iya emang edan neh orang klo ngomong selalu pakai agama, tapi ada kejadian begitu masih percaya sama begituan Ingat semua sesuatu itu terjadi karena kehendakNYA bukan karena pak SBY
kok ora nyambung to son son.... sebenernya neh orang ngerti agama gak seh,,,... please deh kayaknya neh orang perlu belajar agama lagi cuz dah percaya ma begituan percaya seperti itu termasuk syirik kecil Om... Dosa yg paling besar itu Syirik "Tan \(Lionwings\)" <[email protected]> Sent by: [email protected] 07/31/2009 11:18 AM Please respond to [email protected] To <[email protected]> cc Subject Re: -:: Milist NB::- Mungkinkah Pak SBY Curang ?. Edan emang !!!!, kalau hal2 yang bagus dan baik serta positif yang dikatakan orang. pasti mereka katakan apa hubungannya ???? buktinya pak SBY bicara teroris, langsung mereka negatif. tapi pohon tumbang katanya kepimpinan pak SBY itu tidak diridohi Tuhan . Aneh ...????? ----- Original Message ----- From: abdul_kholik To: [email protected] Sent: Friday, July 31, 2009 10:00 AM Subject: Re: -:: Milist NB::- Mungkinkah Pak SBY Curang ?. Sementara itu, Jakarta hari ini diguyur hujan lebat dan angin kencang. Banyak pepohonan tumbang tertiup angin kencang. Terjadi kemacetan parah di pusat kota. Di jalan pramuka sebuah truck tanah tiba-tiba terangkat bagian belakangnya dan menabrak jembatan penyeberangan, dan mengakibatkan macet di sekitar jalan pramuka jakarta timur. Pertanda apakah ini ?. Apakah alam juga tak bersahabat dengan pak SBY ?. aneh yah ni orang....kejadian alam koq di kait2kan sama SBY?? ----- Original Message ----- From: rifky pradana To: [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] Sent: Friday, July 31, 2009 1:31 AM Subject: -:: Milist NB::- Mungkinkah Pak SBY Curang ?. Sabtu Sore tadi saya menonton pak SBY di televisi. Wajahnya tak lagi tersenyum, dan terlihat sekali wajahnya sangat tegang. Pasalnya, kedua rival politiknya pak JK dan ibu Megawati tak mau menandatangani hasil rekapiltulasi pilpres 2009. Pak JK dan ibu Megawati melihat banyak sekali kecurangan dalam pemilu ini dan mereka hendak melaporkannya kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Hati saya pun terasa dag dig dug , mungkinkah pak SBY curang dalam pilpres 2009 ?. Mungkinkah pak SBY melakukannya secara sistematis ?. Hari ini Pak SBY tak lagi terlihat tersenyum di KPU, hari-harinya akan dipusingkan oleh masalah gugatan rival politiknya ke MK. Pak SBY pun langsung melakukan jumpa pers dan mengatakan bahwa timnya pun menemukan kecurangan-kecurangan pilres dan akan melaporkannya kepada bawaslu. Kalau anda membaca postingan mas inu kemarin di kompasiana, katanya ada sembilan kecurangan yang akan dilaporkan. Sementara itu, Jakarta hari ini diguyur hujan lebat dan angin kencang. Banyak pepohonan tumbang tertiup angin kencang. Terjadi kemacetan parah di pusat kota. Di jalan pramuka sebuah truck tanah tiba-tiba terangkat bagian belakangnya dan menabrak jembatan penyeberangan, dan mengakibatkan macet di sekitar jalan pramuka jakarta timur. Pertanda apakah ini ?. Apakah alam juga tak bersahabat dengan pak SBY ?. Nampaknya, kedepan kita akan melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Kekisruhan DPT merupakan akar masalah dalam pemilu ini yang kurang sukses di mata banyak pihak. Pemilu 2009 adalah pemilu terburuk yang pernah ada. Semoga saja tak terjadi pertumpahan darah di tanah air. Semoga saja keadilan dapat ditegakkan dengan benar di negeri ini. Semoga pula para tokoh politik di negeri tercinta