Mentranslasikan Sepasang Nama
Orang-orang selalu sibuk di pasar baru. Terlalu sibuk untuk memperhatikan kita yang termangu duduk di emperan toko memperhatikan mereka. Sebuah kerumunan. Pengembara yang mempercayakan hidupnya pada goresan-goresan kaligrafi. Kau dan aku hendak mengabadikan nama kecil kita di selembar kertas dengan jaminan tak ada ongkos pulang lagi di saku. Orang-orang yang selalu sibuk tidak pernah berusaha berjejer rapi. Selalu dikejutkan oleh sesuatu yang baru, seperti kau dan aku. Ketakjuban. Bagaimana pena dan tangan itu begitu lincah mentranslasikan ejaan nama latin kita, ke dalam tulisan arab?, sesuatu yang sukar dan tak akrab. Sementara yang mengepul di udara, bukanlah butiran pasir, Melainkan debu yang mendesirÂ….seperti terusir. Nb: Bagi yang suka puisi silakan bertandang ke blog ini, ada e-book memuat pentalogi sajak Love Talks to Love, yang bisa diperoleh hanya dengan harga 50.000, untuk 5 buah buku blalang_kupukupu http://asharjunandar.wordpress.com <http://asharjunandar.wordpress.com>
