Kau






Toh, dalam lagu, dalam nada, dalam lirik, dalam tekanan suara yang
pelan, yang lirik, yang mengalir, yang membaca, bahkan di tengah alur
film, setelah perkenalan karakter tokoh dan segala macam bulshit
kompleksitas cerita, konflik yang telah terkuak, menyobek-nyobek hati,
tarikan nafas yang panjang dan upaya tetap focus pada monitor tanpa
kedipan mata, bahkan lampu di ruang kamar yang dimatikan dan volume
speaker yang dikencangkan, bukankah usaha yang dihadirkan cuma setitik
embun kesenyapan, untuk sejenak berfikir, kembali merenung, membangunkan
imajinasi-imajinasi yang telah lama terkubur, jadi belulang dan danging
yang dimamah cacing tanah, sebelum sub title muncul, dan dentum
perangkat musik yang sama sekali tidak menghibur, kembali muncul ide di
benakmu,  esok hari sepulang kerja membeli DVD film cinta terbaru,



DVD bajakan.



Lihatlah, betapa memuakkan para penonton di jaman sekarang.




Rawamangun, Selasa malam, 08072008
blalang_kupukupu
http://asharjunandar.wordpress.com <http://asharjunandar.wordpress.com>
Short Time In Heaven



Kirim email ke