mampu berpikir arif dan bijaksana. Jangan barkan rakyat menderita akibat permainan politik di tingkat elit. Jangan biarkan kedamaian negeri ini tercerai berai karena kita ngotot dengan pendapat kita masing-masing. Mari kita berpikir jernih. Musibah demi musibah yang sangat jelas terjadi di depan mata, teroris yang merajalela, lumpur lapindo yang mulai mengganas kembali, papua yang bergejolak, dan pendidikan yang belum semuanya dinikmati anak bangsa, meskipun telah terpublikasi sekolah gratis untuk rakyat. Masih banyak hal lain yang harus kita seesaikan agar bangsa ini keluar dari kemiskinan dan kebodohan. Dalam pilpres 2009 ini, kita harus berpikir waras, dan juga cerdas. Siapa yang curang harus di berikan hukuman dan rasa keadilan harus ditegakkan demi pemilu yang lebih baik pada lima tahun yang akan datang. Pemilu ini memberikan pembelajaran yang baik pada kita bahwa kemenangan yang tidak legitimate seperti sayur tanpa garam. Ketidak puasan pelaksanaan pemilu terlihat jelas di dua kubu. Kubu pak JK dan kubu ibu Megawati. Mohon dihargai tuntutan mereka. mereka menuntut bukan untuk pribadi mereka, tepai mereka ingin demokrasi berjalan sesuai dengan jalur hukum yang ada. Pembaca kompasiana yang berbahagia, Akhirnya, saya hanya ingin mengatakan, mungkin pak SBY tidak curang dalam pilpres ini. Tetapi, sanggupkah tim suksesnya membuktikan bahwa pak SBY tak bermain curang ?. Sementara tim sukses pak JK dan Ibu Mega telah bersatu mengumpulkan bukti-bukti penting, dan menemukan data kecurangan dalam pemilu. PR besar buat MK, dan selamat bertugas pak Mahfud, dan kawan-kawan. Bola panas pilpres 2009 kini berada di pundak anda para anggota MK. Semoga bapak-bapak yang bertugas d MK dapat memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya dan diterima oleh semua pihak dengan hati yang damai. damai di hati, dan damai di bumi. Demi kejayaan ibu pertiwi. Kepala boleh panas, mata boleh ganas, tetapi hati harus tetap dingin. Sedingin suasana hotel gunung putri di Lembang Bandung yang saya singgahi malam ini. Semoga saja pilpres berjalan dengan aman dan nyaman. Bukankah itu yang kita harapkan wahai rakyat Indonesia ?. Artikel ini dapat dibaca di : Mungkinkah Pak SBY Curang ? http://public.kompasiana.com/2009/07/25/mungkinkah-pak-sby-curang/ *** Pemilu Gubernur Jatim silam memunculkan catatan pedih bagi sejarah demokrasi kita. Muncul dugaan adanya manipulasi DPT. Tapi kasus ini tidak terungkap tuntas, hingga seorang Jendral polisi-kapolda Jatim memilih mundur karena ditekan atasannya untuk menghentikan kasus ini. Atas nama stabilitas politik ....kebenaran disingkirkan. Dan diatas pengingkaran terhadap kebenaran itu kini Soekarwo Saiffullah Yusuf yang juga didukung Demokrat memimpin Jawa Timur. Kasus manipulasi pilgub Jatim di-peti-es-kan. Dibawah bayang-bayang manipulasi DPT pilgub Jatim yang tidak tuntas itu kita kemudian menggelar pemilu legislatif 9 April 2009. Dan boooom...... kekacauan DPT merebak dimana-mana. Hingga hari ini tidak jelas berapa jumlah persisnya warga negara yang kehilangan hak politiknya. Ratusan, Ribuan atau jutaan ?. Ironisnya lagi tidak ada yang mau bertanggung jawab atas masalah tersebut. Pemerintah dan KPU saling lepas tangan. Menyedihkan. Harusnya kekacauan ini diusut tuntas. Pemerintah dan KPU harus menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi. DPT itu sumbernya dari siapa, dibuat tahun berapa, siapa yang mengolah datanya, siapa yang melakukan verifikasi. Dan yang penting mengapa