Salam, Bahwa ada HOROR di gedung LAWANG SEWU atau gedung NIS yaitu gedung Perusahaan Kerta Api Hindia Belanda di Semarang, sudah perlu DITERTIBKAN. Sama dengan pemelintiran sejarah tentang persinggahan laksama CHENG HO di Semarang. Padahal waktu Cheng Ho pada waktu itu melakukan perjalanan , yang ada adalah Kerajaan Majapahit. Karena kota Semarang BELUM ada.Yang di DARATKAN adalah salah seorang jurumudi( Dampo Awang) salah satu jurumudi dari 300 buah kapalnya, yang menderita sakit untuk dirawat di salah satu gowa di Simongan.Jadi bukan Chen Ho sendiri dan ia tidak pernah mendarat di Semarang.Kalaupun dia mendarat adalah di salah satu pelabuhan Kerajaan Majapahit, atau untuk mengambil perbekalan, bukan di Semarang yang waktu itu masih pantai dan hutan tanpa penghuni. Kembali kepada gedung Lawang Sewu, pembantaian yang dilakukan KENPEITAI Jepang adalah dilapangan depan kantor Kenpeitai yang sekarang terletak monumen. Dalam PERTEMPURAN LIMA HARI, 15 orang pemuda yang ditangkap Jepang, diikat (digapit/dijepit) dengan bambu di dada dan punggung , masing2 satu baris terdiri dari 5 orang sehingga terdapat 3 baris. Menurut TRADISI PERANG para samurai Jepang, musuh yang tertangkap harus DIPENGGAL kepalanya . Maka 3 orang algojo dengan samurainya ditugaskan untuk SEKALI PENGGAL harus dapat menebas 5 batang leher. Dan itu dilakukan, tetapi setelah kepada para pemuda dipenggal maka barisan tersebut lalu AMBRUK dan pemuda yang TERAKHIR tidak tertebas lehernya dan JATUH/RUNTUH berlumuran darah.Tiga pemuda itu dengan berlumuran darah pura-pura mati dan berdiam diri.Pada awaktu itu bisa dimengerti bahwa situasinya sangat tegang, bahkan bag orang Jepang sendiri melihat banyak darah melimpah dan kepala bergelimpangan.Para Kenpeitai yang terkenal kejam itu, lalu meninggalkan tempat dan 3 orang pemuda setelah dapat melepasklan diri kemudian lari ke bawah jembatan dan masuk sungai Kalisari untuk selanjutnya menyelamatkan diri. Salah satu dari pemuda itu bernama WARKAM MURTIHARSOJO salah seorang pemuda yang menumpang(in dekost) dirumah orang tua saya ,dan beberapa waktu yang lalu masih hidup sehingga bisa diminta konfirmasinya. Sedangkan kejadian di HALAMAN gedung Lawang Swewu yang dijaga oleh BARISAN PEMUDA KERETA API . Mereka diserang oleh tentara Jepang yang ingin merebut gedung itu, dan semua pemudanya di tembak mati, kecuali yang bersembunyi di salah satu menaranya.Ia bertahan sekama 5 hari , tidak makan maupun minum. Para pemuda yang mati terembak, yang berasal dari daerah dan tidak mempunyai sanak famili di Semarang oleh rakyat dikuur di halam,an gedung.Sedangkan seorang anggota Barisan Pemuda K.A. yaitu adik ayah saya yang bernama SOEJOTO ( telegrafis setasiun Tawang), diambil oleh keluarganya yang berumah di kampung BULU dan dikebumikan di Taman Pahlawan Semarang. Adapaun kuburan dari beberap orang pemuda, yang dikubur di halaman gedung,baru beberapa tahun yang lalu diketemukan. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Sel, 24/11/09, Dhani Iqbal <[email protected]> menulis: Dari: Dhani Iqbal <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Horor di Lawang Sewu Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 24 November, 2009, 6:39 AM Horor di Lawang Sewu Oleh Dede Murdy Lawang Sewu berarti “pintu seribu”. Demikianlah masyarakat setempat menjuluki gedung berpintu banyak yang terletak di salah satu sisi Bunderan Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, ini. Berdiri sejak 1907, bangunan ini tampak megah dan indah menjelang malam. Namun dibalik kemegahannya, tersimpan cerita seram dari sejarah yang kelam. Menurut penuturan sang penjaga, sekaligus pemandu lepas yang rela dibayar ala kadarnya, ruangan besar di lantai tiga, yang dihiasi besi baja sebagai penyangga, pernah dipakai sebagai tempat pembantaian orang-orang Indonesia semasa pendudukan Jepang. Lihat foto-fotonya di http://wisataloka. com/potret/ horor-di- lawang-sewu/ Salam, TM. Dhani Iqbal Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
