

Selama berkuasanya berbagai pemerintahan di Indonesia, banyak sekali rakyat
miskin yang tertipu oleh petinggi negara. Begitu banyak janji-janji komitmen
pada rakyat yang diberikan oleh para pejabat pemerintahan, namun nyaris tak
satu pun yang ditepati. Kursi kekuasaan tentunya telah membuat mereka lupa
pada janji dan rakyat yang memilih mereka sebelumnya. Bahkan dengan
gampangnya para petinggi berusaha melakukan pembenaran atas pengingkaran
janji yang mereka buat sebelumnya. 

Dengan janji-janji manis, mereka mengatakan akan mensejahterakan kehidupan
rakyat. Rakyat pun terbuai dengan janji yang dilemparkan ketika mereka
melakukan kampanye. Bahkan janji yang diumbar pun bukan hanya ketika pada
saat kampanye, namun janji juga dikatakan ketika beberapa orang dilantik
menjadi pejabat negara. Misalnya saja seperti masalah kenaikan harga BBM dan
sekolah gratis.

SBY sebagai presiden pernah mengatakan bahwa tahun 2008 tidak akan ada
kenaikan harga BBM. Perkataan tersebut dilontarkan SBY pada tanggal 7
November 2007 seusai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) yang baru,
Laksmana Madya Sumardjono di Istana Negara. Namun sampai saat ini SBY dan
para jubirnya berusaha untuk memutarbalikkan fakta bahwa SBY tidak pernah
berjanji untuk tidak menaikan harga BBM. Bahkan bukti ucapannya di situs
<http://www.presidensby.info/> www.presidensby.info pun telah dihapus. Hal
ini tentunya untuk menghilangkan bukti perkataan SBY ketika itu. Jelas upaya
untuk menipu rakyat telah dilangsungkan oleh pemerintah agar dapat
melanggengkan kenaikan harga BBM. 

Ingkar janji juga terjadi dalam soal ketetapan konstitusional memenuhi 20%
dari APBN untuik anggaran pendidikan pun sampai saat ini tidak pernah
terealisasi. Akibatnya jelas bahwa banyak sekali anak-anak usia sekolah di
Indonesia tidak dapat mengenyam pendidikan yang semestinya. Hal ini
dikarenakan biaya pendidikan sudah sangat mahal. Menjadi sangat wajar
akhirnya, banyak keluarga miskin di Indonesia lebih memilih untuk mencari
pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terlebih dahulu dibandingkan
harus menyekolahkan anaknya. Pendidikan akhirnya menjadi nomor yang kesekian
dan dianggap tidak penting bagi keluarga miskin di Indonesia.

Kebohongan penguasa sebenarnya bukan baru terjadi pada pemerintahan SBY-JK
ini saja. Pemerintahan-pemerintahan sebelumnya pun tidak memiliki dampak
yang berarti bagi perubahan kondisi kehidupan Rakyat Indonesia. Sudah sejak
lama, kondisi kehidupan rakyat tidak pernah berubah dan hanya dimanfaatkan
oleh kepentingan elit politik. Persoalannya apakah kita akan mengulangi
lingkaran setan ini menghasilkan sampah yang sama lagi pada tahun 2009?
Tahun 2009 merupakan tahun yang sangat penting bagi elit politik untuk
mendekati rakyat dan menyebarkan janji-janjinya kembali agar mereka dapat
terpilih kembali pada periode berikutnya.

Kondisi kehidupan rakyat Indonesia yang semakin miskin diakibatkan
keserakahan sistem ekonomi politik yang diabdi para penguasa. Penjualan
aset-aset negara yang sebenarnya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan
hidup orang banyak, malah dijual oleh mereka kepada kekuatan modal,
sementara karena mendukung privatisasi maka para elit politik tersebut
mendapatkan keuntungan. 

Penjualan aset Negara ini akan berdampak pada semakin mahalnya biaya yang
harus dikeluarkan untuk mengakses barang dan jasa yang diproduksi kekuatan
modal - yang mayoritas adalah perusahaan asing. Karena orientasi perusahaan
hanyalah bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan
menggunakan modal yang sekecil-kecilnya. Ini akan menyebabkan rakyat akan
semakin menderita dan sengsara. Akhirnya memang kita sebagai rakyat
Indonesia diperbudak oleh sistem kapitalisme.

Sepertinya memang lebih nyaman untuk tinggal di republik mimpi, yang selalu
ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi. Kemakmuran dan kesejahteraan
akan segera tercapai jika elit-elit politik dan penguasa benar-benar
memikirkan kondisi kehidupan rakyat. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya
diperlukan sebuah persatuan yang luas dari gerakan rakyat di Indonesia. 

Dengan pembangunan persatuan gerakan rakyat yang memiliki tujuan untuk
mensejahterakan rakyat maka elit-elit politik yang tidak berpihak kepada
rakyat akan dapat digusur. Karena sampai kapanpun, jika kekuasaan masih
dipegang oleh elit-elit yang tidak peduli kepada rakyat, maka tidak akan ada
perubahan pada kondisi kehidupan rakyat. 

Rakyat sendiri lah yang harus merebutnya dari tangan-tangan elit politik
yang bejat tersebut. Dan yang lebih penting lagi adalah kita sebagai rakyat
Indonesia yang selalu ditindas, tidak perlu untuk mempercayai kembali
elit-elit politik manapun dan dari partai politik manapun yang saat ini
sedang menikmati kekuasaan. Elit-elit politik yang berada di eksekutif dan
legislatif saat ini sebenarnya sama saja. Mereka semua tidak pernah
memikirkan nasib kita sebagai rakyat.





* Penulis adalah anggota Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI)
Jakarta, sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul
Jabodetabek.

** Siapa saja dipersilahkan mengutip, menggandakan, menyebarluaskan sebagian
atau seluruh materi yang termuat dalam portal ini selama untuk kajian dan
mendukung gerakan rakyat. Untuk keperluan komersial pengguna harus
mendapatkan ijin tertulis dari pengelola portal Prakarsa Rakyat. Setiap
pengutipan, penggandaan dan penyebarluasan sebagian atau seluruh materi
harus mencantumkan sumber (portal Prakarsa Rakyat atau
www.prakarsa-rakyat.org).

 


 


 <http://www.prakarsa-rakyat.org> [EMAIL PROTECTED]   

 

Kirim email ke