Kamis, 23/10/2008 14:26 WIB 
Pemimpin Harusnya Seperti Pak Dirman, Tak Rela Rakyat Menderita 
Aprizal Rahmatullah - detikNews 

Jakarta - Keluarga Panglima Besar Jenderal Soedirman menyerukan agar
pemimpin Indonesia kembali ke ajaran-ajaran jenderal besar tersebut.
Pemimpin harus memahami rakyat. 

"Seharusnya pemimpin hari gini berani bilang seperti yang Pangsar
(Soedirman) katakan. Rakyat tidak boleh menderita, biar kami pemimpin
yang menderita," ujar Ketua Jenderal Soedirman Center (JSC) Bugiatso. 

Hal itu disampaikan Bugi dalam jumpa pers tentang revitalisasi pemikiran
Panglima Besar Jenderal Soedirman di Wisma BCA, Jl Jenderal Sudirman,
Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2008). 

Bugi juga mengingatkan tentara agar mengilhami salah satu ajaran
Soedirman yaitu melarang tentara menyakiti rakyat dan memerintahkan
tentara puasa 3 hari untuk meresapi arti penting kemerdekaan 100 persen.


Bugi menepis anggapan lembaganya akan dijadikan komoditas politik
seperti Bung Karno Center dan Akbar Tandjung Center yang dijadikan
komoditas politik. 

"Kami hanya ingin mengkampanyekan ajaran moral dari Pangsar. Sejak
berdiri 2006, semangat ajaran moral ini yang membawa kami agar tidak
masuk pada politisasi. Kami juga menginginkan agar ajaran Pangsar ini
bisa menjadi referensi bagi siapapun yang ingin memimpin negara ini,"
beber Bugi. 

Bugi prihatin melihat banyak pemimpin hari ini yang mudah mengeluh dan
hanya sibuk memperkaya diri sendiri di tengah kemelaratan rakyat. 

"Tidak seperti dulu Pak Dirman meninggalkan istri dan anak selama 7
bulan perang bergerilya dengan hanya tinggal satu paru-paru. Tetapi
semangatnya tetap berkorban untuk tetap mempertahankan kemerdekaan,"
kata Bugi.(nik/iy) 

http://www.detiknews.com/read/2008/10/23/142654/1024841/10/
<http://www.detiknews.com/read/2008/10/23/142654/1024841/10/>  

 
 

Kirim email ke