Semoga menjadi inspirasi buat rekan milis :)
Life is beautiful ... (gede prama) Film Life Is Beautiful cukup memberikan inspirasi. Lebih menyentuh lagi, pesan disampaikan lewat tokoh seorang ayah yang mengajak anaknya untuk selalu melihat sisi menyenangkan dari kehidupan. Sebagai ayah yang teramat sibuk meniti karir, tiba-tiba saja saya merasa berutang banyak kepada ketiga anak saya. Sebab, film ini menghadirkan figur seorang ayah yang tidak hanya mencintai anaknya, tetapi senantiasa menyediakan waktu dan tenaga untuk membuat sang anak menikmati dan mensyukuri kehidupan. Hebat bukan ? Saya memang masih jauh dari kualitas ayah yang sehebat itu, namun amat dan teramat penting untuk senantiasa menikmati dan mensyukuri kehidupan. Sebab dengan lebih banyak melihat sisi menyenangkan kehidupan, kita tidak saja sedang memproduksi tubuh dan jiwa yang sehat, namun juga menarik kehidupan untuk bergerak ke tempat indah tadi. Persis seperti film Life Is Beautiful, di mana sang ayah selalu bertutur kalau di akhir permainan anaknya menang akan mendapat hadiah tank, ternyata di luar dugaan sang anak betul-betul naik tank di akhir cerita. Meminjam argumen David Weeks dan Jamie James dalam artikelnya yang berjudul Secrets of the Super Young di majalah Reader's Digest, orang-orang yang amat awet muda dalam hidupnya, umumnya datang dari mereka yang selalu melihat kehidupan dalam aspeknya yang menyenangkan. Yang jelas, fikiran dan cara kita menyimpulkan kehidupan memiliki peran yang tidak kecil dalam hal ini. Kembali ke cerita awal tentang hidup ini yang indah, saya amat terusik dengan filosopi hidup seorang ayah dalam film Life Is Beautiful. Yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk melihat aspek menyenangkan dari hidup dan kehidupan. Pertanyaan yang muncul berulang-ulang setelah menonton film ini, bisakah kita hidup stabil menyenangkan dalam siklus hidup yang mengenal gelombang ? Coba perhatikan sekeliling Anda. Sebenarnya ada banyak sekali sumber yang membuat hidup ini indah dan menyenangkan. Ketika tulisan ini saya buat, burung gereja sedang ribut-ributnya memakan nasi yang diletakkan di pinggir kali, gemercik air kali berbunyi tidak henti-hentinya, anak saya yang terkecil yang baru berumur tiga tahun tidak henti-hentinya meminta ikut menekan keyboard komputer, bunga teratai sedang mengembang secara amat indahnya, demikian juga dengan bunga kamboja. Anda boleh menyimpulkan lingkungan seperti ini dengan kesimpulan apapun, namun belajar dari film Life is Beautiful saya sedang mendidik diri untuk melihat hidup ini secara menyenangkan. Salam, Stefanus Pranjana
<<inline: image001.jpg>>
