Jalan Menuju Keindahan

Seekor anak kerang di dasar laut mengeluh pada ibunya. Sebutir pasir tajam 
masuk kedalam tubuhnya yang lembek. “Anakku, Tuhan tak memberi kita 
tnngan, sehingga ibu tak bisa menolongmu. Ibu tahu itu sakit, tapi 
terimalah sebagai takdir. Kuatkan hati, kerahkan semangat melawan nyeri 
yang menggigit,. Balut pasir itu dengan getah perut mu, Hanya itulah yang 
bisa kau perbuat.”kta ibunya dengan sendu dan lembut sambil menitikan air 
mata.

Anak kerang pun menurut.

Kadang rasa sakit terasa begitu hebatnya, sehingga ia sempat meragukan 
nasihat ibunya. Dengan air mata, ia bertahan, tidak hanya hari demi hari 
tapi bertahun-tahun. Tanpa disadarinya, sebutir mutiara mulai terbentuk 
dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakitpun makin berkurang. 
Makain lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit akhirnya menghilang sama 
sekali. Sekarang…..sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga 
mahal terbentuk dengan sempurna. Penderitaanya membuahkan hasil yang 
menakjubkan . Dirinya kini menjadi sangat berharga.

(Sentuhan Kalbu : Ir. Permadi Alibasyah)

Kirim email ke