Pernah
            Menempeleng Soeharto
             
            Alex
            Evert Kawilarang perwira yang pernah menempeleng wajah Soeharto
            meninggal dunia,  Selasa 6/6 lalu. Ia salah seorang perwira
            Angkatan  45 yang tergolong bersih dan tidak pernah mendukung
            rejim Soeharto. Menurut seorang tokoh pemuda 45,Des Alwi, Kawilarang
            adalah seorang tentara asli yang jujur dan tidak main politik.
            Kolonel
            (Purn.) Alex E Kawilarang, meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto
            Mangunkusumo Jakarta. Selama Soeharto berkuasa berkali-kali Alex
            mendesak Pepabri untuk mengeritik Soeharto tetapi Pepabri yang sudah
            dikuasai para kaki tangan  Soeharto tetap saja mendukung
            kebijakan "bapak pembangunan" ini.
            Sesepuh Kopassus ini meninggal dalam usia 80 tahun akibat
            komplikasi beberapa penyakit.  Hingga Rabu  malam, suasana
            di rumah duka, Jalan Situbondo No.8, Menteng, Jakarta Pusat, masih
            dipenuhi para pelayat. Beberapa pejabat yang tampak hadir di rumah
            duka antara lain: Danjen Kopassus, Mayjen Syahrir MS; Mantan
            Gubernur DKI, Ali Sadikin dan Menhub Agum Gumelar. Dari kalangan
            politisi   nampak Ketua DPA Achmad Tirtosudiro, Arnold
            Baramuli, Sabam Sirait dan Des Alwi.
            Yang menarik ialah kehadiran para mantan perwira pasukan Permesta
            yang sejak tengah malam  berada di rumah duka. Sabam Sirait
            tokoh PDI Perjuangan menceriterakan kenangan menariknya bersama
            Almarhum. Sabam menuturkan bahwa waktu hari ulang tahun Kopassus,
            ketika Prabowo Subianto menjabat Danjen Kopassus saat itu lupa
            mengucapkan terima kasih kepada Alex. Padahal Prabowo sudah sempat
            memuji-muji perwira-perwira senior lainnya. Sabam yang mengingatkan
            Prabowo bahwa Kawilaranglah yang mendirikan KKAD atau RPKAD. Lalu
            Prabowo kembali naik mimbar dan mengucapkan terima kasih yang
            ditujukan kepada Alex.
            Tetapi, lanjut Sabam, Alex mengatakan padanya bahwa "saya
            tidak perlu ucapan terima kasih dari perwira-perwira rejim
            ini."  Desember lalu  dalam suatu percakapan dengan
            Radio Nederland Kawilarang yang secara  akrab biasanya disapa
            dengan Bung Lex, mengatakan:"Ketika Wiranto masih menjabat
            Panglima TNI saya pernah mengatakan, melihat sepak terjang TNI
            selama Orde Baru saya kira sebaiknya TNI dibubarkan saja.
            Tetapi Wiranto tidak bereaksi," kata Kawilarang. Perwira
            profesional ini beranggapan, yang paling tepat memimpin TNI saat ini
            adalah Agus Wijoyo. Ia selain professional juga tidak berpihak pada
            kelompok kelompok politik saat ini.
            Kawilarang sendiri pada  1958 pernah diangkat sebagai
            Panglima Besar  Angkatan Perang Permesta ketika daerah-daerah
            bergolak memperjuangkan otonomi yang luas. Pada 1961, 30.000 tentara
            Permesta di Sulawesi Utara keluar dari hutan-hutan setelah
            Kawilarang  melakukan perundingan dengan Abdul Haris Nasution
            yang ketika itu menjabat sebagai KSAD. Mereka sepakat untuk
            bersama-sama menghadapi kekuatan  komunis di ulau Jawa. Tetapi
            belakangan Kawilarang kecewa pada Nasution yang tidak menepati
            janjinya. Sejumlah perwira Permesta ditahan dan yang lainnya
            diturunkan pangkat. Ribuan pasukan Permesta setiba mereka di pulau
            Jawa dilucuti dan dimasukkan ke kamp-kamp  konsentrasi.
            Sebagian lagi dikirim ke perbatasan Kalimantan Utara dan 
            berperang melawan tentara Inggris Ghurka.
            Almarhum Kawilarang memulai karirnya pada 1945 sebagai perwira
            penghubung dengan Pasukan Inggris di Jakarta . Ia pernah menjadi 
            Komandan Resimen Infanteri Bogor, kemudian pada 1946 menjadi 
            Komandan Brigade II Sukabumi. Pada 1948, Kawilarang menjabat sebagai
            Komandan Brigade I/Siliwangi di Yogyakarta.
            Pada 1949 ia menjadi Komandan Teritorium Sumatera Utara, lalu
            menjabat Panglima Tentara dan Teritorium I hingga  1950. Pada
            1951, ia menjabat Panglima TT VII/Indonesia Timur dan pada November 
            tahun yang sama menjadi Panglima TT III/Siliwangi.  Alex
            Kawilarang pernah disorot pers ibukota pada tahun limapuluhan.
            Ketika itu secara mengejutkan Alex menangkap Menlu Roeslan
            Abdulgani di lapangan terbang Kemayoran dengan tuduhan korupsi.
            Roeslan ketika itu bersiap-siap untuk berangkat ke luar negeri.
            Belakangan Presiden Soekarno meminta Panglima Siliwangi ini
            membebaskan kembali Menlunya itu. Langkah Alex yang lain yang sulit
            dilupakan masyarakat politik pada limapuluhan ialah ketika ia
            menempeleng Soeharto di Makassar. Alex Kawilarang marah karena
            selaku Panglima Wirabuana ia baru melaporkan kepada Presiden
            Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman.
            Tetapi Soekarno menyodorkan radiogram yang baru diterimanya bahwa
            pasukan KNIL Belanda sudah menduduki Makassar. Ternyata pasukan yang
            harus mempertahankan kota Makassar yaitu Brigade Mataram telah
            melarikan diri ke lapangan udara  Mandai.  Maka tidaklah
            mengherankan bahwa Alex menjadi marah dan buru-buru kembali ke
            Makassar. Setibanya di lapangan udara ia langsung memarahi komandan
            Brigade Mataram Letkol Soeharto: "sirkus apa-apaan nih?"
            kata Kawilarang sambil menempeleng Soeharto.
            Maka dapatlah dimengerti, akibat peristiwa tersebut, hingga saat
            Kawilarang meninggal, Soeharto  tidak pernah berbicara dengan
            bekas atasannya itu. Penghargaan kepada A.E. Kawilarang secara resmi
            baru diberikan pada  1999 yang lalu, sewaktu Habibie berkuasa. 
(http://permesta.8m.net/relates/artikel_kawilarang_Pernah_Menempeleng_Soeharto.html.07/06/2000)


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke