Selamat pagi Bung Rifky ,

Lama kelamaan saya gerah juga  baca postingan anda!!!
Memangnya anda gak topik lain selain " menyerang" orang lain?
  ----- Original Message ----- 
  From: abdul_kholik 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, July 17, 2009 6:59 AM
  Subject: Re: -:: Milist NB::- ibu Ani Yudhoyono : Capres 2014 ???.


   


  SBY kan muslim,jadi beliau paham betul bahwa perempuan tidak boleh jadi imam 
(selama masih ada laki laki)

    ----- Original Message ----- 
    From: rifky pradana 
    To: [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] 
    Sent: Thursday, July 16, 2009 7:50 PM
    Subject: -:: Milist NB::- ibu Ani Yudhoyono : Capres 2014 ???.


      

    Pilpres mendatang, di tahun 2014  -jika tidak dilakukan Revisi terhadap 
pasal dalam UUD 45 yang membatasi masa jabatan Presiden maksimal 2 kali periode 
saja-  pak SBY tidak akan bisa mencalonkan diri menjadi Capres lagi. Terus 
siapa sosok sebagai penerusnya yang akan didukung dan direstuinya ?.


    Padahal diyakini partai Demokrat di Pemilu tahun 2014 mendatang, akan tetap 
menjadi jawara di Pileg-nya. Bahkan, perolehan suaranya diprediksi akan lebih 
besar dibandingkan dengan raupan suara yang diperolehnya di Pileg 2014 kemarin 
itu. Sungguh hal yang sia-sia dan mubazir serta muskil secara hitungan logika 
politiknya, jika partai Demokrat sebagai parpol terbesar di Indonesia justru 
tidak mengajukan Capres di Pilpres tahun 2014 mendatang.  


    Oleh sebab itu maka menjadi wajar jika ada pihak yang mengusulkan agar ibu 
Ani yudhoyono mulai dipersiapkan menjadi penerus tongkat estafet dari 
kepemimpinan nasional SBY untuk periode berikutnya, di tahun 2014-2019. 
Pengalaman ibu Ani Yudhoyono menjadi Wakil Ketua Umum partai Demokrat pada masa 
awal pembentukannya, serta perjalanan hidupnya menjadi orang terdekat dari 
pemimpin bangsa dalam 2 periode masa kepresiden berturut-turut pada periode 
tahun 2004-2009 dan periode tahun 2009-2014, diyakini akan menjadi bekal yang 
mencukupi untuk memimpin negara.


    Memang ada 2 orang putra dari pak SBY yang sesungguhnya berpotensi jika 
didorong menjadi pimpinan nasional. Namun putra sulungnya diyakini belum bisa 
dicalonkan mengingat pada tahun 2014 yang bersangkutan masih berada pada masa 
dinas aktif di militer. Jika tidak mengundurkan diri dari dinas aktifnya di TNI 
tentu belum boleh dicalonkan. Sedangkan putra bungsunya masih belum terlalu 
matang jika tahun 2014 langsung didorong kedalam kompetisi puncak kepemimpinan 
nasional. Mengingat baru mulai periode ini meretas jalan karier politiknya 
dengan menjadi anggota DPR. 


    Hal itu berkonsekuensi mungkin masih memerlukan waktu 10-15 tahun lagi 
untuk proses pematangannya agar siap dimajukan sebagai Capres atau Cawapres. 
Maka terhitung sejak tahun 2014, masih diperlukan waktu 1-2 periode lagi untuk 
mempersiapkan salah satu diantaranya untuk menerima tongkat estafet meneruskan 
tradisi dalam kepemimpinan nasional. Paling tidak masih butuh waktu sedikitnya 
satu dasawarsa untuk masa transisi bagi pematangan keduanya di lembaga 
legislatif dan lembaga eksekutif, agar siap dan telah matang jika telah tiba 
pada masa nantinya dimana negara memanggil dharma baktinya untuk memimpin 
negara ini.  


    Selain itu, secara hitung-hitungan politik, usulan itu sangat masuk akal. 
Mengingat didasari oleh pertimbangan bahwa faktor restu dan dukungan dari pak 
SBY yang telah menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan selama 
dua periode berturut-turut itu akan menjadi bekal yang sangat berarti. Restu 
dan dukungan dari figur pak SBY itu akan menjadi keunggulan tersendiri bagi 
siapa pun juga yang akan maju sebagai kandidat Capres dari partai Demokrat di 
kompetisi Pilpres tahun 2014 mendatang.  


    Maka menjadi dapat dimahfumi jika pada masa transisi selama 1-2 periode 
itu, yang paling memungkinkan untuk melanjutkan dulu tongkat estafet 
kepemimpinan tahun 2014-2019 adalah ibu Ani Yudhoyono.  Namun, ternyata usulan 
itu justru dipatahkan secara prematur oleh pernyataan ketua Dewan Pembina 
partai Demokrat. Pada suatu kesempatan pak SBY mengatakan bahwa : “...Tidak ada 
satupun niat apalagi isteri ikut-ikutan pemilihan presiden lima tahun mendatang 
karena kami yakin akan banyak lahir pemimpin setelah kami. Kami justru 
mendorong dan memberikan ruang bagi munculnya pemimpin-pemimpin baru yang akan 
memegang estafet kepemimpinan. Regenerasi itu penting...”

         

    Pernyataan yang menyiratkan jiwa kenegarawan dari pak SBY. Walau ini 
disayangkan oleh beberapa pihak mengingat hal itu sebetulnya amat sangat wajar 
saja didalam dunia politik. Di Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton, isteri 
mantan Presiden Clinton juga pernah menjadi Capres pesaingnya Obama. Di 
Argentina juga berlaku hal yang serupa. 


    Soal lain, dinasti politik pun juga hal yang biasa dan jamak berlaku di 
belahan dunia mana saja. Anak keturunan dari mantan pemimpin adalah source bagi 
calon pemimpin bangsa. Tersebut diantaranya,  John F Kennedy dan George W Bush 
di Amerika, Indira Ghandi dengan dinasti Gandhi di India, Megawati 
Soekarnoputri di Indonesia.


    Namun apa hendak dikata, saat ini pak SBY belum legowo, masih menolak 
usulan itu. Walau kita tentu masih boleh berharap agar dengan kearif 
bijaksaannya dan hati yang legowo serta kebesaran jiwanya akan dikaji ulangnya 
di kemudian hari. Karena tak dapat dinafikan, ada sebagian kalangan yang 
mempunyai pemikiran bahwa kelanjutan dari suatu program pembangunan bangsa akan 
lebih terjamin dan berkesinambungan serta berkelanjutan jika diteruskan oleh 
pemimpin yang satu visi dan misi dengan pemimpin sebelumnya. Dan, akan lebih 
mulus lagi jika sosok pemimpin baru itu juga mendapatkan dukungan dan restu 
dari figur pemimpin pada periode sebelumnya. 


    Maka sekarang ini hendaknya menjadi pekerjaan rumah bagi segenap komponen 
bangsa untuk segera mencari dan mulai mempersiapkan calon pemimpin nasional 
yang satu visi dan misi serta didukung dan direstui oleh pak SBY, sebagai calon 
penerus tongkat estafet kepemimpinannya pak SBY untuk periode tahun 2014-2019 
mendatang. Namun siapa ?.


    Tentunya, akan lebih mudah mencarinya jika sosok itu dicari dari 
internalnya partai Demokrat atau dilingkaran terdekatnya pak SBY. Mengapa tidak 
dicoba ?, misalnya seperti Hadi Utomo dari kalangan saudara iparnya pak SBY, 
atau sahabat terdekatnya seperti Hatta Rajasa, atau adiknya ibu Ani Yudhoyono 
dari kalangan keluarga besar Sarwo Edi Wibowo ?.


    Atau, siapa tahu penolakan pak SBY itu semacam penjajakan atau test water 
untuk mengetahui reaksi dan penerimaan rakyat Indonesia terhadap wacana usulan 
itu ?, sehingga masih ada harapan bagi kita rakyat Indonesia, semoga nantinya 
jika mayoritas rakyat Indonesia menghendakinya, mudahan-mudahan saja itu akan 
membuat pak SBY nantinya akan berkenan dan legowo untuk memberikan dukungan dan 
restu kepada ibu Ani Yudhoyono maju di Pilpres tahun 2014 mendatang ?. Mengapa 
tidak ?. Apa salahnya ?.


    Wallahulambishshwab.



    Catatan Kaki :


      a.. Artikel terkait dapat dibaca dengan mengklik disini dan disini serta 
disini juga disini dan disini serta disini . 
      b.. Tulisan ini juga dapat dibaca di Kompasiana dengan mengklik disini .  
      c.. Tulisan ini juga dapat dibaca di Politikana dengan mengklik disini .










    __________ NOD32 4049 (20090501) Information __________

    This message was checked by NOD32 antivirus system.
    http://www.eset.com




  

Kirim email ke