Dear  Moderator NB ( mas eling ? sahabat lama., dkk ).

Ingin mengucapkan selamat kepada 2 sahabat  mas Agus S + mas Erwin…,
yang terus ber JIHAD ber karya dengan tulisan tulisan yang cantik , apik
, dan menarik.
Selamat.. , semoga bisa terus inovatif.. di mana saja, kapan saja.
Dan…semua ini…berharap : semua aktifitas hidup kita..bisa bernilai
ibadah. Amin.

----------- ++


Mohon, maaf. Kalau saya belum bisa ikut aktip..menulis dan ikut mengisi
di rumah cantik ini. (meskipun saya tidak mendaftar ).
Karena kesibukan pekerjaan + ikut Millst SI dan sekarang ikut aktip di
millist PERSAUDARAAN UNIVERSAL (OWNER MAS RAMDAN )..suatu Millst yang
adem ayem saja ( tidak begitu rame ). Karena no politics, no
conflict(debat religious). Hanya info info kasih saja.

Mohon maaf , sekarang ini belum bisa..bergabung.
Semoga di lain waktu / sekali tempo, bisa ikut mengisi. Salam buat teman
teman di sini.

Salam Persaudaraan.
Imam Sudrajat Arso Soekotjo. --> dari nafas Kejawen.





                -----Original Message-----
                From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of muhamad agus
syafii
                Sent: Tuesday, May 05, 2009 3:26 PM
                To: [email protected]
                Subject: -:: Milist NB::- Surga Di Bawah Telapak Kaki
Ibu




Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu

By: agussyafii

Suara Dani terdengar lantang membacakan hadis Nabi, 'al-jannatu tahta
a'damil umahat' artinya surga dibawah telapak kaki ibu. malam itu
anak-anak Amalia mendengarkan ceramah Dani, salahsatu anak Amalia dalam
lomba 'DACILA = Dai Cilik Amalia'

'Teman-teman siapa yang sudah tau bahwa surga ditelapak kaki ibu?
Makanya ini saya jelaskan. Surga ditelapak kaki ibu maksudnya adalah
ridho Alloh terletak pada ridho orang tua, terutama ibu. karena kalau
kita berani sama ibu sama saja berani sama Alloh SWT, sebab ibu yang
melahirkan kita dan membesarkan kita.'

'Jadi  kita harus patuh kepada kedua orang tua terutama ibu.' kata Dani
dalam ceramahnya.

'Teman-Teman saya ingin memberikan puisi yang berjudul ibu, boleh
tidak?' tanya dani. 'Boleh' jawab anak-anak Amalia secara serentak.

Ibu..

Ibu, pengorbananmu begitu besar..

Engkau sudah melahirkan dan membesarkan kita..

Ibu, engkau mencari nafkah untuk keutuhan anak-anakmu..

Ibu, bagaimana aku bisa membalas jasamu, ibu...?

Tanpa terasa puisi dari membuat kami terharu. Puisi untuk ibu dibaca
Dani begitu menusuk kalbu kami sebagai anak yang suka melupakan betapa
besar jasa seorang ibu pada anak-anaknya.

Wassalam,
agussyafii

--
Tulisan ini dalam rangka kampanye program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)
Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1,
no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sudimara Timur, Ciledug. TNG.
Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 'Mari, hindari penggunaan
kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja sendiri. Sebab
Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila dibakar,
menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya
menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda
pada program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui
http://agussyafii.blogspot.com atau sms 087 8777 12431  

                

Kirim email ke