bisa terjadi sekian banyak orang tidak terdaftar. Pertanggungjawaban ini penting untuk menghapuskan kecurigaan adanya manipulasi DPT yang santer terdengar. Kecurigaan ini sah-sah saja selagi KPU dan pemerintah tidak mampu menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dengan kekacauan DPT tersebut. Kalau penduduk pendatang tidak masuk daftar, mungkin masih wajar. Orang yang meninggal masih masuk daftar juga masuk akal. Kesalahan terjadi karena data pemilih yang belum disesuaikan dengan data terkini. Up date data belum dilakukan. Tapi kalau penduduk tetap yang selama 3 atau 4 pemilu sebelumnya selalu terdaftar tiba-tiba namanya tidak ada, ini butuh penjelasan. Apalagi jumlahnya banyak. Terjadi dimana-mana. Jika pemerintah dan KPU bertanggung jawab hal ini harus bisa dijelaskan dimana salahnya. Administrasi kependudukan kita rasanya tidaklah sebrengsek ini. Mana ada orang yang berpuluh tahun menetap disuatu tempat bisa raib datanya. Apalagi jumlahnya ribuan, tidak masuk diakal. Ketika partai-partai protes keras SBY mengancam agar jangan galak-galak Jangan menuduh dirinya curang. Sambil menyatakan bahwa tahun 2004 ia juga dicurangi. KPU lebih hebat lagi ia menantang siapa saja yang bisa membuktikan adanya manipulasi DPT. Wuiihhh. Hebat kan. Dunia kita ini benar-benar terbolak-balik. Kekacauan DPT yang terjadi di mana-mana itu fakta. Kalau kita meminta pertanggungjawaban, meminta penjelasan adalah hal yang wajar. Karena kita dirugikan. Karena demokrasi kita telah dicederai. Dan yang lebih penting kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Kenapa ?. Ya karena yang ngurusin DPT itu kan pemerintah dan KPU. Bukan kita. Jadi sebenarnya SBY dan KPU yang harus membuktikan bahwa mereka tidak curang, bahwa mereka tidak melakukan manipulasi DPT. Bukan sebaliknya. Dua hari menjelang pilpres lalu Kubu Mega dan JK didukung beberapa organisasi keagamaan mendesak KPU untuk membuka DPT pilpres. Hasilnya mengejutkan, pemeriksaan bersama itu menghasilkan angka 11 juta pemilih ganda hanya di pulau Jawa saja. Sesuatu yang tidak dibantah oleh KPU, yang untuk itu KPU berjanji secara tertulis untuk membereskannya. Tapi tidak jelas apa yang telah dilakukan KPU itu secara nyata untuk mewujudkan janjinya Pemilu presiden sudah berlalu tetapi kekacauan DPT pilpres lalu belum dapat dipertanggung jawabkan secara tuntas oleh KPU. Seperti manipulasi DPT pilgub Jatim dan kekacauan DPT pemilu legislatif 2009, kekacauan DPT pilpres kali inipun tidak dipertanggungjawabkan secara jelas. Sepertinya memang ada kehendak kuat untuk tetap membuatnya tidak jelas. Tapi ini makin menunjukkan ada bau tidak sedap yang sengaja hendak ditutup-tutupi. Anehnya kubu SBY dan KPU sama-sama kompak menyatakan bahwa pemilu berlangsung lancar, aman, jujur dan adil. Sesuatu yang secara terang-terangan banyak ditolak oleh para pengamat politik, LSM dan kelompok-kelompok pro demokrasi. Bahkan kubu Mega dan JK menengarai adanya upaya kecurangan sistematis telah dilakukan dalam pemilu 2009 lalu. Dan hari-hari ini mereka tengah berupaya untuk membuktikannya di Mahkamah Konstitusi. Bagaimana hasilnya nanti, kita tunggu saja. Kita semua berharap demokrasi janganlah dicederai. Karena jika itu terjadi sia-sialah kita memaknai kedaulatan rakyat sebagai kekuasaan yang tertinggi. Artikel ini dapat dibaca di : Manipulasi DPT : Dari Pilgub Jatim Hingga Pilpres 2009 http://politikana.com/baca/2009/07/31/manipulasi-dpt-dari-pilgub-jatim-hingga-pilpres-2009.html ***
