salam  Mas Erwin

Saya setuju 1000%, bahwa semua yang terjadi didunia ini, diawali dari impian. 
semua penemu kita yang hebat-hebat, juga memulai kerjanya dengan impian.
tetapi mereka tidak berhenti dalam mimpi saja, tetapi mereka menuangkan dalam 
rencana kerja yang nyata dan dilaksanakan rencananya. walau sering gagal / 
belum berhasil sesuai impiannya, mereka melakukan PDCA - plan do cek action - 
secara terus menerus, dan akhirnya mereka berhasil mewujudkan impian mereka. 
setelah gagal kesekian kalinya,  bravo buat para penemu hebat tsb..

kita semua pasti punya impian yang sama " Indonesia  Ramah " dan semua pasti 
ingin impian ini pasti terwujud, tidak ada kekerasan lagi dimana-mana. 
mari kita teladani contoh perjuangan para penemu hebat tsb,  mewujudkan 
impiannya dengan langkah pertama membuat blue print untuk tindakan yang jelas 
( plan ) kemudian melakukan secara konsisten, tekun, ulet, dengan disertai 
integritas yang tinggi, ( do ) mulai dari hal kecil dalam keluarga kita 
sendiri, lingkungan kerja dan tetangga kiri kanan rumah kita. bila selesai 
satu rencana mari kita evaluasi ( cek ) dan bila salah kita koreksi dan bila 
bagus kita tingkatkan lagi ( action )

mari kita sebarkan virus ramah ini kepada semua orang, melalui unjuk pikiran, 
unjuk tulisan, dan bentuk lainnya yang nyata, yang terlihat dan berdampak 
bagi sesama 
mari kita dukung apa yang sudah diawali oleh Mas Erwin ini 

Salam sukses untuk semuanya
- 
Suwarto
PT Konimex
Ds Sanggrahan Kec Grogol
Sukoharjo - Jawa Tengah
Indonesia


On Monday 23 June 2008 10:41, Erwin Arianto wrote:
> Salam Pak Suwarto
>
> Suatu kenyatan berawal dari suatu harapan... Kalau kita masih punya
> harapan.. kemungkinan kenyataan bisa terjadi... tapi pasti memerlukan
> proses.. asal kita konsisten dalam menjalankanya hal itu bisa terjadi..
> karena budaya ada suatu proses yang kolektif.. maka saya mengajak banyak
> orang untuk bisa berubah.. pertama diri saya sendiri.. Pak Suwarto.. dan
> Sahabat Indonesia lainya.. Semoga hal ini bisa menjadi suatu aksi yang bisa
> diikuti masyarakat luas. Karna kita membangun kenyataan dari suatu harapan
> kolektif untuk kemajuan bangsa Indonesia.
>
> Semoga menjadikan bangsa Indonesia yang ramah bukan hanya mimpi.. karena
> saya yakin di luar sana banyak orang yang berharap sama... Tapi diskusi
> kita adalah suatu benduk aksinya menuju Indonesia yang ramah. Dan kita
> tidak hanya menjadi seorang pemimpi.. kita berjuang bersama-sama walau
> memang hal itu bukan suatu yang mudah dan instant... tapi yakinlah kalau
> kita mau pasti kita bisa.. Bagaimana pak suwarto.. mau kah bapak membantu
> saya mewujudkan Indonesia menjadi Negeri yang ramah.. Seprti Keramahan Pak
> Suwarto kepada saya.. Seperti Keramahan Kita kepada sahabat.. Ayo Kita
> wujudkan Pak.. Dari Diri Saya Sendiri.. Bapak.. dan Semua Rekan-Rekan yang
> membaca tulisan ini.. Semoga Diskusi ini menjadi suatu yang menarik dan
> sebagai suatu pemicu terjadinya Perubahan untuk Indonesia... Dan Pak
> Suwarto, Rekan-rekan Milist, Saya sebagai Inspirator untuk Indonesia..
>
> Terimakasih Pak Suwarto....
>
> On 6/23/08, Suwarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >  Salam Mas Erwin
> >
> > Harapan mas Erwin tsb, saya yakin juga menjadi harapan semua warga
> > Indonesia yang menginginkan hidup damai. tetapi sekarang memang belum
> > terwujud, dan entah kapan terwujudnya saya juga hanya bisa berharap
> > segera mungkin ... just dream only ...
> >
> > mari kita budayakan diskusi untuk memecahkan masalah yang ada, bukan
> > hanya unjuk rasa saja, tetapi diubah dengan unjuk pikiran, dan akan lebih
> > baik lagi unjuk pikiran yang didasari REFERENSI YANG LOGIS, berdasarkan
> > PRINSIP YANG UNIVERSAL dan DATA / FAKTA yang positif
> >
> > salam sukses tuk Mas Erwin selalu
> >
> > --
> >
> > Suwarto
> >
> > PT Konimex
> >
> > Ds Sanggrahan Kec Grogol
> >
> > Sukoharjo - Jawa Tengah
> >
> > Indonesia
> >
> >  On Monday 23 June 2008 08:28, Erwin Arianto wrote:
> > > Salam Pak Suwarto..
> > >
> > >
> > >
> > > Betul pak kekerasan saat ini sangat mudah di terima, dan seprti yang
> >
> > bapak
> >
> > > jabakan saat ini hampir di semua sektor kehidupan kekeran sangat
> >
> > berperan..
> >
> > > dan itu di mulai dari keluarga.. anak yang biasa di didik keras oleh
> >
> > orang
> >
> > > tuanya.. akan menganggap kekerasan itu menjadi wajar.. dan kekerasan
> > > itu
> > >
> > > menjadi bagian dalam hidupnya.. saat di lingkunganya dia biasa bermain
> > >
> > > berantem-beranteman.. yang pernah ada kasus seorang anak mati karena di
> > >
> > > smak down temanya...
> > >
> > >
> > >
> > > Berlanjut ke usia dewasa.. anak jadi senang kekerasan dengan ikut ikut
> > >
> > > tawuran antar sekolah antar kampus dan ujung-ujungnya tawuran antar
> > > desa
> > >
> > > yang saat ini marak. budaya kekerasan juga dapat kita lihat di jalan
> >
> > raya.
> >
> > > dimana semua pengendara akan saling mencaci, bahkan tidak segan
> > > berkelahi
> > >
> > > saat berkendala...
> > >
> > >
> > >
> > > Saya hanya berharap kita bisa merubah budaya kekerasan ini dengan
> > >
> > > membiasakan diri kita, keluarga kita dan sahabat kita semua untuk tidak
> > >
> > > mengutamakan kekerasan dan mengutamakan budaya diskusi pak. semoga
> > > bangsa
> > >
> > > ini kembali menjadi bangsa yang ramah..
> > >
> > >
> > >
> > > Salam
> > >
> > > Erwin arianto

Kirim email ke